Frangipani Flower Lovely Little Garden: kopdar
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart
Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2013

Dua Bujangan

Bismillahirrohmannirrohiim,

Lama-lama nggak tahan juga kalau nggak cerita tentang dua bujangan yang belakangan makin akrab denganku. Tiap hari ada saja kelucuan yang mereka ciptakan melalui obrolan bbm. Gara-gara android sudah bisa merambah bbm, mereka jadi bisa ikut menginstalnya dan bawel banget tiap hari. ^_^

Dua bujangan ini adalah Mohammad Taufiqurrohman pemilik blog Topics dan mas Muhammad Ridwan Purnomo pemilik blog La Ranta. Heeiii.. keduanya memakai nama awal yang sama, hanya beda satu huruf o dan u saja. Nama yang bagus bukan? Sepanjang yang aku kenal, mereka berdua memang selalu sopan dan bersikap baik kepadaku. Kalau dulu aku pernah berkisah tentang Dua Gadisku Yang Lain, maka kali ini aku akan berkisah tentang Dua Bujangan.

Dengan mas Ridwan, aku memang sudah lama dekat, sudah beberapa kali ketemu. Bahkan saat ini sedang ada proyek kerja sama membuat kolaborasi kumpulan cerpen yang sedang kami ajukan ke penerbit mayor. Semoga naskah kami diterima. Aamiin Ya Rabb.

Sedangkan dengan mas Taufik, keakraban baru dalam beberapa bulan ini. Sudah pernah berkunjung ke rumahku dua kali. Berawal dengan bagaimana dia memanggilku dengan sebutan "Mak" di facebook. Eehh.. sekarang malah agak keren dikit, kadang manggil "Mommy". Hadeeuuuuh... Wis biarin aja. Tetap nggak jauh dari kesan emak-emak pokoknya. Aku memanggilnya "Tole". Rasanya jadi sok akrab sok dekat gitu deh dengan panggilan itu ^_^. Mas Ridwan yang semula memanggilku dengan sebutan bunda, jadi ketularan memanggil Mak. Mendadak aku punya dua anak bujangan baru, yang masing-masing punya kegalauan sendiri-sendiri. *Pisss mas-maaas...

Tiap pagi, Tole rajin sekali menyapa salam dan selamat pagi. Sepertinya sehabis sholat subuh yang dia lakukan adalah menyapaku dan mas Ridwan. Maaf ya Le, Mak sering nggak langsung menjawab salammu segera. Kalau pagi suka repot di dapur atau ke pasar. Tapi pasti dijawab kan. Makasih loh dengan sapaan dan salam tiap paginya.

Oleh-oleh dari Tole waktu ada tugas ke Anyer

Usia mereka hanya terpaut setahun, lebih muda Tole. Dan dalam obrolan kami, Tole memanggil mas Ridwan dengan sebutan "Kakak". Bener-bener lucu mereka berdua kalau bersenda gurau seperti kakak adik. Tole pantes banget berperan seperti adik yang kolokan sama kakaknya. Dan kakak sok cool gitu menanggapi gurauan adiknya. Hahahaha... Dua bujangan ini memang seru.


Kopdar 9 November 2013

Untuk mas Ridwan, dalam beberapa hal aku mirip dengan ibundanya, itu sebabnya, aku sering mengingatkan dirinya pada ibunda yang ada di kampung halaman, Situbondo. Secara si kakak ini sudah beberapa bulan di Jakarta dan belum bisa pulang. Kerinduannya pada ibunda bahkan sempat membuatnya menitikkan air mata. Mas Ridwan pernah mengirimi aku beberapa foto keluarganya, termasuk foto ibunya. Rindu masakan ibu, perhatian ibu dan sebagainya. Kalau main ke rumah mungkin mas Ridwan melihat bagaimana interaksiku dengan anak-anak, jadi membuatnya merindukan sang ibu.

"Mak, kalau liat emak, aku ingat ibuku." begitu kata Kakak.

Bagiku, sebuah persahabatan selalu ada nilainya. Ucapan itu membuatku merasa terharu, karena itu bermakna aku mempunyai arti buat sahabatku. Itu berarti si kakak menghormatiku seperti ibunya. Memang kelihatan banget dari beberapa kali pertemuan dengan si kakak, sikap dan candanya selalu sopan. Si Plegmatis Melankoli ini kalau ngobrol memang lebih tertata dan dipikirkan.

