Frangipani Flower Lovely Little Garden
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart

Jumat, 08 November 2013

Kecurangan Dalam Dagangan

Bismillahirrohmannirrohiim,

Beberapa waktu lalu, suamiku ada kegiatan kantor di Suka Bumi, Jawa Barat. Pulangnya, bermaksud membawa oleh-oleh beberapa makanan khas setempat. Salah satunya adalah ikan gurameh baby goreng, semacam ikan wader. Rasanya enak sekali. Gurih, renyah. Pas banget kalau dimakan pakai nasi hangat dan sambal terasi.  Bentuknya seperti yang tampak pada gambar:


Suamiku membeli pada seorang pedagang kaki lima yang berjualan di depan sebuah toko oleh-oleh. Suami sempat melihat di dalam toko juga ada ikan sejenis dengan kemasan yang mirip, harganya Rp.20.000,- Atas dasar ingin bersimpati terhadap pedagang kecil, maka suami lebih memilih membeli kepada si pedagang kaki lima. Si Bapak menawarkan harga ikan itu sama seperti harga di dalam toko oleh-oleh. Oleh suami kemudian ditawar, Rp. 35.000,- untuk dua pack. Sepakat dengan harga, si Bapak menyerahkan dua pack ikan gurameh baby itu.

Sesampai di rumah, aku bermaksud akan memindahkan ikan goreng tersebut ke sebuah toples. Naaahh... sampai di sini, aku kaget dengan apa yang aku lihat. Ternyata di dalam kemasan diganjal tumpukan karton supaya kemasan terkesan penuh.

isinya tampak penuh 

ternyata di dalamnya diganjal karton


ketebalan karton yang hampir sebesar pack-nya

Astaghfirulloh... Sampai sebegitu rupa orang ingin mengambil untung dari dagangannya. Tentu saja mengecewakan. Padahal niat awalnya adalah untuk lebih bersimpati pada pedagang kecil. Mereka seakan tersisih dengan adanya toko-toko penjual oleh-oleh itu. Tapi sayang, mereka justru merusak diri mereka sendiri dengan melakukan kecurangan itu. 

Masalahnya bukan pada ikhlas atau tidak ikhlas kami menerima hal itu. Tapi berbuat kecurangan dalam berdagang dilarang dalam Islam. Mempermainkan timbangan, ukuran atau takaran akan merugikan orang lain, dan bisa membuat celaka bagi yang melakukan. Sebagaimana firman Alloh:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” (Qs. Al Muthaffifin: 1-6)
Celaka besar. Itu ancaman bagi orang yang berbuat curang dalam perdagangan, baik penjual dan pembeli. Orang berdagang tentunya untuk mendapatkan keuntungan. Seharusnya diupayakan untuk memperoleh keuntungan tersebut dengan jalan jujur dan tidak membuat pihak lain merasa dirugikan, agar membawa keberkahan dan bertambah kebaikan bagi diri dan keluarganya.
“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu." (HR. Muslim)
Ulah para pedagang kaki lima tersebut bisa merugikan dirinya sendiri dan teman-temannya yang tidak melakukan hal yang serupa itu. Kekecewaan pembeli bisa membuat kapok untuk berbelanja kepada pedagang kecil, yang akhirnya lebih memilih belanja ke toko-toko besar. Akhirnya mereka akan tergilas sendiri dengan perkembangan toko-toko yang ada di sekitarnya. 

Kejujuran para pelaku dagang amatlah penting untuk membangun kepercayaan pembeli. Selain itu, dalam konteks yang lebih tinggi lagi, kejujuran itu adalah merupakan bentuk ketakwaan kepada Alloh. Kecurangan seperti menyembunyikan cacat dan kekurangan barang tidak mencerminkan keimanannya kepada Alloh. 
“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Jika kita menanamkan kebaikan, maka kita akan mendapatkan kebaikan sesudahnya, namun sebaliknya jika kita melakukan keburukan, maka kita akan mendapatkan keburukan sesudahnya.





Read more »»  

Kamis, 07 November 2013

Istri Juga Membutuhkan Kepuasan Hubungan Intim

Bismillahirrohmannirrohiim,

Kali ini mau membicarakan yang agak seru aah. Kategori tulisan dewasa. Hehehe... Tulisan ini dibuat setelah beberapa kali berbincang dengan teman yang mengeluhkan masalah yang kurang lebih sama. Aku mencoba menuliskan sebatas yang aku ketahui.

Tentang apa sih?

Ini loh, tentang hubungan intim suami istri dalam rumah tangga. Lebih khusus lagi, adalah apa dan bagaimana hak seorang istri dalam mendapatkan kepuasan dalam berhubungan intim tersebut. Mengapa aku lebih mengkhususkan pada hal itu? Karena selama ini yang banyak ditulis adalah bagaimana kewajiban istri dalam melayani suami, sedangkan sebenarnya banyak para istri yang tidak mengalami kepuasan dalam berjima'.

Kebahagiaan dalam rumah tangga memang tidak ditentukan dengan puas tidaknya dalam berhubungan intim ini. Tapi hal ini juga tak bisa diremehkan atau bahkan diabaikan. Terbukti banyak rumah tangga yang memilih bercerai karena masalah ini.

Kebanyakan istri hanya berdiam diri dan menahan di dalam hati apa yang dia rasakan apabila berhubungan dengan kepuasan batiniah. Bahkan kadang sudah memasrahkan diri bahwa yang penting suami senang dan terpuaskan. Menyadari bahwa sudah menjadi kewajibannya melayani suami, tidak ingin mendapat dosa hanya karena tidak melayani suami, sebagaimana hadist berikut:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidak seorang suamipun yang mengajak istrinya ke ranjang lalu sang istri enggan memenuhi panggilannya melainkan yang di atas langit (Allah Ta’ala) marah kepadanya sampai suaminya ridha kepadanya,” (HR.Muslim).
Hal ini banyak terjadi pada pasangan muda. Mereka belum menemukan cara berkomunikasi yang pas mengenainya. Istri masih malu-malu mengungkapkan kebutuhannya, sedangkan suami kurang peka terhadap kebutuhan biologis istri. Istri lebih banyak menunggu pengertian suami, sedangkan suami merasa tak ada masalah karena istri diam saja.

Terkadang istri merasa suami mengabaikannya. Hanya berpikir bagaimana mereka mendapatkan kepuasan kemudian selesai. Tak lagi dihiraukan sang istri, hanya selesai kemudian tidur. Jangankan rayuan mesra, sekedar kata penutup atau ucapan terima kasih pun tidak. Pernahkah terpikir oleh suami yang melakukan hal itu, bahwa istri di dalam hatinya memendam kekecewaan? 

Dalam kasus lain, terkadang seorang suami mengalami (maaf) ejakulasi dini, sehingga sulit menemukan titik temu untuk berhubungan intim. Diperlukan kerja sama yang baik antara suami dan istri untuk mengobati hal ini. Namun karena cara berkomunikasi masih belum pas, belum ada penyelesaian yang memuaskan. Istri lagi-lagi memendam kekecewaan, tanpa berani mengungkapkan.
  
Padahal, sebagaimana suami yang ingin terpuaskan dalam berhubungan intim, istripun demikian juga. Hak istri adalah sama dengan hak suami dalam mendapatkan kebahagiaan batiniah ini. Sebagaimana firman Alloh berikut ini:
“.... Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik...”(Q.S. Al-Baqarah: 228)

Ibnu Taymiyyah menyatakan : ”Seorang suami harus memberikan nafkah batin kepada isterinya secara makruf. Sebab, ia termasuk kebutuhannya yang paling utama; melebihi kebutuhannya terhadap makan. Nafkah batin yang wajib dipenuhi oleh suami menurut sebagian ulama paling lama empat bulan sekali. Sementara pandangan lain sesuai dengan kebutuhan isteri dan kemampuan suami untuk memenuhinya.” 


