Frangipani Flower Lovely Little Garden: Dua tahun berlalu
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart

Senin, 13 Agustus 2012

Dua tahun berlalu

Bismillahirrahmannirrahiim...

Obrolan santai dengan seorang sahabat lama lewat inbox, mengingatkanku pada siapa dan bagaimana dia pada beberapa tahun yang lalu.  Waktu itu dia sering sekali bercerita tentang kesulitan hidupnya, masalah dengan keluarga besarnya, dendam dan sakit hati yang dia punya. Tapi sekarang dia sudah melewati babak-babak sulit kehidupannya itu. Masa suram yang secara tidak langsung mengoyak harga dirinya sebagai seorang laki-laki. Masa dunia bagai terbalik buatnya. Aku salut dengan ketabahan dan kegigihan tekad dan prinsipnya.


Beberapa bulan yang lalu, dia pernah mengirimi aku surat. Terharu sekali aku membacanya. Aku tak menyangka begitu besar penghargaannya kepadaku. Padahal aku hanya mendengarkan kisah-kisah hidup yang sedang diperankannya. Kalaupun sesekali memberikan nasehat itu hanya karena aku merasa trenyuh dengan keadaannya. Aku tak ingin dia terjerat pada pikiran-pikiran negatif yang hanya membuatnya semakin terpuruk dan rapuh. Bahkan tanpa sepengetahuannya, beberapa kali aku menitikkan air mata mendengar dia berkisah tentang dendamnya. Seakan aku ingin meneriakkan kata-kata,"CUKUP...! Kau hanya menyakiti dirimu sendiri...!"

Dan malam ini... Dia menceritakan sesuatu yang membuatku ikut merasa lega. Menarik nafasku dalam-dalam, sebagai rasa syukurku atas kemajuan demi kemajuan yang dia dapatkan. Masih tetap dengan gaya ceritanya yang khas dan selalu ceplas-ceplos... aku menangkap kebahagiaan yang dia rasakan. Pada dirinya, pada istrinya, pada anak-anaknya dan pada pekerjaannya. Dua tahun... Allah memberi petunjuk dan kemudahan buatnya untuk membalikkan keadaan. Sebuah tekad yang dia teriakkan dengan kepalan tinjunya. Sebuah keyakinan bahwa hidup akan berputar dan dia akan memutarnya dengan segera. Aku bangga padamu sobat... Aku hanya salah satu saksi dari perjuanganmu membuktikan bahwa dirimu pemenang.

Aku hanya ingin menandai obrolan singkat kita tadi sobat... Dan kalau kau membaca ini, aku ingin kau tahu... bahwa buatku, kau tetaplah sahabat terbaikku.... Tetaplah dengan semangatmu. Tetaplah jadi diri yang rendah hati. Dan tetaplah kabari aku dengan cerita hidupmu....

Secangkir kopi buat sahabatku...


gambar dari sini


42 komentar:

  1. Setiap ada aroma kopi selalu hadir...
    salam buat sahabatnya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aromanya kecium ke warung ya mas...
      Insya Allah disampaikan...

      Hapus
  2. Bersama kesulitan ada kemudahan ya jang
    Jangan berhenti berusaha dan berdoa. Insya Allah akan terbuka jalan menuju kesuksesan dan kebahagiaan.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pakde... yakin bahwa roda terus berputar. Tetap jangan putus asa..
      Trimakasih pakde. Salam kembali.

      Hapus
  3. semoga sahabatnya semakin kukuh dalam tekad dan semangatnya ya mba... meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupannya dan keluarga...
    pasti sebuah keberuntungan baginya memiliki sahabat sebaik mba Niken. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah...
      Trimakasih mbak Alaika... Dia juga banyak memberikan masukan kepada saya.

      Hapus
  4. Waah sahabatnya Bunda akhirnya bisa menjadi Pemenang ya Bun, bisa mengalahkan dendam yang ada di hati..
    Kadang kita merasa terbawa suasana..
    jika sahabat berduka, turut merasakannya..
    dan jika sahabat lagi seneng, turut berbahagia..
    Salam buat sahabatnya Bun..

    Makasih kopinya ya, udah abis niih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berteman sama dia sudah 20 tahun lebih Nchie... sedikit banyak tau jatuh bangun kehidupannya.

      Kalau udah buka boleh sruput lagi kopinya yaa...

      Hapus
  5. Inilah bukti tentang kehebatan seorang pendengar yang tulus, seperti Mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia juga pendengar yang baik dan perduli kok mas Hakim...

      Hapus
    2. Betul sekali, saya setuju dgn masbro :)

      Hapus
    3. Menjadi pendengar itu yg harus kita berikan telinga dan hati. Tidak menyudutkan dan menyalahkan, sekalipun kita tau dia salah. Dengarkan semuanya. Pada saat yg tepat, baru kita sampaikan nasehat kita.