Dengan Tole, ada curhatan tersendiri. Tentang apa? Ada deeh... Tole ini sepertinya memang anak yang kolokan kalau sama ibunya. Maka dengan Mak ini juga begitu. Atau lebih tepatnya, kesannya begitu. Lucu, juga bisa bijak, tapi kadang menyebalkan. Entah sudah berapa "panci" yang aku "lempar" ke Tole. Hahaha... Sampai kebal kali saking seringnya adegan "balang panci". Tapi Mak tau kok Le. Asline Tole nggak gitu. Si Sanguin ini memang selalu membuat ramai suasana dan tentunya lebih bawel dari pada Kakak.

"Aku nggak mungkin bersikap seperti ini kalau tidak dengan orang-orang yang aku rasa cocok. Kalau aku bisa seperti ini, itu artinya aku nyaman dan cocok sama Mak dan Kakak." Gitu kan yo Le yang pernah Tole ucapkan.

blog emak juga rame dengan komen mereka

Mereka berdua punya kesukaan makanan yang berbeda. Kakak nggak suka kecap, sukanya oseng-oseng atau balado. Sedangkan Tole yang diributin semur telor terus. Kalau mereka berdua ke rumah, jadi boros bumbu deh. Masak semur telor buat Tole, masak oseng terong atau balado buat Kakak. Tapi biarlah. Mak dengan senang hati memasaknya buat dua bujangan ini. Biar ada kenangannya makan masakan Mak. Enak atau enggak urusan belakangan. Tapi ada perhatian di balik masakan itu. Cieeeee....


Semur telor buat Tole dan balado cumi buat Kakak

Mas Ridwan, Mas Taufik... Makasih buat persahabatannya. Mak amat menghargainya. Semoga kalian berdua segera mencapai segala apa yang kalian harapkan dan cita-citakan. Ada kisah yang ingin dirangkai, ada cita-cita yang ingin diraih, ada kerinduan yang ingin diluapkan. Semoga semua itu mendapat ridho dari Alloh. Maaf ya kalau dalam bersenda gurau ada salah khilaf yang Mak perbuat. Barkalloh, Kakak, Tole.







Read more »»  

Jumat, 20 September 2013

Dua Gadisku Yang Lain

Bismillahirrahmannirrahiim,

Aku tengah merasakan luar biasanya Allah mengatur sebuah pertemuan. Sebuah jalinan manis persahabatan bahkan kemudian menjadi terasa seperti sebuah keluarga, mengukir manis hari-hariku kini. Sungguh tak disangka. Dari kejauhan ada dua gadis yang menghormati dan menganggapku sebagai ibu mereka. Terharu, tentu saja. Bahagia, apalagi. Lucu, sudah menjadi hiburanku. Tangis, mewarnai ikatan kami. Nasehat, bagai pelukan yang menenangkan. Kini... sapaan mereka, adalah bagian dari hari-hariku.

Gadis pertama yang aku maksud adalah Harumi Putri Chayani atau nama facebooknya Harumi Si Bungsu. Anak-anak Blog Of Friendship pasti banyak yang mengenalnya. Rumi termasuk sering mengikuti acara kopdar Bloof, bahkan terakhir naik gunung Burangrang juga ikut. Rumi tinggal di Cileduk, Tangerang.

Aku mulai dekat dengannya ketika aku memakai jasa Harumi Tour ketika rekreasi ke Pulau Tidung beberapa waktu lalu. Komunikasi kami kemudian terhubung melalui BB. Dari status-status BB Rumi aku akhirnya mengetahui kalau anak ini begitu ulet dalam berusaha. Sering sekali menawarkan paket-paket wisata, bahkan paket pernikahan, menerima pesanan mug, pin, gantungan kunci, karikatur, spanduk, bahkan jualan tanah juga. "Lu minta gua ada" deh pokoknya.

