Frangipani Flower Lovely Little Garden: Fainnama'al Usri Yusro Innama'al Usri Yusro
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart

Kamis, 21 November 2013

Fainnama'al Usri Yusro Innama'al Usri Yusro

Bismillahirrohmannirrohiim,

Akhirnya, datang juga kekuatan hati untuk menuliskan peristiwa yang menjadi cobaan berat untuk keluargaku, terutama untuk kakakku, Element 1. Melihat senyuman yang mulai terkembang di bibir mas Yoyok dan istrinya, mbak Nuni, adalah sebuah kebahagiaan yang tak terkira. Setelah sebelumnya, begitu berat beban dan kesedihan yang mereka rasakan.

Ahad, 3 Nopember 2013

Sore itu aku sedang siap-siap hendak pulang ke Jakarta dari Depok. Sebuah bbm masuk dari adikku, Andi (element 4).

"Aku ke rumah mas Yoyok, tapi mas Yok ga ada. Sedang ke rumah sakit bawa Astha yang kesiram air panas."

Awalnya tak ada dalam bayanganku seberapa besar musibah yang menimpa Astha. Walau cukup kaget karena diberitahu bahwa Astha terpeleset membawa panci air panas untuk mandi. Berita kemudian berkembang, gambaran separah apa Astha membuatku ngilu. Bergegas kami pulang mengantar anak-anak terlebih dahulu, baru kemudian aku dan suami ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sepanjang perjalanan aku keep contact dengan mas Yoyok dan dik Andi. Desiran-desiran nyeri sudah bisa aku rasakan, air mata sudah tak bisa aku tahan.  Aahh... Sejak kecil memang aku amat dekat dengan mas Yok. Dia yang selalu membela dan memperhatikan aku. Bahkan sampai saat ini. Rasanya ada kontak batin.

Parah! Itu yang aku tangkap untuk kondisi Astha. Sebelum sampai ke RSCM, Astha sudah dibawa ke 2 rumah sakit yang ternyata di sana tak bisa menangani luka bakar seperti kondisi Astha. Duuuhh.. membayangkannya harus menahan panas di sekujur badan, berpindah-pindah rumah sakit, nyeri rasanya.

Sesampainya di UGD RSCM, aku langsung bergegas melihat kondisi Astha. Dan... Begitu melihatnya... Astagfirulloh... Lemas semua persendianku. Sesaat aku terpaku tak bisa melangkah mendekat. Deras sekali air mataku menyaksikan tubuh Astha penuh dengan luka bakar. Seluruh badan dari batas pinggang ke atas, depan belakang, leher dan wajah. Semua melepuh. Innalillah.




Bergeming sekujur tubuh
Merasakan ngilu pada sebuah kenyataan
Tak butuh sedetik membuat lemas persendian
Menyelinapkan bermacam rasa
Mengalirkan riak dari kantung mata

Redup, tak ada sorot pada matamu
Berat, begitu gontai kau seret langkah
Banyak tanya yang tak mampu kau jawab
Banyak harap yang coba kau pertahankan

Kau bahkan bertahan dari nyerimu sendiri
Tertatih kakimu menopang asa pada buah hati
Seolah ingin meneriakkan...
"Berapapun akan kubayar untuk anakku!"

Kuatkan dirimu, idolaku
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّهِ 
Fainnama'al usri yusro
Innama'al usri yusro



Begitu aku menemui mas Yok, pelukanku bagai tak ingin kulepaskan. Ya Alloh... Begitu berat cobaanMu untuk kakakku tercinta. Sedangkan mas Yok sendiri lututnya masih sakit karena belum lama oprasi lutut karena pengapuran. Jalannya masih terpincang-pincang. Kalau apa yang kurasakan saja seperti ini, lantas bagaimana dengan perasaan mas Yok dan mbak Nuni?

"Kaki mas Yok sakit, tadi jalan ke sana sini ngurus macam-macam," kemudian runtut sekali mas Yok berkisah kejadian yang sebenarnya mulai dari terjadinya musibah sampai Astha masuk UGD RSCM. Sungguh sebuah kisah yang membuat ngilu bahkan untuk sekedar dibayangkan.

