Bismillahirrohmannirrohiim,
Lama-lama nggak tahan juga kalau nggak cerita tentang dua bujangan yang belakangan makin akrab denganku. Tiap hari ada saja kelucuan yang mereka ciptakan melalui obrolan bbm. Gara-gara android sudah bisa merambah bbm, mereka jadi bisa ikut menginstalnya dan bawel banget tiap hari. ^_^
Dua bujangan ini adalah Mohammad Taufiqurrohman pemilik blog Topics dan mas Muhammad Ridwan Purnomo pemilik blog La Ranta. Heeiii.. keduanya memakai nama awal yang sama, hanya beda satu huruf o dan u saja. Nama yang bagus bukan? Sepanjang yang aku kenal, mereka berdua memang selalu sopan dan bersikap baik kepadaku. Kalau dulu aku pernah berkisah tentang Dua Gadisku Yang Lain, maka kali ini aku akan berkisah tentang Dua Bujangan.
Dengan mas Ridwan, aku memang sudah lama dekat, sudah beberapa kali ketemu. Bahkan saat ini sedang ada proyek kerja sama membuat kolaborasi kumpulan cerpen yang sedang kami ajukan ke penerbit mayor. Semoga naskah kami diterima. Aamiin Ya Rabb.
Sedangkan dengan mas Taufik, keakraban baru dalam beberapa bulan ini. Sudah pernah berkunjung ke rumahku dua kali. Berawal dengan bagaimana dia memanggilku dengan sebutan "Mak" di facebook. Eehh.. sekarang malah agak keren dikit, kadang manggil "Mommy". Hadeeuuuuh... Wis biarin aja. Tetap nggak jauh dari kesan emak-emak pokoknya. Aku memanggilnya "Tole". Rasanya jadi sok akrab sok dekat gitu deh dengan panggilan itu ^_^. Mas Ridwan yang semula memanggilku dengan sebutan bunda, jadi ketularan memanggil Mak. Mendadak aku punya dua anak bujangan baru, yang masing-masing punya kegalauan sendiri-sendiri. *Pisss mas-maaas...
Tiap pagi, Tole rajin sekali menyapa salam dan selamat pagi. Sepertinya sehabis sholat subuh yang dia lakukan adalah menyapaku dan mas Ridwan. Maaf ya Le, Mak sering nggak langsung menjawab salammu segera. Kalau pagi suka repot di dapur atau ke pasar. Tapi pasti dijawab kan. Makasih loh dengan sapaan dan salam tiap paginya.
Usia mereka hanya terpaut setahun, lebih muda Tole. Dan dalam obrolan kami, Tole memanggil mas Ridwan dengan sebutan "Kakak". Bener-bener lucu mereka berdua kalau bersenda gurau seperti kakak adik. Tole pantes banget berperan seperti adik yang kolokan sama kakaknya. Dan kakak sok cool gitu menanggapi gurauan adiknya. Hahahaha... Dua bujangan ini memang seru.
Untuk mas Ridwan, dalam beberapa hal aku mirip dengan ibundanya, itu sebabnya, aku sering mengingatkan dirinya pada ibunda yang ada di kampung halaman, Situbondo. Secara si kakak ini sudah beberapa bulan di Jakarta dan belum bisa pulang. Kerinduannya pada ibunda bahkan sempat membuatnya menitikkan air mata. Mas Ridwan pernah mengirimi aku beberapa foto keluarganya, termasuk foto ibunya. Rindu masakan ibu, perhatian ibu dan sebagainya. Kalau main ke rumah mungkin mas Ridwan melihat bagaimana interaksiku dengan anak-anak, jadi membuatnya merindukan sang ibu.
"Mak, kalau liat emak, aku ingat ibuku." begitu kata Kakak.
Bagiku, sebuah persahabatan selalu ada nilainya. Ucapan itu membuatku merasa terharu, karena itu bermakna aku mempunyai arti buat sahabatku. Itu berarti si kakak menghormatiku seperti ibunya. Memang kelihatan banget dari beberapa kali pertemuan dengan si kakak, sikap dan candanya selalu sopan. Si Plegmatis Melankoli ini kalau ngobrol memang lebih tertata dan dipikirkan.