Memenuhi kewajiban akan kebutuhan batin istri adalah termasuk sedekah dan ibadah yang harus dilakukan oleh suami secara baik. Kalau suami menyadari hal ini, maka dia akan menggauli istrinya dengan niat yang lebih besar, yaitu bersedekah dan mendapat pahala,  tidak hanya sekedar memuaskan nafsu saja.

Dari Abi Dzar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Dan di dalam kemaluan salah seorang di antara kalian adalah sedekah.” -Maksudnya dalam jima’nya (hubungan intim) terhadap istrinya- Maka mereka (Sahabat) berkata:”Wahai Rasulullah! Apakah salah seorang di antara kami mendatangi keluarganya (menunaikan syahwatnya/jima’) dan dia mendapatkan pahala?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Bukankah apabila dia menunaikannya (jima’) di tempat yang haram dia akan mendapatkan dosa?” Maka demikian juga seandainya dia menunaikannya di tempat yang halal (istrinya) maka dia akan mendapatkan pahala." (H.R Muslim)
Seorang istri bisa memusuhi atau membenci suaminya karena merasa hanya sebagai tempat untuk memuaskan syahwatnya saja. Harapan istri akan perhatian dan keseimbangan dalam pemuasan hubungan batin tidak terpenuhi. Hal ini bisa menjadi seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bahkan bisa merembet ke masalah-masalah yang lain. Masalah kecil bisa menjadi besar, karena perasaan yang terpendam ini.  Oleh karena itu pernikahan harus dibangun untuk menciptakan saling pengertian, kerukunan dan persatuan dua hati.




Mari para istri speak up your mind, tak perlu malu mengajak, meminta atau merayu suami untuk berhubungan intim. Halal kok. Dan bagi para suami agar lebih memperhatikan kebutuhan bilogis istri dengan membangun komunikasi yang baik dan terbuka, agar keharmonisan rumah tangga bisa terbina dengan baik dan seimbang. Lebih peka pada isyarat-isyarat sang istri, karena tidak semua istri bisa mengungkapkan perasaannya akan hal ini.





Read more »»  

Rabu, 06 November 2013

Aspire E1 Membuat Kerjaan Jadi Lancar, Anak Senang

Bismillahirrohmannirrohiim,

Hari Ahad lalu, ada musibah yang amat membuat keluarga besarku begitu terpukul, terutama bagi kakakku dan istrimya. Bagaimana tidak, anak satu-satunya yang berusia 15 tahun, tersiram air panas sepanci ketika hendak membawa panci tersebut ke kamar mandi untuk mandi. Kakinya terpeleset sehingga air panas sepanci itu tumpah semua ke badan dan juga mengenai wajahnya. Sungguh keadaannya menyedihkan. Saat ini, keponakanku itu masih dirawat di ruang isolasi khusus untuk luka bakar di RSI Cempaka Putih. Hanya bisa dijenguk dari balik kaca, tak boleh kami dekati masuk ke ruangannya.

Tentu saja kejadian itu membuat urusan pekerjaan kakakku menjadi terbengkalai. Sebagai konsultan geologi, kakakku harus berhubungan dengan proyek-proyek yang berada di luar Jawa.  Mengkoordinasikan tugas-tugas kepada orang lapangan, menyusun tender-tender dan masih banyak lagi. Aku kurang paham, hanya aku perhatikan kakakku begitu sibuk dengan notebooknya selama menunggui anaknya. Berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya dengan memanfaatkan notebook andalannya. Berusaha membuat dirinya nyaman dengan keadaan rumah sakit yang masih akan lama menjadi rumah keduanya.

Aku amati, notebook kakakku itu kok keren banget. Bentuknya tipis, elegan, berwarna silver. Saking tipisnya, aku tak menyangka kalau di dalam tas kakakku ternyata ada notebooknya. Kaget juga waktu melihatnya mengeluarkannya dari dalam tas. Eh... kok muat ya. Padahal tas itu banyak sekali isinya. Jadi kayak lihat tukang sulap aja. Taraaaa... keluarlah notebook tipis dari dalam tasnya.




Duduk di sebelah kakakku jadi bisa melihat beberapa pekerjaannya. Si Tipis itu ternyata mantap banget kecepatannya. Membuat grafik, membuat bahan presentasi, mengedit foto-foto, mengolah beberapa data, tak ada masalah sama sekali. Multitasking deh pokoknya. Kakak bisa bekerja dengan lancar tanpa harus menghentikan pekerjaannya untuk charge notebooknya. Kuat juga tuh daya tahan baterainya. Handal banget untuk mendukung pekerjaan.

"Notebook apa sih itu mas? Asyik amat kayaknya. Lancar banget buat ngapa-ngapain dan kuat banget tuh baterainya."

"Ini Acer Aspire E1-432. Kalau notebook didukung performa Intel® Processor di dalamnya, memang bagus. Meskipun lebih tipis 30 % dibandingkan notebook konvensional, Acer nggak mengorbankan kelengkapan dan fitur penting. Biasanya kalau notebook tipis yang sering dihilangkan optical drivenya. Acer ini tetap menyediakan sebuah DVD-RW supaya nggak mau repot untuk selalu membawa DVD-RW external. Keunggulan utama dari notebook ini, sudah menggunakan prosesor Intel 4th generasi terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Acer melengkapi notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz."

"Waaah, seru banget tuh mas, mendukung banget untuk pekerjaan."

"Ada lagi yang lebih seru, prosesor ini udah memakai Haswell (22nm) yang dapat bekerja sangat efisien dengan TDP cuma 15 Watt saja. Dengan daya tahan baterai 4-cell (2500mAh) yang digunakan, membuat notebook ini menjadi jauh lebih maksimal penggunaannya. Daya tahan hidupnya menjadi lebih lama. Apalagi prosesor Intel Celeron 2955U ini sudah terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru dengan peningkatan kinerja yang signifikan dibanding dengan Intel HD graphics sebelumnya."

"Kalau mas sedang presentasi, notebook ini amat membantu. Bagian display output, Aspire E1-432 dilengkapi satu buah VGA port untuk keperluan presentasi menggunakan proyektor, dan juga sebuah HDMI port yang berguna banget untuk menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar, dan bisa multimedia dengan lebih maksimal. Dilengkapi juga dengan sebuah Webcam HD untuk keperluan streaming, video chatting ataupun untuk bernarsis ria”.




"Kalau gitu jadi bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, dong. Pantesan mas lancar banget kerjaannya. Nanti kalau udah selesai pinjam ya notebooknya. Fanni dah kelihatan bete tuh. Biar Fanni main game sebentar."

"Nah, apalagi buat main game dan memutar video, notebook ini lancar banget nggak pakai ngelag, atau loading-loading, pokoknya mulus, dan tetep kuat daya tahan baterainya, tapi meskipun begitu nggak cepat panas sebab Acer memberikan solusi pendinginan yang memadai, sehingga suhu kerja dapat terjaga dengan baik selama ditempatkan pada permukaan yang rata (bukan kain, karpet, dll). Baterai dengan kapasitas 2500 mAh ini dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game."

"Waah.... Anak-anak seneng nih kalau bisa lancar ngegame gini. Memorinya gimana mas?"

"Aspire E1-432 menggunakan RAM DDR3 sebesar 2GB yang bisa di-upgrade sampai 8GB untuk keperluan multitasking. Media penyimpanan harddisk SATA berukuran 500GB bisa untuk menyimpan berbagai file, multimedia, maupun game. Mas Yok udah selesai kerjaannya, kalau Fanni mau main game, boleh nih."