Ruang Isolasi RSI Cempaka Putih

Karena ruangan khusus luka bakar di RSCM penuh, maka mas Yok sibuk mencari rumah sakit lain yang ada instalasi khusus untuk luka bakar. Akhirnya dapatlah di RSI Cempaka Putih. Astha masuk ruang isolasi khusus luka bakar. Tak boleh ditunggu. Kami hanya bisa melihatnya dari kaca saja. Sampai di sana sudah sekitar jam 2 pagi. Jam 3 aku dan suami pulang, karena harus mengurus anak-anak sekolah. Sejak itu, aku mondar mandir ke RSI.


7 Elements minus element 6 dan 7 yang besuk pada hari lain

Begitu juga dengan element-element yang lain. Bergantian datang menemani mas Yok di rumah sakit. Alhamdulillah rasa persaudaraan amat terlihat pada saat-saat seperti ini. Saling support dan membesarkan hati.

Selasa, 12 Nopember 2013

Pagi-pagi sekali aku melihat status BB mas Yok tidak seperti biasanya. Mas Yok bukan orang yang suka mengeluh apalagi sampai menjadi status BB. 

"Ya Allaaaaaaaah...." begitu ditulisnya.

Aku langsung menangkap ada sesuatu pada Astha. Segera aku tanyakan pada mas Yok. Benar saja. Rupanya mas Yok dan mbak Nuni malam selasa dipanggil dokter. Dokter menceritakan kondisi Astha yang sebenarnya. Bahwa Astha belum melewati masa kritisnya. Itu makanya suhu bandannya bisa tiba-tiba 40 derajat lebih, lalu tiba-tiba turun kembali. Bahwa luka bakar di badan Astha cukup parah dan dalam. Akan memakan waktu lama untuk penyembuhannya dan melewati beberapa kali oprasi.

Segera aku minta ijin pada suami untuk ke rumah sakit, terpaksa meliburkan katering. Aku yakin mas Yok dan mbak Nuni sudah merasa letih lahir dan batin. Beberapa hari di rumah sakit hanya tidur di emperan ruang luka bakar saja. Aku hanya ingin ada di dekat mas Yok. Menemaninya, memijiti kaki dan pundaknya, mengusap punggungnya, membesarkan hatinya. Hanya itu yang aku bisa lakukan.

Selasa itu, tak disangka... Astaghfirulloh! Astha tiba-tiba menggigil dan berteriak-teriak, kemudian tidak sadarkan diri dengan nafas tersengal-sengal. Atas kondisinya itu, akhirnya Astha di bawa ke ICU. Innalillah... Nggak tega aku melihat wajah-wajah mas Yok dan mbak Nuni. Begitu lemas dan kosong. Terdiam tak berkata apa-apa. Memasrahkan semuanya pada Alloh.


ICU RSI Cempaka Putih

Atas pertimbangan dokter yang merawat Astha, kemudian Astha kembali dipindah ke RSCM. Segera pengurusan kepindahan dilakukan. Sampai di ICU RSCM kira-kira jam 21. Hari rabu Astha pindah dari ICU ke ruang HCU khusus Luka Bakar. Rambutnya dibotak supaya mempermudah penyembuhan dibagian kepala. Alhamdulillah di ruang HCU perkembangannya baik. Walau kami tetaplah hanya bisa melihatnya dari kaca, tapi karena tempat tidur Astha ada di dekat kaca, kami jadi bisa "ngobrol" dengan gerak bibir atau tulisan di kertas.

Ruang HCU RSCM

sudah sesekali diijinkan melemaskan otot kaki dan tangan 
dengan ke luar ruangan sebentar


Sabtu, 16 Nopember 2013

Milad Astha yang ke 15. Kami hanya bisa mengucapkan dari kaca. Saudara-saudara, teman-teman Astha menunjukkan perhatiannya dengan membesuk dan mengucapkan selamat milad. Mengharukan. Barakalloh, Astha.