Rumi juga mensponsori Give Away Menyemai Cinta yang aku selenggarakan sebelum Ramadhan lalu. Kami memang cukup dekat, tapi Rumi belum terbuka dengan kehidupannya. Belakangan aku tahu, kalau Rumi adalah Yatim Piatu. Ibunya meninggal seminggu setelah melahirkan Rumi, dan ayahnya meninggal 3 tahun yang lalu. Tapi sejak SMK Rumi sudah kost sendiri. Jadi giatnya dia usaha adalah untuk membiayai sendiri kuliah D3nya. Luar biasa semangat dan perjuangan Rumi. Dia kost sendiri di bilangan Cileduk, membiayai hidup dan kuliahnya sendiri.

Gadis kedua adalah Tengku Sazidah Rani. Aku sudah pernah menulis tentang Rani di blog ini. Gadis yang tinggal di Bangka Belitung ini mulai akrab denganku karena dia membeli bukuku Rembulan Cinta Seorang Bunda. Padahal kami belum pernah mengenal sebelumnya. Rani tiba-tiba menghubungi WA ku dan memesan bukuku. Cerita tentang Rani bisa dibaca di tulisanku Antara Jakarta dan Bangka Belitung.

Setelah membaca RSCB, Rani merasa dekat denganku dan merasa cocok dengan tulisan-tulisanku di buku itu. Kami jadi makin sering menyapa dan bercanda. Tiap hari Rani seperti tak tenang bila belum menyapaku. Rani lebih terbuka. Dia begitu percaya menceritakan permasalahan hidupnya, dari yang sedih maupun yang bahagia. Foto-foto tiap hari dia kirim membuatku makin mengenal sosoknya. Seperti yang sudah aku tulis, orang tua Rani tinggal di Medan. Di Bangka Rani kost tapi kemudian sudah seperti anak bagi keluarga yang ditinggalinya.

Kopdar denag Rani di Food Court Tanah Abang Blok A

Tak kusangka, ada benang merah antara Harumi dan Rani. Mereka ternyata sudah bersahabat sejak tahun 2009. Subhanallah. Aku kenal mereka secara terpisah dan ternyata mereka berdua adalah sahabat karib. Amat dekat malah. Rumi sudah menganggap Rani seperti kakaknya. Rumi yang yatim piatu menganggap Rani adalah seorang kakak yang amat memperhatikan dan sayang padanya. Bukankah ini sebuah kebetulan yang indah. Allah Maha Tahu saat yang tepat untuk kami saling berdekatan dari hati ke hati. Keberadaanku diantara mereka memang lebih secara maya, namun hati kami merasakannya sebagai sebuah kenyataan. Aku makin menyayangi mereka berdua dari hari ke hari.


Kedekatan Harumi dan Rani 

Setelah mereka berdua menyadari bahwa masing-masing mereka mengenalku cukup dekat, mulai deh asyik dan serunya hubungan kami. Makin banyak kisah yang kami bertiga bagi. Kami bisa bercanda macam-macam dan mereka berdua makin terbuka akan pribadi mereka padaku. Aku menjadi seperti bunda mereka. Aku juga takjub pada cara Allah menjalinkan hati mereka layaknya saudara saja. Kadang geli juga rasanya, saat kakak 'menyebalkan' adik, adik curhat. Saat adik tak mau mendengarkan kakak, kakak cerita. Ujung-ujungnya mereka akan bilang,

"Bunda, Kak Rani susah dibilangin, tolong nasehatin tuh." Atau

"Bunda, tolong hibur Rumi, dia sedang sedih."

Apalagi sejak Harumi berkunjung ke tempat Rani di Bangka Belitung. Mereka berdua seperti berat berpisah. Di Bangka Rumi seperti menemukan keluarga baru. Dia diterima amat baik oleh Rani dan keluarga angkatnya. Sesuatu yang amat Rumi dambakan dalam hidupnya selama ini. Perhatian dan kasih sayang orang tua dan saudara. Bunda Niken ini jadi sibuk menenangkan kesedihan keduanya. Berada di tengah mereka benar-benar sebuah keindahan. Aku amat merasakan rasa hormat dan sayang mereka padaku.

Kunjungan Harumi ke Bangka Belitung

Lantas, apakah aku tak boleh merasa bangga saat Rumi bbm aku," Nama Bunda ada di Tugas Akhirku. Nama kak Rani juga."