Tak lama kemudian, Fanni sudah asyik memutar film barbie dari you tube dan main game pilihannya. Menunggu pasien di rumah sakit memang bisa membosankan terutama untuk anak-anak. Dengan dihibur bermain game memakai notebook tipis, canggih, lancar, Fanni jadi ceria kembali. Bunda bisa lebih tenang mengurus beberapa keperluan untuk membantu dan mensupport kakak.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia."










Read more »»  

Kamis, 31 Oktober 2013

Notebook Tipis Bikin Kegiatan Jadi Praktis

Bismillahirrahmannirrahiim,

30 Hari Blog Chalenge yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger bekerja sama dengan Acer sudah memasuki Week 2. Tema kali ini adalah “Tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, bikin mobile & online Emak makin praktis”.

Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki lima orang putra dan putri, aku sering direpotkan bila hendak bepergian, entah itu sekedar sight seeing, rekreasi atau keluar kota selama beberapa hari. Belum lagi suamiku amat menyukai liburan yang berpetualang, yang akhirnya menurun kepadaku dan anak-anak. Kami sekeluarga suka liburan seru, seperti kemping di gunung atau pulau yang minim fasilitas. Selalu sengaja mencari tempat dengan minim fasilitas, untuk mengajarkan anak-anak beradaptasi dengan situasi kondisi yang jauh berbeda dari biasanya.

Meskipun kemping ke tempat-tempat yang jauh, aku tetap membawa notebook dan modem. Beberapa tempat kemping masih bisa terjangkau oleh jaringan modem sehingga memungkinkan untuk online, menulis atau kebutuhan internet lainnya. Ide menulis sering muncul jika berada di tempat yang menyejukkan hati. Beberapa cerpen bisa terangkai indah ketika berada di lokasi kemping.


kemping bersama teman-teman di Gunung Salak

Pernah suatu ketika, ketika sedang berada di lokasi kemping, tiba-tiba kami ingat harus mentransfer sejumlah uang untuk keluarga. Karena membawa notebook, aku bisa menggunakan internet banking untuk mentransfer. Acara kemping jadi tidak terganjal dengan urusan keluarga itu.

Yang sering jadi ribet adalah, aku harus membawa tas khusus untuk membawa notebookku. Tak bisa aku jadikan satu dengan keperluanku yang lain sebab perlengkapan kemping sekeluarga sudah amat banyak. Rasanya aku membutuhkan notebook yang lebih tipis. Selain itu, aku sering terkendala pada masalah baterai. Notebookku daya tahannya paling-paling hanya 3 jam. Padahal di tempat kemping, sudah pasti minim fasilitas listrik. Aku selalu membayangkan mempunyai notebook dengan daya tahan baterai yang lebih lama.

Pun bila sedang berhotspot ria, aku selalu ribet membawa charger notebook. Sudahlah notebooknya tebal, harus bawa-bawa chargernya pula... Aku harus membawa tas besar atau dua tas. Mengganggu sekali, apalagi kalau sehabis berhotspot itu hendak lanjut dengan cuci mata. Berat kalau harus menenteng tas besar. Rasanya Notebook tipis memang layak jadi pilihan.

harus ribet bawa charger

Jadiiiii... Adakah produk yang bisa menjawab semua kebutuhanku itu? Yang praktis, efektif dan efisien. Yang membuatku bisa tetap menuangkan segala ide-ideku meskipun aku sedang berada di manapun, sekalipun sedang berkemping ria. Yang bisa membuatku praktis dengan ketipisan dan daya tahan baterainya yang tahan lama.

Eeehhh.... Ternyata ada loh. Acer Aspire E1-432 adalah jawabannya. Notebook ini memiliki fitur esensial yang lengkap namun dengan form factor yang lebih bersahabat untuk para pengguna dengan mobile. Dimensinya 30% lebih tipis dari pada notebook konvensional. Rasanya bersahabat banget sama kegiatanku, apalagi teman-teman yang mempunyai mobilitas tinggi.


30% lebih tipis dari pada notebook konvensional

Sedangkan untuk daya tahan baterai, notebook ini kabarnya telah menjalankan pengujian daya tahan baterai secara non-stop. Baterai dengan kapasitas 2500 mAh ini dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. Ide-ide tulisan lebih banyak yang bisa ditampung dan segera ditulis dengan memakai notebook ini. Tidak perlu khawatir akan cepat panas, sebab Acer memberikan solusi pendinginan yang memadai, sehingga suhu kerja dapat terjaga dengan baik, selama ditempatkan pada permukaan yang rata (bukan kain, karpet, dll).



Aspire E1-432 tersedia dalam dua pilihan warna: Piano Black dan Silky Silver. Keduanya keren sekali, tapi aku suka yang Piano Black. Yang lebih menarik lagi, notebook ini mempunyai desain pattern bintang-bintang yang dinamakan Starry Swirls pada casing dan keyboardnya, sehingga menambah kesan elegan.

Notebook ini menyediakan keyboard model chiclet yang luas dan nyaman saat digunakan dalam waktu lama. Begitu juga dengan trackpad yang disediakan, dengan permukaan yang bertekstur, menjadi lebih akurat dan responsif. Jari jemariku bisa menari lincah diatasnya. ^_^

Memperhatikan spesifikasi, fitur dan seluk beluk lain dari produk Aspire E-1 432 ini, memang betul-betul membuat mupeng karena kepraktisannya. Warna dan ketipisan notebook ini belum ada yang menandingi, tampilannya yang elegan membuatku merasa keren.

Karena aku tergabung pada Komunitas Emak Blogger, maka ada kesempatan untuk mendapatkan Aspire E-1 432 ini dengan mengikuti 30 Hari Blog Challenge. Semoga bisa memenangkan chalenge ini, jadi bisa tampil keren dan membuat kegiatanku menjadi semakin oke. Liburan lancar, ide-ide tertuang, berinternet juga nyaman. Pokoknya praktis, tis, tiiis.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

Words: 707


Read more »»  

Sabtu, 26 Oktober 2013

Zina Penglihatan

Bismillahirrahmannirrahiim,

Kemaren, bbm heboh dengan video mesum anak smp. Beberapa teman mengirimkannya, ada yang melalui broadcast ataupun personal message. Tapi aku tak membukanya sama sekali. Membaca pengantarnya saja sudah bisa terpikir video macam apa itu. Aku sekedar bertanya pada seorang teman tentang isi dari video itu. Itu sudah cukup membuatku memahami isinya dan ingatanku langsung kepada anak-anakku, terutama yang sudah remaja.

Hati bertanya-tanya, sudah sampaikah video itu kepada mereka? Meskipun aku percaya anak-anakku bukan termasuk yang kepo dengan hal-hal seperti itu, namun tetap saja sebagai ibu aku merasa was-was. Yang namanya syeitan kan nggak pernah berhenti menggoda. Setelah aku tanyakan pada Luthfan dan Astri secara terpisah, Alhamdulillah mereka tidak menerima video itu. Sekalian saja moment itu aku pakai buat menasehati mereka.

Sebetulnya yang membuatku prihatin adalah, untuk apa video itu sampai disebarluaskan sedemikian rupa. Dengan gencar melalui bbm, WA, facebook, dan lain-lain. Aku bukan hendak membela pelakunya. Tapi mari kita renungkan hal ini.