Kepada teman-temannya, Astha menggerakkan bibirnya mengucapkan,"Jangan lupain gue..."

Teman-teman Astha menjawab,"Nggak akan! Don't worry. Semoga lekas sembuh."

Alhamdulillah Ya Alloh. Akhirnya berlalu juga kesusahan yang Kau ujikan pada kami. Memang ini belum selesai. Tapi setelah menjalan 5 kali oprasi, Astha makin banyak perkembangannya.



Pesan: Bagi teman-teman yang masih harus merebus air untuk keperluan mandi air hangat (belum memakai shower), sebaiknya merebus menggunakan ceret, bukan panci. Air tak perlu sampai mendidih. 










92 komentar:

  1. ikut berdoa untuk kesembuhannya bund. semoga diringankan untuk keluarganya, diberi kemudahan dan hati yang tabah untuk semuanya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb.
      Makasih mas Ridwan. Alhamdulillah Astha makin membaik dari hari ke hari.

      Hapus
    2. ya allahhh.....
      semoga astha lekas diberi kesembuhan dan sehat kembali ya bund aminnnnnnnn......
      *jauh ke bawah bund hehe

      Hapus
    3. Aamiin...
      Makasih mbak Hanna. Nggak apa-apa nggak ke bawah. Di sini juga oke kok. Hehehe...

      Hapus
    4. mengaminkan do'a mas rd ya maaak :(

      Hapus
  2. semoga astha cepek sembuh mom...
    Astha yang sabar yaa.. Syafakalloh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb, makasih Le.
      Masih di rumah sakit sampai sekarang. Tapi sudah membaik.

      Hapus
    2. INsyaAllah akan kembali sehat sediakala bund... pertama kali lihat kondisi beliau, sangat menyedihkan

      Hapus
  3. semoga astha lekas sembuh, bunda.. sedih dengarnya :(

    BalasHapus
  4. Saya ikut prihatin Jeng
    Cobaan ini memang berat tetapi Allah Swt yang Maha Baik akan selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNYA.
    Semoga di mas segera sehat kembali. Amiin
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trima kasih pakde, sekarang memang beban itu sudah lebih ringan.
      Salam kembali

      Hapus
  5. Alhamdulillah, semoga Astha semakin cepat pulih mbak

    tambahan dikit mbak, air panas dari kompor langsung dituang ke ember, lebih aman jinjing ember daripada panci dan ceret

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, betul banget tuh mbak Monda tambahannya. Tuang langsung ke ember lebih aman.
      Makasih mbak.

      Hapus
  6. segala cobaan pasti ada penawarnya, semoga Allah memberi kesabaran pd Mas Yoyok dan keluarga besar. Semangat Astha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Rudi, ujian ini membuat kami, terutama mas Yok dan mbak Nuni, menjadi lebih kuat.

      Hapus
  7. saya jadi ingat waktu sahabat sebangku saya masuk ICU juga, rasanya kaya kehilangan teman mengobrol duh. semoga lekas pulih asthaaa bisa main sama temen-temen lagi :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astha adalah putra satu-satunya dari kakak saya, Pasti mereka merasa kesepian sejak Astha di RS.

      Hapus
  8. Ya Allah sampe segitunya ya.
    Heemmm
    Moga cepet sembuh ya mbak dan bisa berkumpul dan seneng-seneng bareng keluarga besar lagi.

    Sebuah cerita yang menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih Rico. Sementara ini kumpul-kumpulnya pindah ke rumah sakit :)

      Hapus
  9. Ya, Allah usianya baru 15 tahun. Hiks

    Semoga cepet pulih, ya.

    Setuju, Mbak. Pakai ceret aja. Sy juga dulu selalu begitu. Ngeri kalau pakai panci

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelajaran berharga sekali hal ini, mbak Myra. Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya.

      Hapus
  10. Ikut mendo'akan untuk kesembuhan mas Yok,
    semoga keluarga Bunda diberikan kekuatan serta kelapangan rezeki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sakit bukan mas Yok, tapi putranya, Astha.