Lebih lanjut Rumi mengatakan,"Bunda datang ya di acara wisudaku bulan Nopember nanti."

Huuaaaaaa..... Leleh sekali hatiku. Dalam hati bertanya-tanya,"Seberapa dalamkah aku bagi mereka, sampai Rumi menuliskan namaku di TAnya dan memintaku untuk hadir di acara wisudanya?" Padahal ketika Rumi mengatakan itu, dia belum pernah bertemu denganku sama sekali.

Aku baru bertemu dengan Rumi hari Kamis lalu (19 September). Kebetulan ada rekan blogger lain asal Cilegon, Mas Topics, yang hendak mampir ke rumah karena sedang dinas di Jakarta. Aku meminta Rumi bergabung supaya lebih ramai. Dari pertemuan itu, aku melihat Rumi lebih pendiam dari pada Rani. Tapi memang kelihatan kalau Rumi gadis yang kuat mentalnya.

Kopdar dengan mas Topics dan Harumi


Pelukan bunda buat Harumi yang membuat Rani mupeng.

Sementara Rani selalu tak henti memintaku untuk main ke Bangka dengan janji dia akan menjamin aku dan keluarga selama ada di Bangka, dan Rani mengatakan hal ini lebih dari sekali. Kesannya malah Rani mau bantu bunda supaya bisa rekreasi ke Bangka. ^_^


Duuuh, anak-anakku... Apalah bunda ini sampai kalian berdua menghargai bunda sedemikian rupa. Rasanya bunda hanya memberikan sedikit saja perhatian bunda pada kalian. Tapi kalian begitu luar biasa meletakkan bunda pada tempat yang kalian hormati. Trima kasih ya, anak-anakku.

Rani 23 tahun, Rumi 20 tahun. Mereka berdua akan menjadi kakak bagi Luthfan, Astri, Hilman, Fanni dan Kayla. Luar biasa bukan jalinan yang diberikan oleh Allah pada kami. Beberapa bulan lalu kami tak saling kenal, tapi sekarang, aku bunda bagi 5 anak kandungku dan bagi Rani juga Rumi.

Alhamdulillahirrabil Alamiin.







Read more »»  

Senin, 16 September 2013

Kopdar, Bisnis dan Saya Orang Kaya

Bismillahirrahmannirrahiim,

Aku mengenal blogger manis ini sebetulnya sudah cukup lama. Tapi awalnya hanya sebatas kenal biasa. Tahu kalau dia punya bisnis Little O Store yang sering menjadi sponsor beberapa Give Away atau kontes. Kami makin intens berhubungan setelah Triana Advertiyha Astary atau yang akrab dipanggil Iyha memintaku membuat endorsment untuk buku perdananya: Saya Orang Kaya. Apalagi kemudian Iyha memesan katering harian kepadaku. Asyik ya... Dari obrolan ringan akhirnya jadi berbisnis. Alhamdulillah.

Katering aku antarkan sendiri sekalian kopdar.  Setelah selesai masak, menikmati me time sambil minum kopi, menjemput Fanni sekolah, barulah aku meluncur ke rumah Iyha. Alamatnya tak sulit dicari sebab aku cukup mengenal daerahnya. Dan seperti layaknya sebuah kopdar, selalu seru dengan kisah-kisah dan sensasi tersendiri. Bisa ketemu dengan Little Osar dan mas Nakho, suami Iyha.

Tambah asyik lagi waktu Iyha memberikan buku perdananya untukku. Sebagai pengisi endors, aku berhak dapat gratisan, katanya. Mumpung ketemu dengan penulisnya, tentu saja sekalian minta tanda tangannya. Inilah buku Saya Orang Kaya karya Triana Advertiyha Astary itu:

Pengarang, buku dan penggemar
Jumpa fans nih Iyha... 


Sedikit goresan buat buku Iyha 


Tanda tangan dari sang penulis 


Dapat 30 Vitamin
bisa sehat dan kuat nih...