Itu adalah video perzinahan. Menontonnya sudah membuat orang berzina mata, zina hati. Menyebarluaskannya adalah seperti mengajak orang lain ikut melakukan zina jenis itu. Kalau pelakunya sih ya tak usah dibahas lagi dosa yang mereka perbuat. Sayangnya, orang tidak menyadari bahwa dengan menyebarluaskannya, seakan-akan berkata: "Hey... ini ada video mesum, mau nonton nggak?" Dan setelah itu, berjuta-juta mata menyaksikannya.  Meskipun bukan pelaku, tapi tanpa disadari diri mereka terlibat dalam zina. Na'udzubillahi minzalik.
Setiap Bani Adam mempunyai bagian dari zina, maka kedua matapun berzina dan zinanya adalah melalui penglihatan, dan kedua tangan berzina, zinanya adalah menyentuh. Kedua kaki berzina, zinanya adalah melangkah - menuju perzinaan. Mulut berzina, zinanya adalah mencium. Hati dengan berkeinginan dan berangan-angan. Dan kemaluanlah yang membenarkan atau menggagalkannya. (HR. Bukhari)
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra' : 32)
Aku tidak ingin membahas mengenai zina secara lebih dalam. Sudah begitu jelas tertera di Alqur'an dan bahkan sudah banyak yang menulis mengenai seluk beluk zina. Aku hanya ingin mengajak teman-teman untuk merenungkan hal ini, bertanya dalam hati, dan menjawabnya dalam hati.

Bukankah video seperti itu sudah banyak sekali bertebaran di dunia maya? Pelakunya bisa dari kalangan manapun. Menjadi heboh dan begitu menarik perhatian adalah karena disebarluaskan dengan begitu gencar dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Tinggal comot satu, lalu sebarkan. Apa yang membuat video itu menjadi lebih  istimewa dari video-video sejenis lainnya? Apakah karena video ini mempertontonkan kelakuan tidak senonoh anak yang masih berseragam SMP? Atau apa karena ada yang sengaja memblow up nya dengan tujuan tertentu?

Miris dengan kelakuan anak-anak remaja sekarang? Kalau sudah begini, banyak pihak akan saling menyalahkan. Orangtuanya gimana sih mendidiknya? Guru gimana sih ngajarnya? Internet nih yang bawa pegaruh buruk. Salah gaul nih anak-anak. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Sebelum kita menyalahkan banyak pihak, mari introspeksi diri dulu. Ada di mana posisi kita? Kita peluk dulu anak-anak kita. Bekali mereka dengan keimanan yang tebal. Kita tak bisa mengawasi anak-anak kita 24 jam. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan landasan keimanan pada kalbu mereka, agar mereka punya filter terhadap apa-apa yang mencoba masuk kepada mereka. Hati mereka sudah punya alarm manakala ada pengaruh buruk. Pikiran mereka sudah SAY NO bila ada hal yang bisa merusak mereka. 

QS. At-Tahrim : 6

Mari kita menjaga diri-diri kita terlebih dahulu agar tidak sekedar ikut-ikutan menonton atau menyebarluaskan sesuatu yang tak ada manfaatnya, bahkan bisa mencelakakan diri.  Kemudian, jaga anak-anak dengan membekali mereka landasan keimanan. Orang tua yang membelikan mereka gadget-gadget canggih yang memudahkan mereka berselancar di dunia maya, maka orang tua juga harus bertanggung jawab pada dampaknya.

Keluarga/rumah adalah lembaga masyarakat pertama yang memungkinkan sejauh mana anak-anak bisa mempunyai saringan, batasan, peringatan, atas semua pengaruh atau serangan dari luar yang bertubi-tubi datangnya. Coba bayangkan, saat anak kita sedang mengerjakan PR, tiba-tiba di hapenya masuk berita atau video yang tidak senonoh. Bukankah itu serangan dari luar? Bagai menjentikkan jari, amat mudah sekali menikam. Bagaimana anak menolak apa yang baru saja diterimanya, adalah wujud kongkrit dari keimanan yang dimilikinya.
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al-Isra ayat 36)

Mari sahabat-sahabatku, bersama-sama kita perdalam iman kita, kita rengkuh anak-anak kita.






Read more »»  

Kamis, 24 Oktober 2013

Notebook Tipis Idaman Emak

Bismillahirrohmannirrohiim,

Sebelum mengenal blog, hasrat menulisku bagaikan tanaman bonsai saja. Tak berkembang karena situasi dan kondisi, juga tak tahu kemana harus menyalurkannya. Setelah mengenal blog, barulah aku merasa akar bonsaiku mulai merambat, tumbuh subur dan meninggi. Pada media blog aku bisa menuangkan apa yang ada dalam hatiku, rasaku dan isi kepalaku. Tanpa kusadari, sedikit demi sedikit kualitas tulisanku pun berkembang. Rajutan impian mulai kembali tertata.

Apalagi setelah tergabung sebagai member Kumpulan Emak Blogger,  banyak sekali pertemanan dan ilmu yang aku dapat, sehingga memacu semangat menulisku. Saling memotivasi pada komunitas ini amat menularkan energi untuk terus berkarya.

Berbicara blog, pasti tak bisa lepas dari internet. Dengan blog dan internet banyak sekali permasalahan rumah tangga bisa terpecahkan. Hanya dengan klik-klik banyak ilmu yang bisa kita dapat, mulai dari tumbuh kembang anak, pendidikan, pengelolaan keuangan, agama, bisnis, hobi, pengetahuan umum, dan lainnya. Luar biasa manfaat internet bila kita bisa mengambil sisi positifnya.

Perkembangan internet membuat PC atau laptop bukan lagi menjadi barang yang terasa mewah tetapi sudah menjadi kebutuhan. Fungsinya sudah menjadi seperti mesin cuci saja. Kemudian kecenderungan orang-orang beralih kepada laptop atau notebook karena dirasakan bisa mudah dibawa kemana-mana. Ukurannya lebih kecil dibandingakn PC, bisa berinternet dengan fleksibel dimana saja dan kapan saja, sehingga amat membantu dalam memenuhi banyak kebutuhan.

Seiring berkembangnya teknologi, kini notebook ringan dan tipis menjadi pilihan. Kebutuhan akan notebook yang amat merajalela membuat para produsen laptop mengembangkan berbagai inovasi dengan teknologi yang makin canggih.

Ibu rumah tangga seperti aku pun ikut merasakan geliatnya. Apalagi saat ini aku membutuhkan peralatan selain untuk menulis juga untuk bisnis catering yang sedang aku rintis. Aku membutuhkan notebook yang bisa membantuku menyimpan foto, resep atau bahkan cara memasak dalam bentuk video. Ringan dan tipis juga menjadi kebutuhanku, sebab aku terbiasa membawa berbagai kebutuhan di dalam tasku.



Senangnya hatiku saat mengetahui ada produk baru yang bisa memenuhi semua kebutuhanku. Acer Aspire E1-432 adalah jawabannya. Fiturnya lengkap namun dengan form factor yang lebih bersahabat terutama bagi yang mobile. Melihatnya langsung mupeng aja bawaannya.

Fitur 


30% lebih tipis dari notebook konvensional

Yang aku suka adalah, meskipun dimensi Aspire E1-432 ini tergolong lebih tipis 30% dibandingkan notebook konvensional lainnya, Acer tidak mengorbankan kelengkapan dan fitur penting. Fitur yang sering dikorbankan untuk mendapatkan dimensi yang ringkas dari sebuah notebook adalah optical drive, Acer masih menyediakan sebuah DVD-RW yang masih diperlukan oleh sebagian besar pengguna dan tidak ingin direpotkan untuk selalu membawa DVD-RW external.

Aspire E1-432 memiliki tiga buah port USB, yang satu diantaranya sudah menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat lebih kencang dibandingkan USB 2.0, dan terdapat juga sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC yang biasa digunakan pada kamera.

Bagian display output, Aspire E1-432 dilengkapi satu buah VGA port yang untuk keperluan presentasi menggunakan proyektor, dan sebuah HDMI port yang sangat berguna untuk menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar untuk pengalaman multimedia yang lebih maksimal. Acer juga menyertakan sebuah Webcam HD untuk keperluan streaming, video chatting ataupun sedikit “bernarsis ria”.