      Aamiin, makasih mas Misbach.

      Hapus
  11. MasyaAllah mba... saya kok jadi ikut2an menitikkan air mata ya...
    Semoga lekas sembuh ya... dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Dan semoga diberi kesabaran yang sangat luas oleh Allah SWT. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Memang musibah ini membutuhkan kesabaran yang amat luas. Yakin dan tetap berprasangka baik pada Alloh.

      Hapus
  12. Ya Allah Bunda..air mataku menetes, bukan karena sedih namun bahagia sekali...bahagia melihat begitu eratnya persaudaraan Bunda dan keluarga *elemen yang menjadi satu akan sangat kuat. Bahagia karena Astha mampu melewati ujian dari Allah...Semua itu karena doa dan semangat dari keluarga juga Astha.

    Bunda...namanya sama dengan kependekanku "Asta...is Astanti" hehee...

    Setiap makhluk Allah pasti akan diuji, baik ujian kesenangan maupun kesedihan dan Allah sudah menjanjikan dalam Al-Qur'an..seperti yang Bunda tuliskan.

    ...Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, dibalik kemudahan ada kesulitan....

    Love it Bunda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. *sodorin tissue

      Aiih, mbak Astin jadi bikin aku terharu.
      Alhamdulillah, segala kesedihan perlahan-lahan terhapus. Mas Yok dan Mbak Nuni sudah bisa tersenyum dan kembali menata harapan besar untuk Astha.

      Nama panjangnya Yudistira Qastari Putra, kalau panggilannya bisa mirip ya sama Astin. ^_^

      Trima kasih ya mbak.

      Hapus
  13. Inalillahi musibah memang tidak bisa disangka-sangka ya :( semoga astha lekas sembuh bunda dan semua keluarga diberi kekuatan juga kesabaran.. aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin,

      Iya Anggi, kita tak pernah tau kapan terjadinya. Entah di dalam atau di luar rumah, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, yang penting kita harus berusaha untuk tetap ikhlas. Insya Alloh.

      Hapus
  14. masyaalloh... ikut merinding membayangkan rasa sakitnya... :'(
    Mudah2an Alloh segera memberikan kesembuhan...
    dan bisa mengambil hikmah dari kejadian ini agar lebih berhati2 dg air panas, minyak panas, dll (anak2ku msh kecil mbak, msh suka lari2an di dlm rumah).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, kita harus bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini. Jaga jangan sampai anak-anak main kejar-kejaran di dapur.

      Hapus
  15. Membacanya dari atas hingga rampung, meilihat fotonya..., duhai..., sungguh saya ikut berdoa ya, Bu, semoga Mas Astha segera mendapatkan anugerah kesembuhan dari Allah Swt. Aamiin... ya Kariim....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Rabb.

      Terima kasih doanya, pak Azzet.

      Hapus
  16. ikut mendoakan aga Astha cepat pulih lagi mbak, semoga keluarga sabar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trima kasih mbak Lidya. Insya Alloh dengan ujian ini kami belajar banyak sekali.

      Hapus
  17. ikut sedih, Bunda. Semoga Astha cepat pulih ya. Di rumah masak aer panas pake ceret. Kalo di rumah Eyang pake panci. Ngeri jg ya. Nanti dikasih tau suru ganti pake ceret jg. Harus lebih berhati2 lg kalo mau bawa air panas ke kamar mandi. Sy aja suka bawel nyuruh anak2 menyingkir kalo sy lg bawa ceret panas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar cerewet nggak apa-apa, mbak Riana. Dari pada menyesal bila terjadi apa-apa.
      Trimakasih ya ^_^

      Hapus
  18. Duh, Bun, waktu baca status Bunda ttg ini saja sudah buat saya merinding
    Apalagi setelah baca
    Semoga Astha segera diberi kesembuhan dan semua berkumpul dalam keadaan sehat

    Saya jadi semakin ngerti kenapa Mami begitu 'cerewet' untuk berbagai hal berkaitan dengan listrik dan kompor serta air panas :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Makasih mbak Esti. Memang kita seringnya menyepelekan nasehat orang tua yang terlihat sepele. Padahal besar maknanya.