Membaca buku ini tak ingin berhenti dari awal hingga akhir. Penasaran dengan vitamin motivasi yang disuguhkan. Iyha begitu jeli mengamati hal-hal di sekitar dan kemudian mengemasnya menjadi sebuah perenungan yang dalam, namun tidak rumit. Bahasanya sederhana dan mudah dipahami. Buku Saya Orang Kaya ini, mengajak kita untuk lebih mengamati apa yang ada pada diri sendiri agar lebih mensyukuri sekecil apapun pemberian Allah, hingga kita bisa menjadi merasa begitu kaya. Kaya makna.

Buku ini terdiri dari empat bab: Inspirasi Di Sana-Sini, Bahasa Kaya Makna, Blogivasi (Blogging Melahirkan Motivasi) dan Kompetivasi (Kompetisi Melahirkan Motivasi). Sebagaimana judul bukunya, ada 30 judul tulisan motivasi yang terkelompok dengan apik pada tiap-tiap babnya.

Aku tak menyangka bahkan sekedar letak huruf Y dan U yang bersebelahan di keyboard bisa diamati Iyha dan menemukan sebuah kekurangtelitian yang bisa berakibat fatal (halaman 53). Penasaran dengan judul Mahar Cinta Cukup Satu Juta (halaman 58), dan setelah aku baca ternyata Iyha 'bohong'. Maharnya bernilai lebih dari itu, bahkan bisa menjadi berjuta-juta kebahagiaan. Pada tulisan yang berjudul Pelajaran Hidup Lewat Dangdut (halaman 27), Iyha memotivasi pembaca agar jangan pernah menyerah. Lagi-lagi sebuah kejelian cara berpikir yang bisa selalu mengambil hikmah dari apa yang dilihatnya.

Buat yang sedang merasa butuh penyemangat diri, buku ini sangat cocok dimiliki. Hubungi saja Iyha dengan berkunjung ke blognya Keajaiban Senyuman.

Dari kopdar ini, Iyha tak hanya memberikan bukunya tapi juga sebuah souvenir berupa tempat makan untuk Fanni, anakku. Asyik kan...? Bisnis dapat, buku dapat, masih ditambah dengan oleh-oleh buat anakku. Aiih.. Iyha baik banget deh. Semoga bukunya laris manis, dan Little O Storenya makin sukses.

Kirain cuma 1 tempat makan 


ternyata keluarga berencana ^_^

Pukul 12 aku pamit karena harus menjemput Hilman pulang sekolah. Sepanjang perjalanan aku berdoa agar apa yang kami jalin membawa keberkahan bagi kami berdua dan keluarga. Aamiin Ya Rabb.




Read more »»  

Jumat, 16 Agustus 2013

Antara Jakarta dan Bangka Belitung

Bismillahirrahmannirrahiim,

Membaca tulisan Tengku Sazidah Rani yang berjudul Semua Tentang Bunda...  membuatku ingin menuliskan juga kesanku terhadap gadis manis yang tiap hari menemaniku dengan canda dan cerita-ceritanya. Seperti yang diceritakan Rani dalam tulisan itu, kami akrab dimulai setelah Rani memesan buku Rembulan Cinta Seorang Bunda. Beberapa tulisan di buku itu menyentuh perasaannya. Berlanjut dengan komunikasi melalui Watshap dan telepon.

Kopdar singkat di food court Tanah Abang blok A yang singkat, membuat jalinan persahabatan kami makin erat. Rani makin tidak sungkan curhat padaku. Sedikit demi sedikit dia makin terbuka dengan kesehariannya. Kadang ceritanya sedih sekali, membuatku bingung dan rasanya pengen ada di sampingnya. Yang bisa aku lakukan adalah bersimpati pada kesedihannya. Membesarkan hatinya. Kadang ceritanya meletup-letup bahagia membuatku ikut merasakan keceriaan hatinya. Tentu saja aku ikut tertawa atas kebahagiaan yang dia rasakan.

Dari semua ceritanya, aku menyimpulkan kalau Rani ini anak yang berbakti pada orang tua dan sayang pada saudara-saudaranya. Rani belum menikah, orang tuanya di Medan, dan dia merantau di Bangka Belitung sudah lebih dari 3 tahun. Tanggung jawabnya pada orang tua, adik dan saudara-saudaranya di Medan dia buktikan dengan selalu mengirimkan sebagian penghasilannya. Banyak sekali yang sudah dia ceritakan, seakan-akan aku mengenal dekat dengan keluarganya.