Untuk kebutuhan konektivitas, Acer Aspire E1-432 ini menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa memerlukan converter apapun, dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya menggunakan jaringan hotspot yang tersedia disekitar kita.

Dua pilihan warna elegan

Spesifikasi 


Keunggulan utama dari notebook Aspire E1-432 ini adalah penggunaan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Acer mempersenjatai notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz.

Aspire E1-432 menggunakan RAM DDR3 sebesar 2GB yang dapat di-upgrade hingga 8GB untuk keperluan multitasking yang lebih baik. Media penyimpanan harddisk SATA berukuran 500GB sudah lebih dari cukup untuk menyimpan berbagai file, multimedia, maupun game di dalam notebook ini.

Daya Tahan Baterai

Memiliki baterai dengan kapasitas 2500 mAh yang dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. Hal ini bisa membuat kita leluasa berinternet atau ngeblog dengan fasilitas hot spot yang ada di mana-mana.

Harga

Dengan kebutuhan rumah tangga yang serba tinggi saat ini, tentunya harga sebuah notebook menjadi pertimbangan penting. Kalau bisa sih bisa dapat notebook yang tipis, fitur lengkap dan harga murah.

Ternyata, dengan segala fitur yang ditawarkan, harga notebook Acer Aspire E1-432 sangat bersahabat, hanya Rp.4.749.000,- saja. Saat ini Aspire E1-432 sudah tersedia di pasaran Indonesia. Sangat cocok bagi yang membutuhkan notebook dengan keperluan all-arround, namun dengan harga yang kompetitif. Untuk seluruh kelengkapan yang ada pada produk ini, harga tersebut rasanya cukup terjangkau.

Aspire E1-432 sudah tersedia di jaringan penjualan Acer di Indonesia. Untuk setiap pembelian Aspire E1-432 hingga 31 Oktober 2013, kita akan mendapatkan garansi FULL 3 tahun (termasuk service dan spareparts).

Saat ini Acer Indonesia bekerja sama dengan Kumpulan Emak Blogger (KEB) mengadakan “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis?" Kegiatan ini amat meningkatkan gairah ngeblog dari emak-emak, terbukti peserta dari chalenge ini mencapai 157 orang. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa dunia bloging memang sedang berkembang pesat di kalangan perempuan dan peralatan penunjangnya menjadi idaman. Aku pribadi tentu amat menginginkan Acer Slim secara gratis, semoga bisa memenangkan 30 Hari Blog Chalenge ini.


Dengan Acer E1-432 aku tak lagi harus menunda untuk menuangkan ideku. Aku bisa menulis kapan dan di mana saja. Kini aku sedang mempersiapkan buku berikutnya. Juga tak perlu membawa tas tambahan lagi, sebab dengan tipisnya produk ini, bisa leluasa masuk ke dalam satu tas berikut keperluanku yang lain. Akupun bisa lebih mudah dalam membuat brosur, catatan resep, video memasak, untuk mepromosikan bisnis kateringku. Aku bukan bonsai lagi, tapi pohon yang makin menjulang tinggi. 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.


Words: 954








Read more »»  

Sabtu, 12 Oktober 2013

Menjaga Kehormatan Diri

Bismillahirrahmannirrahiim,

Akhir-akhir ini, banyak sekali kita dengar kasus-kasus pelecehan harga diri, terutama terjadi kepada kaum perempuan. Miris rasanya kalau melihat kenyataan itu. Pelecehan terhadap kaum perempuan bisa terjadi di mana saja. Mulai dari yang sekedar pelecehan melalui kata-kata sampai dengan yang amat menyakitkan dan menimbulkan trauma yang dalam yaitu perkosaan. Banyak kasus terjadi di angkutan umum, di kantor, di sekolah, juga di dunia maya seperti facebook.


Islam sebenarnya sudah amat menjaga kehormatan wanita. Kewajiban mengenakan hijab salah satunya adalah untuk melindungi perempuan dari hal-hal yang bisa mengakibatkan pelecehan terhadapnya. Ketetapan-ketetapan Alloh bagi kaum perempuan, misalnya: Sebaik-baik tempat perempuan adalah di rumah, juga untuk melindungi martabat perempuan, bukan untuk mengekangnya. Islam memang tidak melarang perempuan bekerja, contohnya Khadijah, istri Rasul yang kita ketahui adalah seorang wirausaha yang handal dan mampu menjaga harga dirinya sebagai perempuan yang terhormat.

Jadi meskipun seorang perempuan bekerja di luar rumah, dia tetap harus bisa menjaga diri dan nama baik keluarganya. Bagaimana agar tidak terjadi pelecehan terhadap dirinya, haruslah dimulai dari sikap dan perilaku perempuan itu sendiri, dimulai dari caranya berpakaian.

Lantas bagaimana dengan pelecehan terhadap wanita di dunia maya? 

Banyak sekali kalimat-kalimat tak pantas bertebaran di dunia maya, yang ditujukan untuk merayu, iseng, menggoda, bercanda, dan berbagai dalih lainnya. Intinya sama. Melecehkan. Banyak masalah rumah tangga yang kemudian bermunculan karenanya. Karena kemudian banyak juga terjadi, seperti gayung bersambut. Rayuan yang semula iseng itu ditanggapi oleh si perempuan. Banyak perempuan yang tidak mampu menjaga dirinya dari godaan-godaan seperti itu. Terseret pada sebuah permainan maya yang mengakibatkan kehancuran di kehidupan nyatanya.

Sebagai perempuan, kita memang harus bisa mempunyai batasan dalam bergaul baik di dunia nyata atau dunia maya. Sikap tegas sampai di mana kita mau bersenda gurau dan berhubungan. Kadang memang sering mudah lepas kontrol karena tidak langsung berhadapan dengan orangnya. Mudah sekali sekedar menggerakkan jari menyusunkan kalimat demi kalimat yang bila dicermati ternyata menimbulkan makna yang tak pantas. Jari kita ibarat bibir yang bertutur. Maka hati-hatilah dalam menekan huruf-huruf. Salah-salah bisa fatal akibatnya.

Kepada kaum laki-laki, pun sama. Sudah seharusnya mampu menjaga kehormatan diri dan keluarganya dengan tidak lepas kontrol dalam hubungan pertemanan. Lebih menghormati dan menghargai pertemanan dengan membatasi senda gurau menggunakan kalimat-kalimat yang tidak sepantasnya diucapkan kepada seorang perempuan, apalagi bila kedua belah pihak sudah mempunyai pasangan. Bisa menimbulkan sakit hati suami si perempuan karena merasa dirinya diremehkan dengan kalimat-kalimat pelecehan terhadap istrinya.

Ingatlah bahwa setiap anggota tubuh kita akan memberikan kesaksian di hari Kiamat dengan ungkapan yang jelas, yang akan membuka semua rahasia kita.
Allah berfirman: “ Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” QS An-Nur ayat 24
Lantas bagaimana sebaiknya sikap kaum perempuan bila menghadapi laki-laki yang bersikap tidak pantas pada dirinya? Sampaikanlah keberatan atas sikapnya itu padamu. Jaga sikapmu agar dia mengerti bahwa dirimu tak ingin diperlakukan demikian. Membatasi sebuah pertemanan antara laki-laki dan perempuan adalah penting agar tidak terjadi salah paham atau bahkan pelecehan. Kita harus bisa menjaga kehormatan diri kita dan keluarga.

Dalam pertemanan di dunia maya, kita harus berhati-hati dalam menuliskan, bahkan sekedar sebuah kalimat. Sebab sebuah kalimat itu bisa menjadi masalah besar manakala menyakiti atau melukai perasaan orang lain. Atau juga sebuah kalimat itu akan menimbulkan persepsi yang salah kepada diri kita. Karena pada dasarnya orang tak tahu bagaimana keseharian kita. Mereka hanya sekedar membaca apa yang kita tuliskan. Maka mulailah dari diri sendiri untuk menjaga lisan kita sebagaimana hadist berikut.
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim)




Read more »»  

Jumat, 04 Oktober 2013

Tertera

Coba, uji selalu menghampiri
Bertahta dalam diri
Kadang mendatangkan nyeri
Akankah berdiam dan berpangku tangan?
Menangis sesegukan hingga hilang penalaran?
Bahkan mencaci maki penuh kemarahan?