      Hapus
  19. Masya Allah... Shafakallah untuk beliau ya... betul kata bunda:"Fainnama'al Usri Yusro Innama'al Usri Yusro...

    #udah lama ga bw dan langsung mendapat kabar haru begini... O iya apa kabarnya bunda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      makasih Liyan.

      Alhamdulillah kabar bunda baik. Semoga Liyan juga yaaa.

      Hapus
  20. innalillahi, moga cepet sembuh, bun. jadi inget dl adekku jg pernah kesiram air panas, tp cuma tangan aja, skrg bekasnya masih meski udah sembuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak tau deh tuh nanti gimana bekasnya yang di badan Astha. Kalu yang di wajah nggak terlalu dalam lukanya.

      Hapus
  21. Semoga Astha segera pulih dan sehat lagi.

    BalasHapus
  22. Semoga Astha cepet mendapatkan kesembuhan ya mbak... InsyaAllah dengan rasa persaudaraan yg begitu tinggi, akan berdampak baik bagi proses kesembuhan Astha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Banyak yang memperhatikan Astha. Alhamdulillah.
      Keluarga besar mbak Nuni juga bergantian membesuk. Teman-teman, tetangga.. banyak yang memberi perhatian.

      Hapus
  23. Baca cerita bunda aku ikutan ngilu n sedih bun apalagi Asths n keluarganya semoga Allah segera memberi kesembuhan utk astha n kesabaran utk keluarga besar.. Amiinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Makasih mbak Muna. Proses kesembuhan Astha sudah banyak perkembangannya. Alhamdulillah.
      Sebagai keluarga, kami memang sudah selayaknya mensupport sebisa kami.

      Hapus
  24. Alhamdulilah...semoga Astha lekas pulih dan sembuh seperti sedia kala mbak...bersyukur punya keluarga besar yang selalu bersama kala suka dan terutama duka...salam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Saya juga bahagia berasa di tengah keluarga yang saling mendukung satu sama lain.

      Hapus
  25. Semoga astha segera sembuh ya bun..turut mendoakan dari jauh

    BalasHapus
  26. Semoga Astha cepat pulih Aamiin... Pelajaran juga buat saya Mbak. Mesti hati-hati membawa air mendidih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak Heni. Harus hati2. Kecelakaan tidak terjadi di luar rumah saja, di dalam rumah bs juga terjadi.

      Hapus
  27. Masya Allah..cerita seperti ini buat diri sy pribadi jadi malu bun, malu karena sering sekali mengeluhkan hal-hal yang kecil. padahal diluar sana, termasuk Astha, banyak yang menginginkan nikmat sehat, menginginkan nikmat utk bisa beraktifitas dengan teman-temannya..astaghfirullah..

    Semoga Astha dan semua saudara2 kaum muslimin yang sedang sakit, diberikan kesembuhan dan mendapatkan pahala atas kesabarannya. aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan saya menuliskan ini adalah supaya bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

      Aamiin, terima kasih ya :)

      Hapus
  28. aku pernah mengalaminya bun, tapi gak sampai parah gitu, dan yg kena pun seputaran paha aja. saat itu aku pakai celana pendek doang. beruntungnya tidak sampai separah yang dialami Astha. Semoga Astha diberi kekuatan dan kesabaran melewati semua ini yah, juga ibu bapak serta sanak keluarga, semoga tegar demi Astha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat kejadian Astha pakai kaos singlet dan training anti air. Itu makanya badannya parah dan Alhamdulillah bagian bawah tubuhnya selamat.

      Hapus
  29. Turut prihatin mbak atas cobaan ini
    Dan semoga Astha di berikan kekuatan agar lekas sembuh ya..
    Amin..

    BalasHapus
  30. allah yasyfiihi syifaan a'jilan, smoga cepat sembuh ya bunda aamin ya rabb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb. Makasih untuk doanya, Tia.