Dengan Tole, ada curhatan tersendiri. Tentang apa? Ada deeh... Tole ini sepertinya memang anak yang kolokan kalau sama ibunya. Maka dengan Mak ini juga begitu. Atau lebih tepatnya, kesannya begitu. Lucu, juga bisa bijak, tapi kadang menyebalkan. Entah sudah berapa "panci" yang aku "lempar" ke Tole. Hahaha... Sampai kebal kali saking seringnya adegan "balang panci". Tapi Mak tau kok Le. Asline Tole nggak gitu. Si Sanguin ini memang selalu membuat ramai suasana dan tentunya lebih bawel dari pada Kakak.
"Aku nggak mungkin bersikap seperti ini kalau tidak dengan orang-orang yang aku rasa cocok. Kalau aku bisa seperti ini, itu artinya aku nyaman dan cocok sama Mak dan Kakak." Gitu kan yo Le yang pernah Tole ucapkan.
Mereka berdua punya kesukaan makanan yang berbeda. Kakak nggak suka kecap, sukanya oseng-oseng atau balado. Sedangkan Tole yang diributin semur telor terus. Kalau mereka berdua ke rumah, jadi boros bumbu deh. Masak semur telor buat Tole, masak oseng terong atau balado buat Kakak. Tapi biarlah. Mak dengan senang hati memasaknya buat dua bujangan ini. Biar ada kenangannya makan masakan Mak. Enak atau enggak urusan belakangan. Tapi ada perhatian di balik masakan itu. Cieeeee....
Mas Ridwan, Mas Taufik... Makasih buat persahabatannya. Mak amat menghargainya. Semoga kalian berdua segera mencapai segala apa yang kalian harapkan dan cita-citakan. Ada kisah yang ingin dirangkai, ada cita-cita yang ingin diraih, ada kerinduan yang ingin diluapkan. Semoga semua itu mendapat ridho dari Alloh. Maaf ya kalau dalam bersenda gurau ada salah khilaf yang Mak perbuat. Barkalloh, Kakak, Tole.
Read more »»
Lama-lama nggak tahan juga kalau nggak cerita tentang dua bujangan yang belakangan makin akrab denganku. Tiap hari ada saja kelucuan yang mereka ciptakan melalui obrolan bbm. Gara-gara android sudah bisa merambah bbm, mereka jadi bisa ikut menginstalnya dan bawel banget tiap hari. ^_^
Dua bujangan ini adalah Mohammad Taufiqurrohman pemilik blog Topics dan mas Muhammad Ridwan Purnomo pemilik blog La Ranta. Heeiii.. keduanya memakai nama awal yang sama, hanya beda satu huruf o dan u saja. Nama yang bagus bukan? Sepanjang yang aku kenal, mereka berdua memang selalu sopan dan bersikap baik kepadaku. Kalau dulu aku pernah berkisah tentang Dua Gadisku Yang Lain, maka kali ini aku akan berkisah tentang Dua Bujangan.
Dengan mas Ridwan, aku memang sudah lama dekat, sudah beberapa kali ketemu. Bahkan saat ini sedang ada proyek kerja sama membuat kolaborasi kumpulan cerpen yang sedang kami ajukan ke penerbit mayor. Semoga naskah kami diterima. Aamiin Ya Rabb.
Sedangkan dengan mas Taufik, keakraban baru dalam beberapa bulan ini. Sudah pernah berkunjung ke rumahku dua kali. Berawal dengan bagaimana dia memanggilku dengan sebutan "Mak" di facebook. Eehh.. sekarang malah agak keren dikit, kadang manggil "Mommy". Hadeeuuuuh... Wis biarin aja. Tetap nggak jauh dari kesan emak-emak pokoknya. Aku memanggilnya "Tole". Rasanya jadi sok akrab sok dekat gitu deh dengan panggilan itu ^_^. Mas Ridwan yang semula memanggilku dengan sebutan bunda, jadi ketularan memanggil Mak. Mendadak aku punya dua anak bujangan baru, yang masing-masing punya kegalauan sendiri-sendiri. *Pisss mas-maaas...