Duhai diri yang merugi
Semakin celaka dan meranalah dikau
Kau lupa....
Dibalik itu semua
Ada hikmah kebaikan yang tak kau ketahui
Tak terjamah oleh indramu yang lemah....
Padahal Dia memberitahu semua
di dalam Kitab-Nya
LIHAT...!
Tidakkah semua TERTERA....



Read more »»  

Jumat, 27 September 2013

My Favourite Book

Bismillahirrahmannirrahiim,

Makin aku belajar.... rasanya bukan semakin aku merasa pintar. Malah justru makin merasa begitu dangkal. Begitu banyak yang aku belum ketahui. Begitu sedikit ilmu yang aku miliki. Jadi semakin sering beristighfar atas kesombonganku selama ini.

Alqur'an.... dulu entah ada dalam urutan keberapa dalam daftar buku favouriteku. Kalah dengan cerita-cerita fiksi yang berwujud novel, buku-buku motivasi, biografi, majalah, tabloid, dan lain-lain. Kalau sedang galau, aku akan mencari buku-buku yang bisa membangkitkan semangat, tak perduli siapa pengarangnya. Kalau membaca novel, aku sanggup melalap setebal ribuan halaman. Membaca majalah dan tabloid bisa rutin tiap edisi.


Tapi...

Semua itu tak aku imbangi dengan mempelajari kitab yang paling mulia, paling sempurna, paling bermakna, yaitu Alqur'an. Sehingga buku-buku motivasi itu rasanya hanya seperti teori dari para pakarnya, yang kalau aku tak bisa mempraktekkannya dalam kehidupanku, aku malah jadi stress. Misalnya aku membaca buku bagaimana membuat anak jadi mandiri, atau jadi nafsu makan. Banyak cara diungkapkan dalam buku. Tapi pada saat aku coba praktekkan ke anak-anakku, ternyata ngga mempan. Tips-tips yang dituliskan bagai hal yang amat sulit diwujudkan. Aku jadi tambah pusing, merasa jadi ibu yang tidak becus.

Pun dengan beberapa seminar motivasi yang pernah aku ikuti. Selama seminar berlangsung dan beberapa waktu sesudahnya, jiwa ragaku bagai disiram energi yang luar biasa.  Banyak rencana dan impian muluk aku rancang mengikuti sang motivator. Tapi hasilnya....? Semangat itu makin hari makin pudar. Bahkan akhirnya terlupakan.

Aku akui.... semua itu bukan tak ada pengaruhnya pada diriku. Terutama melatih bagaimana aku harus selalu berusaha untuk berfikir positif dan tidak pesimis menjalani kehidupan. Tapi sebelum aku mempelajari kandungan Alqur'an, pikiran positif itu bagai tanpa arah. Mau dibawa kemana....?

Terutama untuk mendidik anak-anakku. Sekuat upayaku menularkan pikiran positif ini ke anak-anakku, aku merasa sikap dan perilaku mereka begitu jauh dari harapan. Aku merasa sudah melakukan kebaikan, tapi kebaikan menurut ukuranku. Belum tentu sama dengan anggapan orang atau bahkan anak-anakku sendiri sepertinya tak yakin untuk mencontohku. Jadi mana bisa aku kecewa pada mereka kalau aku bukanlah contoh yang baik buat mereka. Dan makin hari hal ini makin mengganggu pikiranku, karena aku adalah ibu yang berpikiran bahwa, anak itu harus percaya pada orang tuanya. Kalau anak kita sendiri tak percaya pada kita, bagaimana orang lain bisa...?

Subhanallah.... Pada saat kondisi pikiran dan jiwaku makin membutuhkan pijakan, Allah memberiku jalan. Dalam diriku tumbuh keinginan kuat untuk membuka Alqur'an dengan lebih dalam. Dan kemudahan demi kemudahan yang diberikan Allah dalam prosesnya membuatku tak henti-henti bersyukur. Begitu tepat Allah akan janjinya, seperti dalam sebuah hadist:
... "Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku mendekatinya sedepa.  Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari."
Alhamdulillah... Aku mendapat guru-guru yang sabar dan mengerti isi Alqur'an juga hadist, mempunyai teman yang satu visi dan saling memahami. Sedikit demi sedikit pemahaman tentang Kitab Suci membuat banyak perubahan dalam jiwaku. Halaqah demi halaqah semakin menenangkan hatiku. Membuat pikiran-pikiran positifku menjadi mempunyai arah dan pijakan. Duduk melingkar belajar di rumahku atau rumah temanku lebih luar biasa dari pada seminar-seminar motivasi yang diadakan di tempat-tempat mewah sekalipun. 

Menularkan semua yang aku dapat kepada anak-anakpun menjadi lebih mudah dan terarah. Pijakannya jelas. Tak ada yang diragukan. Mereka juga yakin untuk mengikutinya. Menasehati mereka dengan menyebutkan dasar hukumnya dalam Alqur'an menjadi tak terbantahkan. Sedikit demi sedikit anak-anak mulai memperlihatkan perubahan ke arah kebaikan. Aku akui saat ini masih banyak yang harus dibenahi. Terutama dalam diriku. Amat banyak kesalahan dan kekuranganku. Kedangkalan ilmu bahkan juga keimanan yang masih sering naik turun membuatku ingin terus mempelajari Alqur'an. Dan makin dipelajari, makin dihayati, makin diyakini.... Alqur'an makin membuat takjub jiwa dan raga. Allahu Akbar.

Trimakasih ya Allah... Atas kesempatan yang Kau berikan ini. Jadikanlah ilmu yang hamba pelajari membawa manfaat bagi diri dan keluarga hamba. Berikan hamba umur yang cukup untuk memetik pelajaran dan manfaat dari kitab-Mu. Wahai Pemilik Kekuatan.....berikah hamba kekuatan untuk lebih menghargai sisa kehidupan yang akan hamba jalani, lebih mensyukuri setiap nikmat dariMu, sekecil apapun itu. Aamiin Ya Rabbalalamiin....

Alhamdulillah.... my favourite Book is Alqur'an. 







Read more »»  

Jumat, 20 September 2013

Dua Gadisku Yang Lain

Bismillahirrahmannirrahiim,

Aku tengah merasakan luar biasanya Allah mengatur sebuah pertemuan. Sebuah jalinan manis persahabatan bahkan kemudian menjadi terasa seperti sebuah keluarga, mengukir manis hari-hariku kini. Sungguh tak disangka. Dari kejauhan ada dua gadis yang menghormati dan menganggapku sebagai ibu mereka. Terharu, tentu saja. Bahagia, apalagi. Lucu, sudah menjadi hiburanku. Tangis, mewarnai ikatan kami. Nasehat, bagai pelukan yang menenangkan. Kini... sapaan mereka, adalah bagian dari hari-hariku.

Gadis pertama yang aku maksud adalah Harumi Putri Chayani atau nama facebooknya Harumi Si Bungsu. Anak-anak Blog Of Friendship pasti banyak yang mengenalnya. Rumi termasuk sering mengikuti acara kopdar Bloof, bahkan terakhir naik gunung Burangrang juga ikut. Rumi tinggal di Cileduk, Tangerang.

