Frangipani Flower Lovely Little Garden: Cintaku Kian Subur di Pulau Tidung
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart

Senin, 29 April 2013

Cintaku Kian Subur di Pulau Tidung

Bismillahirrahmannirrahiim,

Alhamdulillah, kemudahan diberikan oleh Allah saat aku dan suami berniat ingin mengajak anak-anak rekreasi sambil untuk refreshing Astri setelah selesai UN. Sebuah bbm dari Harumi Si Bungsu yang menawarkan paket wisata ke Pulau Tidung Kepulauan Seribu menarik perhatianku dan suami. Apalagi setelah aku menawarkan paket wisata itu ke sahabatku, Renati Utami, ternyata Rena dan suaminya juga tertarik. Dengan ke pantai, bisa mengajak anak-anak untuk bertadabur alam juga. Maka setelah berkontak ria dengan Harumi, maka sepakat kami akan mengambil paket wisata itu pada tanggal 27-28 April.

Total rombongan kami ada 15 orang. 7 orang dari keluargaku, 4 orang dari keluarga Rena, dan 4 orang lagi adalah teman-teman SMP Luthfan dan Abiyu (putra pertama Rena). Jam 07.00 WIB kapal berangkat dari Muara Angke. Lama penyebrangan 2,5 jam. Lama juga ya. Alhamdulillah sampai Pulau Tidung jam 9.30 WIB. Langsung menuju home stay.

Di atas kapal antara Muara Angke - Pulau Tidung

Yang tidak aku sangka, ternyata Pulau Tidung cukup besar juga. Mungkin karena pernah kemping di Pulau Kayangan yang kecil, jadi tidak menyangka kalau di Tidung sudah ada sekolah dari tingkat SD, SMP, MTs, dan SMK. Tidak ada mobil di sana. Yang ada sepeda motor, sepeda, dan bentor (becak motor). Penduduk di sana cukup padat dan memanfaatkan pariwisata sebagai mata pencahariannya. Rumah-rumah di sana banyak sekali yang dijadikan home stay.

Setelah beristirahat, sholat dan makan siang, jam 13.00 WIB kami dipandu oleh pemandu wisata untuk snorkling ke arah Pulau Payung. Sepertinya memang ini acara yang paling dinanti oleh kami semua. Sepertinya biarlah foto-foto ini saja yang bicara.

 Bersiap naik ke kapal yang membawa ke Pulau Payung


 Luthfan dan Teman-temannya siap action


Suami tercinta dan Hilman 


 Segaaar...!


 Astri dan Fanni tak sabar sampai tujuan


 Apa yang kau tatap, suamiku? Kebesaran Illahi ada di hadapanmu.


 Aku suka di sampingmu, merasakan ke-Agungan Allah bersamamu.


Ya Rabb, indahnya dasar laut hanya sebagian kecil ciptaan-Mu 
Ibu jariku hanya mewakili ucapan Allahu Akbar dalam hati.



 Luthfan berhasil menyelam ke dasar laut


 Ayah tak mau ketinggalan menyelam


 Keindahan dasar laut membuat diri terasa kecil


 Fanni nggak ada takutnya


 Hilman, Ayah dan Fanni gandengan agak lebih ke tengah


 Genggaman tanganmu begitu erat seolah tak ingin melepaskanku, suamiku.


Luthfan suka sekali flip dari atas kapal

Dari Pulau Payung kami kembali ke Pulau Tidung untuk bermain water sport di Jembatan Cinta. Ada dua pilihan antara Banana Boat dan Sofa Boat/Donut Boat. Karena kami sudah pernah merasakan Banana Boat, jadi pilihan jatuh ke Sofa Boat. Rupanya harus mengantri dulu. Pengunjung cukup padat kalau weekend.

Menunggu antrian sofaboat/donutboat


Akhirnya tiba juga giliran kami


Kembali dengan wajah ceria, bisa berteriak lepas


Fanni lebih memilih main cetakan pasir

Sayangnya kami tak bisa menyaksikan sunset sebab sore itu agak mendung. Matahari tertutup awan. Tapi itu tak mengurangi rasa takjub kami pada pergantian sore kepada malam. Senja memang selalu indah, apalagi berada di lautan lepas. Dari Jembatan Cinta kami kembali ke home stay.