Tiap pagi, Tole rajin sekali menyapa salam dan selamat pagi. Sepertinya sehabis sholat subuh yang dia lakukan adalah menyapaku dan mas Ridwan. Maaf ya Le, Mak sering nggak langsung menjawab salammu segera. Kalau pagi suka repot di dapur atau ke pasar. Tapi pasti dijawab kan. Makasih loh dengan sapaan dan salam tiap paginya.
Oleh-oleh dari Tole waktu ada tugas ke Anyer
Usia mereka hanya terpaut setahun, lebih muda Tole. Dan dalam obrolan kami, Tole memanggil mas Ridwan dengan sebutan "Kakak". Bener-bener lucu mereka berdua kalau bersenda gurau seperti kakak adik. Tole pantes banget berperan seperti adik yang kolokan sama kakaknya. Dan kakak sok cool gitu menanggapi gurauan adiknya. Hahahaha... Dua bujangan ini memang seru.
Kopdar 9 November 2013
Untuk mas Ridwan, dalam beberapa hal aku mirip dengan ibundanya, itu sebabnya, aku sering mengingatkan dirinya pada ibunda yang ada di kampung halaman, Situbondo. Secara si kakak ini sudah beberapa bulan di Jakarta dan belum bisa pulang. Kerinduannya pada ibunda bahkan sempat membuatnya menitikkan air mata. Mas Ridwan pernah mengirimi aku beberapa foto keluarganya, termasuk foto ibunya. Rindu masakan ibu, perhatian ibu dan sebagainya. Kalau main ke rumah mungkin mas Ridwan melihat bagaimana interaksiku dengan anak-anak, jadi membuatnya merindukan sang ibu.
"Mak, kalau liat emak, aku ingat ibuku." begitu kata Kakak.
Bagiku, sebuah persahabatan selalu ada nilainya. Ucapan itu membuatku merasa terharu, karena itu bermakna aku mempunyai arti buat sahabatku. Itu berarti si kakak menghormatiku seperti ibunya. Memang kelihatan banget dari beberapa kali pertemuan dengan si kakak, sikap dan candanya selalu sopan. Si Plegmatis Melankoli ini kalau ngobrol memang lebih tertata dan dipikirkan.
Dengan Tole, ada curhatan tersendiri. Tentang apa? Ada deeh... Tole ini sepertinya memang anak yang kolokan kalau sama ibunya. Maka dengan Mak ini juga begitu. Atau lebih tepatnya, kesannya begitu. Lucu, juga bisa bijak, tapi kadang menyebalkan. Entah sudah berapa "panci" yang aku "lempar" ke Tole. Hahaha... Sampai kebal kali saking seringnya adegan "balang panci". Tapi Mak tau kok Le. Asline Tole nggak gitu. Si Sanguin ini memang selalu membuat ramai suasana dan tentunya lebih bawel dari pada Kakak.
"Aku nggak mungkin bersikap seperti ini kalau tidak dengan orang-orang yang aku rasa cocok. Kalau aku bisa seperti ini, itu artinya aku nyaman dan cocok sama Mak dan Kakak." Gitu kan yo Le yang pernah Tole ucapkan.
blog emak juga rame dengan komen mereka
Mereka berdua punya kesukaan makanan yang berbeda. Kakak nggak suka kecap, sukanya oseng-oseng atau balado. Sedangkan Tole yang diributin semur telor terus. Kalau mereka berdua ke rumah, jadi boros bumbu deh. Masak semur telor buat Tole, masak oseng terong atau balado buat Kakak. Tapi biarlah. Mak dengan senang hati memasaknya buat dua bujangan ini. Biar ada kenangannya makan masakan Mak. Enak atau enggak urusan belakangan. Tapi ada perhatian di balik masakan itu. Cieeeee....
Semur telor buat Tole dan balado cumi buat Kakak
Mas Ridwan, Mas Taufik... Makasih buat persahabatannya. Mak amat menghargainya. Semoga kalian berdua segera mencapai segala apa yang kalian harapkan dan cita-citakan. Ada kisah yang ingin dirangkai, ada cita-cita yang ingin diraih, ada kerinduan yang ingin diluapkan. Semoga semua itu mendapat ridho dari Alloh. Maaf ya kalau dalam bersenda gurau ada salah khilaf yang Mak perbuat. Barkalloh, Kakak, Tole.




