Aku mulai dekat dengannya ketika aku memakai jasa Harumi Tour ketika rekreasi ke Pulau Tidung beberapa waktu lalu. Komunikasi kami kemudian terhubung melalui BB. Dari status-status BB Rumi aku akhirnya mengetahui kalau anak ini begitu ulet dalam berusaha. Sering sekali menawarkan paket-paket wisata, bahkan paket pernikahan, menerima pesanan mug, pin, gantungan kunci, karikatur, spanduk, bahkan jualan tanah juga. "Lu minta gua ada" deh pokoknya.

Rumi juga mensponsori Give Away Menyemai Cinta yang aku selenggarakan sebelum Ramadhan lalu. Kami memang cukup dekat, tapi Rumi belum terbuka dengan kehidupannya. Belakangan aku tahu, kalau Rumi adalah Yatim Piatu. Ibunya meninggal seminggu setelah melahirkan Rumi, dan ayahnya meninggal 3 tahun yang lalu. Tapi sejak SMK Rumi sudah kost sendiri. Jadi giatnya dia usaha adalah untuk membiayai sendiri kuliah D3nya. Luar biasa semangat dan perjuangan Rumi. Dia kost sendiri di bilangan Cileduk, membiayai hidup dan kuliahnya sendiri.

Gadis kedua adalah Tengku Sazidah Rani. Aku sudah pernah menulis tentang Rani di blog ini. Gadis yang tinggal di Bangka Belitung ini mulai akrab denganku karena dia membeli bukuku Rembulan Cinta Seorang Bunda. Padahal kami belum pernah mengenal sebelumnya. Rani tiba-tiba menghubungi WA ku dan memesan bukuku. Cerita tentang Rani bisa dibaca di tulisanku Antara Jakarta dan Bangka Belitung.

Setelah membaca RSCB, Rani merasa dekat denganku dan merasa cocok dengan tulisan-tulisanku di buku itu. Kami jadi makin sering menyapa dan bercanda. Tiap hari Rani seperti tak tenang bila belum menyapaku. Rani lebih terbuka. Dia begitu percaya menceritakan permasalahan hidupnya, dari yang sedih maupun yang bahagia. Foto-foto tiap hari dia kirim membuatku makin mengenal sosoknya. Seperti yang sudah aku tulis, orang tua Rani tinggal di Medan. Di Bangka Rani kost tapi kemudian sudah seperti anak bagi keluarga yang ditinggalinya.

Kopdar denag Rani di Food Court Tanah Abang Blok A

Tak kusangka, ada benang merah antara Harumi dan Rani. Mereka ternyata sudah bersahabat sejak tahun 2009. Subhanallah. Aku kenal mereka secara terpisah dan ternyata mereka berdua adalah sahabat karib. Amat dekat malah. Rumi sudah menganggap Rani seperti kakaknya. Rumi yang yatim piatu menganggap Rani adalah seorang kakak yang amat memperhatikan dan sayang padanya. Bukankah ini sebuah kebetulan yang indah. Allah Maha Tahu saat yang tepat untuk kami saling berdekatan dari hati ke hati. Keberadaanku diantara mereka memang lebih secara maya, namun hati kami merasakannya sebagai sebuah kenyataan. Aku makin menyayangi mereka berdua dari hari ke hari.


Kedekatan Harumi dan Rani 

Setelah mereka berdua menyadari bahwa masing-masing mereka mengenalku cukup dekat, mulai deh asyik dan serunya hubungan kami. Makin banyak kisah yang kami bertiga bagi. Kami bisa bercanda macam-macam dan mereka berdua makin terbuka akan pribadi mereka padaku. Aku menjadi seperti bunda mereka. Aku juga takjub pada cara Allah menjalinkan hati mereka layaknya saudara saja. Kadang geli juga rasanya, saat kakak 'menyebalkan' adik, adik curhat. Saat adik tak mau mendengarkan kakak, kakak cerita. Ujung-ujungnya mereka akan bilang,

"Bunda, Kak Rani susah dibilangin, tolong nasehatin tuh." Atau

"Bunda, tolong hibur Rumi, dia sedang sedih."

Apalagi sejak Harumi berkunjung ke tempat Rani di Bangka Belitung. Mereka berdua seperti berat berpisah. Di Bangka Rumi seperti menemukan keluarga baru. Dia diterima amat baik oleh Rani dan keluarga angkatnya. Sesuatu yang amat Rumi dambakan dalam hidupnya selama ini. Perhatian dan kasih sayang orang tua dan saudara. Bunda Niken ini jadi sibuk menenangkan kesedihan keduanya. Berada di tengah mereka benar-benar sebuah keindahan. Aku amat merasakan rasa hormat dan sayang mereka padaku.

Kunjungan Harumi ke Bangka Belitung

Lantas, apakah aku tak boleh merasa bangga saat Rumi bbm aku," Nama Bunda ada di Tugas Akhirku. Nama kak Rani juga."

Lebih lanjut Rumi mengatakan,"Bunda datang ya di acara wisudaku bulan Nopember nanti."

Huuaaaaaa..... Leleh sekali hatiku. Dalam hati bertanya-tanya,"Seberapa dalamkah aku bagi mereka, sampai Rumi menuliskan namaku di TAnya dan memintaku untuk hadir di acara wisudanya?" Padahal ketika Rumi mengatakan itu, dia belum pernah bertemu denganku sama sekali.

Aku baru bertemu dengan Rumi hari Kamis lalu (19 September). Kebetulan ada rekan blogger lain asal Cilegon, Mas Topics, yang hendak mampir ke rumah karena sedang dinas di Jakarta. Aku meminta Rumi bergabung supaya lebih ramai. Dari pertemuan itu, aku melihat Rumi lebih pendiam dari pada Rani. Tapi memang kelihatan kalau Rumi gadis yang kuat mentalnya.

Kopdar dengan mas Topics dan Harumi


Pelukan bunda buat Harumi yang membuat Rani mupeng.

Sementara Rani selalu tak henti memintaku untuk main ke Bangka dengan janji dia akan menjamin aku dan keluarga selama ada di Bangka, dan Rani mengatakan hal ini lebih dari sekali. Kesannya malah Rani mau bantu bunda supaya bisa rekreasi ke Bangka. ^_^


Duuuh, anak-anakku... Apalah bunda ini sampai kalian berdua menghargai bunda sedemikian rupa. Rasanya bunda hanya memberikan sedikit saja perhatian bunda pada kalian. Tapi kalian begitu luar biasa meletakkan bunda pada tempat yang kalian hormati. Trima kasih ya, anak-anakku.

Rani 23 tahun, Rumi 20 tahun. Mereka berdua akan menjadi kakak bagi Luthfan, Astri, Hilman, Fanni dan Kayla. Luar biasa bukan jalinan yang diberikan oleh Allah pada kami. Beberapa bulan lalu kami tak saling kenal, tapi sekarang, aku bunda bagi 5 anak kandungku dan bagi Rani juga Rumi.

Alhamdulillahirrabil Alamiin.







Read more »»  

Rabu, 18 September 2013

Kurang Apa Lagi?

Bismillahirrahmannirrahiim,


Kita mungkin pernah merasakan saat-saat keimanan kita turun. Banyak hal yang bisa mempengaruhinya. Tapi sebenarnya, keimanan itu turun tidak dengan tiba-tiba. Ada sebuah masa stagnan (diam) dalam keimanan kita. Masa itu adalah dimana kita merasa bahwa kita sudah merasa cukup dalam melakukan ibadah. Sudah melakukan sholat, puasa, zakat atau ibadah lainnya, kemudian kita merasa bahwa semua itu sudah cukup. Pada masa itulah kita stagnan dalam beribadah.

Atau ada keadaan lain, bukan karena kita sudah merasa cukup melakukan ibadah, namun justru kita merasa bahwa apa yang terdapat pada Alqur'an tidak mampu kita jalankan. Kita pesimis, merasa Alqur'an begitu tak terjangkau dalam melaksanakannya sebagai pedoman hidup kita. Pada saat itu kita kemudian menjadi stagnan dan keimanan kita menjadi turun.