Acara selanjutnya setelah ishoma adalah barbeque. Sudah disiapkan dengan baik oleh pemandu wisatanya. Mulai dari ikan, bumbu, alat bakaran. Lengkap. Kami memilih barbeque di home stay saja. Menghemat tenaga untuk kegiatan esok hari. Letih juga badan seharian dengan aktifitas yang luar biasa itu.

Sayangnya waktu barbeque lupa mengambil foto. Ikan dan cumi bakar yang segar kami nikmati dengan lahap, padahal sudah dapat makan malam. Terutama Luthfan dan teman-temannya, semangat sekali menikmati hasil bakaran itu.

Tidur rasanya nyenyak sekali. Tahu-tahu sudah mendekati waktu subuh. Hujaaaan. Gagal deh hunting sun rise di jembatan cinta. Satu jadwal acara kami lewati. Tak apa. Allah sudah mengatur alam sedemikian rupa, kita tak mengetahui rahasiaNya.

Setelah sarapan, acara selanjutnya adalah menanam Mangrove atau bakau di tepi pantai. Paket wisata ini menyediakan sepeda sejumlah rombongan. Jadi anak-anak dan para suami naik sepeda menuju pantai tempat menanam mangrove. Sedangkan aku, Rena dan Fanni memilih naik bentor (becak montor) saja. Hehehe...

Cerita menanam mangrove akan aku buat terpisah saja. Karena aku merasa ada hal yang bisa kita petik pada kegiatan menanam mangrove ini. Setelah menanam mangrove, kami kembali bermain-main di tepi pantai sambil menikmati kelapa muda.

 Ana uhibbuki fillah, Renati Utami


 Minum kelapa muda di tepi pantai itu memang kenikmatan yang tak bisa kita dustakan.


 Astri terlihat segar setelah melepaskan penat belajar untuk UN.


 Ya Rabb, lindungilah persahabatan kami 
dan jagalah hati kami untuk saling mengingatkan dan menasehati


 Sampai sejauh mana tanganmu sanggup membawa rakit ini ke tengah laut?


 Kami ada di tempat ini atas ijin-Mu ya Rabb


 Istiqomahlah dengan hijab panjangmu, anakku


 Astri, ajak Fanni main yaaa...


 Ayun setinggi-tingginyaaaa...!


 Dorong aku, Ayah. Lempar aku...!


 Naik bentor [becak motor] dari home stay ke pantai

Pukul 10.30 WIB, kami sudah harus siap untuk menuju ke pelabuhan. Rekreasi sambil bertadabur alam selesai sudah. Perjalanan pulang agak kurang nyaman sebab ombak cukup besar mengombang-ambingkan kapal. Perut jadi terasa mual. Namun Alhamdulillah kapal berlabuh di  dermaga Muara Angke dengan selamat.

Tatapanmu nanar memandang pulau demi pulau yang kita lalui.
Kau titipkan keselamatan kami pada Allah sebagai sebaik-baik Penjaga.
Trimakasih sayang, untuk liburan dan tadabur alam yang mengesankan ini.




42 komentar:

  1. habis berapa duit itu, mbak?
    hehe.. pengen juga.. umpul2 dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berapa ya? Yang keluar duit suami tuh. Aku ga ngitung. hehehe...

      Hapus
  2. Balasan
    1. Asyiiik ada yang pertamaax...
      Makasih sebulanmu yaaa... :)

      Hapus
  3. Aaaaaaahhhhh... Pantaaaiiiii #autis

    Saya penyuka pantai Bunda. Dan meliha postinga libuan ini, saya jadi ingin lari sejenak dari aktivitas sehari-hari. Sekadar menceburkan diri ke hasil karya seni Allah yang indah ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laaaaahhh! Kok sama.

      Ayo situ nyebur sama Luthfan. Masih bisa kayaknya :D

      Hapus
  4. bahagianya melihat kemesraan ini,,,, :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah habis ditebar lagi pupuk cintanya Mi.

      Hapus
  5. Postingan pulau tidung punya bunda lebih kerennn daripada punya esti.....* kalah ama foto2 keren....^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masak sih... Itu aja rasanya sayang ngga ada foto barbequenya.

      Hapus
  6. wiih seruu bgt ya mb..dan suasana yg hangat :)
    seneng bgt liat senyum fanni..pgn ketemu fanni *hugs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mbak Enny, Insya Allah nanti kita ketemu waktu liburan anak-anak yaa :)

      Hapus
  7. Ah yang bagus cuman photo no 13 dan 20 doang...
    lup U fanni..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiaaaah! Dia itung lhooo urutan fotonya...!