Beberapa kali Rani telepon kalau merasa apa yang dia ingin ceritakan terlalu panjang bila diketik. Jempol bisa keriting, katanya. Awalnya Rani sering bercerita serius bila sedang ada masalah, tapi kini dia bisa lebih ringan dalam bercerita, sekalipun sedih, kalimatnya sudah berbeda. Perempuan mandiri seperti Rani, memang kuat dengan semua keadaan. Hebat. Bunda salut deh.

Rani ini memang mampu membuat hari-hariku jadi lebih berwarna. Disamping keseharian bersama anak-anakku, rasanya makin lengkap deh ditambah candaan dan obrolan jarak jauh dengan Rani. Anak manis ini hobi banget mengirim foto-foto yang apa saja yang sedang dia kerjkan atau sekedar ingin membuatku "panas". Sepertinya berhasil deh. Promosinya tentang pulau Bangka membuatku membicarakan hal ini kepada suamiku. "Nabung dulu deh." begitu kata suami menanggapi ceritaku.





 

Lihat deh tuh lirikan mata Rani yang sengaja dia persembahkan buatku. Menggoda sekali ya. Bisa makan di tepi pantai seperti itu memang betul-betul membuat mupeng deh. Rani suksesssss membuatku menggaruk-garuk tembok. qiqiqi....

Kali lain, Rani cerita kalau di Bangka ada taman namanya Bangka Botanical Garden. Disana kita bisa memetik sayuran, buah Naga, memerah susu sapi, dan lain-lain. Dan Rani bilang, bisa mengusahakan gratis kalau keluargaku berkunjung ke sana. Wuiihhh... modus lain dari Rani supaya kami main ke tempatnya. Tahu aja dia kesukaan bundanya ini. Pantai dan perkebunan memang menyentuh hati sekali. (pasti deh sedang senyum-senyum Rani baca ini).






Sebetulnya banyak sekali foto-foto yang Rani kirimkan. Maaf ya Rani, sebagian bunda hapus dari hape bunda. Memorinya sampai full soalnya. Hadeuuuuhh...! Sebetulnya nyesel juga sih menghapus. Harusnya bunda pindahin aja ke netbook atau komputer ya. Maaf ya say. Lain kali bunda pindahin aja deh dari hape ke tempat yang lebih aman.

Usaha lain dari Rani dalam menggoda bunda adalah dengan mengirimkan foto makanan yang sedang dia nikmati. Rani ini rejekinya mengalir kalau soal makanan. Ada aja yang berbaik hati mengirimkan atau mentraktirnya. Di bawah ini adalah sebagian foto makanan yang dia kirimkan.



Menjelang lebaran kemaren, dengan bangganya Rani menunjukkan pakaian lebarannya. Subhanallah. cantik banget. Ini percakapan dan foto Rani dengan pakaian lebarannya.




Beneran loh Rani, bunda mendoakan supaya Rani terus memakai hijab. Supaya lebih berkah segala ibadah dan kebaikan Rani. Selain itu, Rani memang lebih manis waktu memakai hijab.

Terima kasih ya Rani, buat semua perhatian dan persahabatannya. Bunda amat menghargainya. Semoga Allah meridhoi persahabatan kita, dan mengeratkannya dalam rasa kekeluargaan yang indah. Love you, Rani.





Read more »»  

Senin, 18 Maret 2013

Kopdar di Kamar Mewah

Bismillahirrahmannirrahiim...