Tentu saja hal ini tak boleh kita biarkan. Kita mempunyai standar dalam beribadah. Yaitu Rasulullah. Sudahkah kita menjalankan segala petunjuk Allah sebagaimana Rasul menjalankannya? Sudahkah kita menjadikan Rasul sebagai teladan kita? Kalau belum maka itu harus menjadi semangat kita untuk terus beribadah.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS. Asy Syarh 5-7)
Ayat tersebut melarang kita berada dalam posisi stagnan. Bila kita telah selesai dengan ibadah yang satu, maka tingkatkan dengan ibadah yang lain. Dan Allah sudah menjanjikan bahwa sesudah kesulitan akan datang kemudahan. Kita sering terlalu memperhatikan pola kerja dalam beribadah. Baca Qur'an sebanyak-banyaknya hingga khatam berkali-kali, segala puasa sunah dikerjakan, dzikir ribuan kali, meniru cara berpakaian Rasul, penampilan Rasul, dan sebagainya. Yang demikian bukanlah sebuah kesalahan, tapi manakala hanya melakukan kerja-kerja itu tanpa keimanan dan keyakinan, maka kemudian akan terasa berat dalam melaksanakannya. Sebaiknya kita lebih melihat kepada pola keimanan. Kuatkan terlebih dahulu di dalam kalbu kita keyakinan kita pada Islam, maka pola kerja akan mengikuti dan tidak akan terasa berat. Kita yakin bahwa ibadah-ibadah yang kita kerjakan adalah untuk kebahagiaan dunia dan akhirat kita.

Alqur'an diturunkan kepada umat manusia bukan untuk mempersulit namun justru sebagai petunjuk kepada kebenaran. Didalamnya sudah begitu terang penjelasan-penjelasan atas segala sesuatu (tibyaanan likulli sya'in) bagaimana menjalankan kehidupan. Segala pokok-pokok kehidupan telah diatur dalam Alqur'an. Kitab Suci ini juga merupakan rahmat dan merupakan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (wabusyra).

Sebagai mana telah disebutkan dalam firman Allah pada surat An Nahl ayat 89:
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
Rasa pesimis tidak dapat menjalankan apa yang ada di dalam Alqur'an adalah karena tidak yakin pada Alqur'an itu sendiri. Merasa Alqur'an tidak bisa menjawab persoalan-persoalan hidup mereka, sehingga merasa perlu untuk meyakini apa-apa yang tidak diatur dalam Alqur'an. Padahal, kurang apa lagi Alloh mengatur segala sesuatunya di dalam Alqur'an? Kurang bagaimana lagi? Contohnya adalah mengenai busana muslimah. Kaum wanita masih banyak yang mempermasalahkannya bahkan mengatakan bahwa busana muslimah hanya membatasi ruang gerak wanita. Pada saat terjadi gesekan di masyarakat, orang kemudian ribut membuat undang-undang antipornografi. Padahal Alqur'an secara jelas sudah mengatur mengenai busana untuk muslimah yang tujuannya bukan sebagai pembatas ruang gerak, namun justru untuk lebih menjaga kehormatan dan kemuliaan wanita sendiri.

Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 51
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Keimanan memang abstrak, tapi pada saat diuji, dia menjadi tampak atau kongkrit. 








Read more »»  

Senin, 16 September 2013

Kopdar, Bisnis dan Saya Orang Kaya

Bismillahirrahmannirrahiim,

Aku mengenal blogger manis ini sebetulnya sudah cukup lama. Tapi awalnya hanya sebatas kenal biasa. Tahu kalau dia punya bisnis Little O Store yang sering menjadi sponsor beberapa Give Away atau kontes. Kami makin intens berhubungan setelah Triana Advertiyha Astary atau yang akrab dipanggil Iyha memintaku membuat endorsment untuk buku perdananya: Saya Orang Kaya. Apalagi kemudian Iyha memesan katering harian kepadaku. Asyik ya... Dari obrolan ringan akhirnya jadi berbisnis. Alhamdulillah.

Katering aku antarkan sendiri sekalian kopdar.  Setelah selesai masak, menikmati me time sambil minum kopi, menjemput Fanni sekolah, barulah aku meluncur ke rumah Iyha. Alamatnya tak sulit dicari sebab aku cukup mengenal daerahnya. Dan seperti layaknya sebuah kopdar, selalu seru dengan kisah-kisah dan sensasi tersendiri. Bisa ketemu dengan Little Osar dan mas Nakho, suami Iyha.

Tambah asyik lagi waktu Iyha memberikan buku perdananya untukku. Sebagai pengisi endors, aku berhak dapat gratisan, katanya. Mumpung ketemu dengan penulisnya, tentu saja sekalian minta tanda tangannya. Inilah buku Saya Orang Kaya karya Triana Advertiyha Astary itu:

Pengarang, buku dan penggemar
Jumpa fans nih Iyha... 


Sedikit goresan buat buku Iyha 


Tanda tangan dari sang penulis 


Dapat 30 Vitamin
bisa sehat dan kuat nih...

Membaca buku ini tak ingin berhenti dari awal hingga akhir. Penasaran dengan vitamin motivasi yang disuguhkan. Iyha begitu jeli mengamati hal-hal di sekitar dan kemudian mengemasnya menjadi sebuah perenungan yang dalam, namun tidak rumit. Bahasanya sederhana dan mudah dipahami. Buku Saya Orang Kaya ini, mengajak kita untuk lebih mengamati apa yang ada pada diri sendiri agar lebih mensyukuri sekecil apapun pemberian Allah, hingga kita bisa menjadi merasa begitu kaya. Kaya makna.

Buku ini terdiri dari empat bab: Inspirasi Di Sana-Sini, Bahasa Kaya Makna, Blogivasi (Blogging Melahirkan Motivasi) dan Kompetivasi (Kompetisi Melahirkan Motivasi). Sebagaimana judul bukunya, ada 30 judul tulisan motivasi yang terkelompok dengan apik pada tiap-tiap babnya.

Aku tak menyangka bahkan sekedar letak huruf Y dan U yang bersebelahan di keyboard bisa diamati Iyha dan menemukan sebuah kekurangtelitian yang bisa berakibat fatal (halaman 53). Penasaran dengan judul Mahar Cinta Cukup Satu Juta (halaman 58), dan setelah aku baca ternyata Iyha 'bohong'. Maharnya bernilai lebih dari itu, bahkan bisa menjadi berjuta-juta kebahagiaan. Pada tulisan yang berjudul Pelajaran Hidup Lewat Dangdut (halaman 27), Iyha memotivasi pembaca agar jangan pernah menyerah. Lagi-lagi sebuah kejelian cara berpikir yang bisa selalu mengambil hikmah dari apa yang dilihatnya.

Buat yang sedang merasa butuh penyemangat diri, buku ini sangat cocok dimiliki. Hubungi saja Iyha dengan berkunjung ke blognya Keajaiban Senyuman.

Dari kopdar ini, Iyha tak hanya memberikan bukunya tapi juga sebuah souvenir berupa tempat makan untuk Fanni, anakku. Asyik kan...? Bisnis dapat, buku dapat, masih ditambah dengan oleh-oleh buat anakku. Aiih.. Iyha baik banget deh. Semoga bukunya laris manis, dan Little O Storenya makin sukses.

Kirain cuma 1 tempat makan 


ternyata keluarga berencana ^_^

Pukul 12 aku pamit karena harus menjemput Hilman pulang sekolah. Sepanjang perjalanan aku berdoa agar apa yang kami jalin membawa keberkahan bagi kami berdua dan keluarga. Aamiin Ya Rabb.




Read more »»