      Hapus
    2. ngakak lagi ah.....
      wagagagagagagagagaga

      Hapus
    3. Awas jangan sakit perut ya.. hahahha

      Hapus
  8. Mas teguh memandang laut atau mikirin cetakan lom kelar juga ya? hehe.
    Untunglah foto bakar ikan dan cumi tak terekam. Senengnya hatiku....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... kok tau sih. Katanya.. Belalang lama amat sih cetak bukunya. Sebel!

      Ga tega mas, soalnya durinya kami kasih kucing.

      Hapus
  9. Ngikik dulu baca komennya Mas Insan dan Mas Belalang

    Refreshing emang perlu banget ya Bun, Aq juga lagi planning mau backpaker sama suami :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk, iya tuh mbak Esti. Komennya memang nyleneh. Wis ben aee.

      Waaah, asyik mau backpacker sama suami. Mau dooong. #eeh

      Hapus
  10. Kok gak ada foto Bunda Lahfy yang nyemplung?

    Hayooo gak bisa berenang ya Bun hihihi

    #siap menanti deh cerita mananam Mangrove..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laah itu ada gitu lo mas. Tapi mmg ga berani lepas pelampung. Nafasnya ga kuat lama kalau nyelam.

      Hapus
    2. pake insang atau paru-paru-paru mbak nafasnya?---ngajak gelud!

      Hapus
    3. Wooo...! Bener-bener minta dicemplungin ke laut ini orang.

      Hapus
  11. Wah, seru banget ya Mbak. Senang deh lihat kebahagiaan kalian semua. Selamat kembali ke rumah, dan semoga makin banyak inspirasi yang bisa dibagikan bagi kami semua, yaaa. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak henti mengucap Allahu Akbar, mbak selama di sana.
      Makasih mbak Alaika, sama juga dengan dirimu, semoga makin banyak menginspirasi kami semua.

      Hapus
  12. Waaahhh,.. Bundaaaa.. selalu mengajarkan sesuatu dari postingannya,.. hmmm.. kemesraan bunda sm keluarga buat saya cemburu... >.<

    pengen nyelem ke dalam laut.. -____-"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau dari foto2 ini bisa diambil sesuatunya. Semoga sesuatunya itu adalah kebaikan. Aaminn.

      Kontak Harumi aja teh Bonit. hehehe...

      Hapus
  13. Asyik ya mbak, tau gitu aku ikutan mbak Niken. karena keluargaku kan cuma 4. kapan-kapan kalau ada acara gini lagi colek2 aku ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah nanti ya mbak Lidya, kalau ada acara ke sana lagi.

      Hapus
  14. heh, belon pernah kesana, cuman nguplek di pulau jawa ma kalimantan dowang...hehehehe... semoga kapan2 bisa kesana :)

    salam kenal bunda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalimantan juga banyak pantai indah ya, Oyen...

      Salam kenal kembali :)

      Hapus
  15. Rekreasi bersama seperti ini sungguh sangat besar manfaatnya jeng. Selain mengistirahatkan jiwa-raga juga perlu untuk semakin meningkatkan kecintaan kita kepada alam sekaligus mensyukuri nikmat Allah swt.
    Mantap reportasenya dan didukung dengan image yang ciamik.
    Semoga pengelolanya tetap menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah, pakde. Betul2 liburan kemaren itu luar biasa rasanya. Pergi dengan keluarga sahabat, berada di tempat yang indah.

      Semoga ya pakde, Sampah memang masalah utama kelihatannya.

      Hapus
  16. Oalah disini toh Luthfan menantang saya untuk berenang, tenang saja, saya orangnya kurus, tanpa berenangpun pasti akan mengapung, hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, kang sofyan bisa ajaa...
      Jadi berani ga nih?

      Hapus
  17. oalah bund... yang di sini ngiler...
    rumi.. rumi... ada paket hemat gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang asyik mas. Ga nyesel ambil paket wisata lewat Harumi.

      Hapus
  18. Waaahhhh terlihat begitu seru... Jalan2 di tempat terdekat yang bisa dicapai dengan bersepeda.. hehehe.. maklum budgetnya terlalu tipis. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bugdet tipis mmg sebaiknya ambil sistem paket dgn mengajak teman2. Makin byk yg diajak, makin murah.

      Hapus
  19. Pulau Tidungsangat cocok untuk liburan keluarga.
    Salam

    BalasHapus