Sempat tiga hari nggak buka facebook, begitu buka ternyata ada colekan dari mbak Alaika di status facebooknya, hari Jum'at tanggal 15 Maret lalu.
Disandera dan bekerja dari lantai 17, hotel Borobudur lagi deh eike.... untung hotelnya enak banget, jd enjoy ajalah walau masih berstatus 'sandera'. Nih temen kalo udh nyulik emang sulit banget ngelepasin, ga mau ditebus dengan apa pun. Asyik...
Apa kabarmu Mimi Adv Aje, Bunda Lahfy, Nchie Hanie, Dey, Noorma Fitriana M. Zain dan sobats semua? Happy Friday yaaa!
Rupanya mbak Alaika sendirian di kamar mewah itu dan "teriak" minta aku untuk datang menemaninya. Belasan tahun tinggal di Jakarta, aku nggak tau dimana letak hotel Borobudur itu. Lagi pula aku belum minta ijin suami untuk keluar rumah, ninggal anak-anak tanpa si mbak yang sedang pulang kampung. Nggak janji deh mbak Al... Aku bbm mbak Alaika, kalau dapat ijin suami dan tau arah jalan ke hotel Borobudur, Insya Allah aku meluncur.
Read more »»  

Jumat, 15 Maret 2013

Everything Happens For a Reason

Bismillahirrahmannirrahiim...



Melanjut cerita kopdar di rumah bunda Lily kemaren, masih ada cerita yang tersisa. Sengaja aku tulis terpisah, karena yang ini membawa kesan berbeda dengan cerita sebelumnya. Ini adalah sepenggal cerita antara aku, mbak Alaika dan Nchie Hanie.

Sejak lambaian pertamaku melihat Grand Livina  mbak Alaika memasuki halaman parkir mall Slipi Jaya, rasa senang sekali sudah ada dihatiku. Akhirnya bisa berjumpa dengan mereka berdua. Mulai dari obrolan di awal perjumpaan, bincang-bincang sambil ngopi di teras rumahku, dilanjut dengan perjalanan menuju rumah bunda Lily, benar-benar banyak yang kami bincangkan.
Read more »»  

Senin, 11 Maret 2013

Renungan Sebuah Kopdar

Bismillahirrahmannirrahiim...

"Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? 'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR Ibnu Majah).



Diawali dengan bbm dari mbak Alaika Abdullah yang mengajak aku untuk membesuk Bunda Lily. Tentu saja aku sambut baik ajakan itu.  Selain ingin ketemu sama mbak Alaika yang cantik dan cerdas itu, juga ingin berjumpa dengan bunda Lily yang kita kenal gigih, semangat dan sabar dalam menghadapi penyakit kankernya. Ditambah lagi mbak Alaika juga bilang kalau Nchie Hanie mau ikut juga. Hu, hu, hu... Hayuuuuk ah, aku mauuuu...! Dua kali rencana ketemuan sama Nchie selalu gagal, semoga kali ini jadi.
Read more »»  

Senin, 25 Februari 2013

Sebuah Kisah di Yogyakarta

Bismillahirrahmannirrahiim...

Yogya... akhirnya aku sampai juga ke kota gudeg itu. Lama sekali memendam keinginan untuk berkunjung ke Yogya. Makin tebal rasanya rindu pada bapak dan ibu yang sudah lama tak berjumpa. Berangkat hari Rabu tanggal 20 Pebruari. Kebetulan ada saudara ipar mau pulang ke Klaten, jadi bisa barengan. Dari rumah hanya aku dan Fanni yang pergi. Suami dan anak-anak yang lain dengan penuh pengertian mengijinkan aku berangkat ke Yogya untuk melepas kangen kepasa bapak ibu.

Karena memang ke Yogya untuk melepas rindu sama bapak dan ibu, maka kunjungan kali ini hanya dihabiskan di rumah saja. Keluar rumah cuma ke pasar dan beli bakpia Pathuk. Selebihnya menikmati hari-hari menjadi anak. Bapak ibu menyiapkan makanan kesukaanku dan Fanni. Jadi anak ternyata enak ya... hehehe...
Read more »»  

Minggu, 21 Oktober 2012

Kopdar Romantis

Bismillahirrahmannirrahiim....

Beberapa kali diiming-imingi sama Kang Achoey El Haris tentang Kedai Mie Jandanya, membuatku jadi kepengen mencicipinya. Juga kepengen ketemu sama blogger yang kalau nulis nadanya romantis terus dan konon katanya wajahnya mirip dengan seorang ustad terkenal. Sekalian juga pengen ketemu sama musuh bebuyutan  sobat yang sering berbalas pantun dan bawel si Belalang Cerewet aka Rudi, yang domisilinya di Bogor.
Read more »»