      Hapus
  6. pasti beliau sobat yang menginspirasi buat mbak niken :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup menginspirasi, daann.... bawel... hihihi...

      Hapus
  7. Sahabat nya pantang menyerah yaa bund, bener2 suatu perjuangan yang gag sia2 dan itu membuktikan menjadi pemenang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho-oh Niar... Ngga pernah malu dengan keadaannya...

      Hapus
  8. huaaaa secangkir kopi tambah semangat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf yaa... postingnya malam hari... jadi pakai kopi... skrg puasa yaa...

      Hapus
  9. MEnarik sekali ini ya. Bukan hal mudah untuk bisa berbagi info rahasia atau semacam curahan hati kita kepada orang lain kecuali sudah dikenal dengan baik dan bisa menjaga rahasia yang kita percayakan kepadanya.

    izin Follow ya. Kunjungan perdana di sore hari sambil ngabuburit. Salam kami sekeluarga di Pontianak. Kalimantan Barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih kunjungan dan follow nya...
      Salam kenal kembali...

      Memang menarik punya sahabat yang demikian pak Asep...

      Hapus
  10. saya punya sahabat seperti itu mbak,

    sampai hari ini kita udah dua tahun berpisah,
    bedanya kami masih saling menggali ilmu!!
    sesekali memahami makna kehidupan :D

    saya juga seorang pendengar mbak!! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah masih bisa berbagi dengan sahabat.
      Menjadi pendengar kedengarannya mudah. Padahal kalau kita lakukan dengan sepenuh hati, membutuhkan kelapangan lho...

      Hapus
  11. Bundaaa, inget puasaaa, tunggubuka dulu baru diminum kopinya yah. Hmmph. ^__^
    Walau hanya sebagai pendengar, bagi sahabat bunda mungkin itu hal yang luar biasa. Karena mungkin baginya, tidak ada pendengar yg lebih baik dari bunda. Salam sahabat. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... maaf postingnya malam hari... jadi kebawa suasana malam deh...

      berusaha menjadi pendengar yang baik. Bicara pada saat dibutuhkan saja. Itu semacam mengantongi ego kita supaya bisa berada pada posisi yg pas.

      Hapus
  12. saya pingin curhat juga nih dengan Bunda.. tapi gak ada kopinya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau kopi mas Lozz... Gampang...
      Curhat tentang Marpuah ya mas... Hehehe...

      Hapus
  13. nanti kalau saya curhat jangan dikasih kopi ya bun hehehe cukup teh tawar hangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aahh mbak Lidya... ada juga saya kali yang curhat sama mbak Lidya... hehehe...

      Hapus
    2. Saya suka jenis kopi instant yang siap seduh seperti Torabika, NEskapeh, kupimix, huaaaaaaaaaaaa jadi nyebut sponsor hieiehiehiehiehiehie. Mereka harus bayar nih sama mba Niken produknya disebut di sini hiehiehiehiehe

      Hapus
    3. Hehehe... Andai bisa tuh saya dapat bayarannya, bakal seru juga tuh pak Asep...
      Saya peminum segala kopi, baik yg instan maupun yang ampas.

      Hapus
  14. HHmmm ...
    Ini postingan pembangkit semangat yang indah sekali ...
    saya bisa merasakan betapa kawan Mbak Niken ini terbantu. Hanya dengan di dengarkan keluh kesahnya saja ...

    Semoga sukses ...
    Untuk Semuanya ...

    Salam saya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah... Om NH... Ini sekedar pembangkit semangat antar sahabat. Mencoba memahami satu sama lain.
      sayaa juga byk dibasehati dan didengarkan olehnya kok om...

      Hapus
  15. belum bisa menarik benang merah ... jadi hanya bisa hm hm hm saja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tadi jahitnya ngga pakai benang merah kok mas... Hehehe...
      Ehm ehm ehm aja deh....

      Hapus
  16. wah, lain kali kalau mau curhat ke bunda niken aja deh... :D

    salam saya dari kampung halaman bunda :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip...sip... bisa diatur...
      salam kembali juga dari kamung halaman...

      Hapus
  17. Selamat Idul Fitri 1433H...minal aidzin wal fa'idzin. Mohon maaf lahir dan batin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Yuni...
      Saya juga mngucapkan Mohon Maaf lahir batin.

      Hapus
  18. selamat hari raya idul fitri ya mbak? Udah balik dr Jogja mbak? ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih mama Ke2nai... mengucapkan selamat hari raya idul fitri juga.
      Udah sejak jum'at mbak...

      Hapus
  19. Bunda niken yang cantik :D

    Ada award cantik lho buat bunda, oiyaa plus ketiban peer juga :D
    Selamat mengerjakan bunda :D

    http://niarningrum.blogspot.com/2012/08/ngerjain-peer-dapet-award.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Award..? Makasih ya Niar...
      PR...? waduuuhh... emak-emak dikasih PR...
      But thankd anyway...

      Hapus