      Hapus
  31. songsong bantalku basah membaca tulisan bunda ini... aku sekarang gak perrnah masak air sampe mendidih kalo buat mandi noofa

    kak astha sekarang sudah boleh pulang lum bund?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati-hati ya Noorma. Jaga Noofa kalau sedang siapkan air mandi. Sebelahnya Astha ada anak kecil yg kesiram kuah bakso dagangan bapaknya.

      Hapus
  32. Merinding. Saya biasa masak air menggunakan panci buat mandi Ibu dan Adik, Bund. Tapi ditumpahkan dulu ke ember dan baru dibawa ke kamar mandi.

    Semoga lekas pulih dan sehat kembali untuk Astha. Selamat ulang tahun. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu lebih baik lagi Idah. Semoga Alloh selalu melindungi kelaurga Idah.

      Makasih ya.

      Hapus
  33. semoga mas Astha-nya segera pulih kembali ya bun.. aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih mak Ofi. Astha makin hari makin membaik, tapi memang masih di ruang HCU RSCM

      Hapus
  34. Yaaa Tuhan, smoga lekas sembuh, dan bisa beraktifitas kembali dgn normal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Memang kelihatan kalau Astha sudah pengen sekolah. Soalnya sudah kelas IX, persiapan UN

      Hapus
  35. Bunda.. kenalan ma blog yang baru lahir ini yuukk :D

    BalasHapus
  36. Semoga segera pulih... Aku jadi was was.. Soalnya aku masih pake panci kalo rebus air buat mandi Dzaky.. Semoga kita selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT.. aamiinn ^^

    BalasHapus
  37. Saya membacanya jadi ikut sedih, semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menjalani cobaan ini :,(

    BalasHapus
  38. Semoga lekas di berikan kesembuhan ya Mba...... saya beserta keluarga turut prihatin akan kejadian ini.

    Salam,

    BalasHapus
  39. innalillah..

    Assalamu 'alaikum wr. wb. bundaku syng, apa kabar ?

    ini toh astha yng tempo hari, ma'af baru sempat menjenguk hari ini, semoga dik astha selalu diberi kesabaran dan ketabahn oleh Allah SWT, dan ujian tersebut menjadi penghapus dosa-dosanya kelak, amin ya Robb...

    BalasHapus
  40. Semoga Astha segera pulih, ayah bunda serta kelg besar Jeng Niken dilimpahi kekuatan. Salam

    BalasHapus
  41. Bunda apa kabar? semoga Bunda dan keluarga selalu sehat... Aamiin

    Merinding Bunda saya bacanya dan turut prihatin,
    Semoga Astha tetap kuat dan sabar ya, dan semoga Allah secepatnya memberikan kesembuhan... Aamiin ya Allah....

    BalasHapus
  42. Astha lekas pulih yaa.. :)

    BalasHapus
  43. Artikel yang bagus sekali min, bagus banget jadikan motivasi.

    Salam saya

    BalasHapus
  44. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un! Smoga Astha dan keluarga diberi kekuatan oleh Allah SWT! Aamiin ...

    *ngerasain nyeri. ;-(

    BalasHapus
  45. Semoga Astha cepet mendapatkan kesembuhan mbak...
    Bersyukur sekali dukungan dari keluarga besar begitu luar biasa dan pasti ini membantu kesembuhan Astha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ikut mendokan kesembuhan untuk Astha, semoga segera pulih dan kembali beraktifitas dengan ceria lagi.

      Hapus
  46. semoga lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali

    BalasHapus
  47. Masyaallah semoga cepet sembuh ya mbak

    BalasHapus
  48. melihat keadaan kayak gtuh jadi ternyuh semoag cepat sembuh yah bunda

    BalasHapus
  49. semoga astha lekas sembuh bunda dan semua keluarga diberi kekuatan juga kesabaran.. aamiin.

    BalasHapus
  50. semoga cepat sembuh dari sakitnya .................

    BalasHapus