Frangipani Flower Lovely Little Garden: Dua Gadisku Yang Lain
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart

Jumat, 20 September 2013

Dua Gadisku Yang Lain

Bismillahirrahmannirrahiim,

Aku tengah merasakan luar biasanya Allah mengatur sebuah pertemuan. Sebuah jalinan manis persahabatan bahkan kemudian menjadi terasa seperti sebuah keluarga, mengukir manis hari-hariku kini. Sungguh tak disangka. Dari kejauhan ada dua gadis yang menghormati dan menganggapku sebagai ibu mereka. Terharu, tentu saja. Bahagia, apalagi. Lucu, sudah menjadi hiburanku. Tangis, mewarnai ikatan kami. Nasehat, bagai pelukan yang menenangkan. Kini... sapaan mereka, adalah bagian dari hari-hariku.

Gadis pertama yang aku maksud adalah Harumi Putri Chayani atau nama facebooknya Harumi Si Bungsu. Anak-anak Blog Of Friendship pasti banyak yang mengenalnya. Rumi termasuk sering mengikuti acara kopdar Bloof, bahkan terakhir naik gunung Burangrang juga ikut. Rumi tinggal di Cileduk, Tangerang.

Aku mulai dekat dengannya ketika aku memakai jasa Harumi Tour ketika rekreasi ke Pulau Tidung beberapa waktu lalu. Komunikasi kami kemudian terhubung melalui BB. Dari status-status BB Rumi aku akhirnya mengetahui kalau anak ini begitu ulet dalam berusaha. Sering sekali menawarkan paket-paket wisata, bahkan paket pernikahan, menerima pesanan mug, pin, gantungan kunci, karikatur, spanduk, bahkan jualan tanah juga. "Lu minta gua ada" deh pokoknya.

Rumi juga mensponsori Give Away Menyemai Cinta yang aku selenggarakan sebelum Ramadhan lalu. Kami memang cukup dekat, tapi Rumi belum terbuka dengan kehidupannya. Belakangan aku tahu, kalau Rumi adalah Yatim Piatu. Ibunya meninggal seminggu setelah melahirkan Rumi, dan ayahnya meninggal 3 tahun yang lalu. Tapi sejak SMK Rumi sudah kost sendiri. Jadi giatnya dia usaha adalah untuk membiayai sendiri kuliah D3nya. Luar biasa semangat dan perjuangan Rumi. Dia kost sendiri di bilangan Cileduk, membiayai hidup dan kuliahnya sendiri.

Gadis kedua adalah Tengku Sazidah Rani. Aku sudah pernah menulis tentang Rani di blog ini. Gadis yang tinggal di Bangka Belitung ini mulai akrab denganku karena dia membeli bukuku Rembulan Cinta Seorang Bunda. Padahal kami belum pernah mengenal sebelumnya. Rani tiba-tiba menghubungi WA ku dan memesan bukuku. Cerita tentang Rani bisa dibaca di tulisanku Antara Jakarta dan Bangka Belitung.

Setelah membaca RSCB, Rani merasa dekat denganku dan merasa cocok dengan tulisan-tulisanku di buku itu. Kami jadi makin sering menyapa dan bercanda. Tiap hari Rani seperti tak tenang bila belum menyapaku. Rani lebih terbuka. Dia begitu percaya menceritakan permasalahan hidupnya, dari yang sedih maupun yang bahagia. Foto-foto tiap hari dia kirim membuatku makin mengenal sosoknya. Seperti yang sudah aku tulis, orang tua Rani tinggal di Medan. Di Bangka Rani kost tapi kemudian sudah seperti anak bagi keluarga yang ditinggalinya.

Kopdar denag Rani di Food Court Tanah Abang Blok A

Tak kusangka, ada benang merah antara Harumi dan Rani. Mereka ternyata sudah bersahabat sejak tahun 2009. Subhanallah. Aku kenal mereka secara terpisah dan ternyata mereka berdua adalah sahabat karib. Amat dekat malah. Rumi sudah menganggap Rani seperti kakaknya. Rumi yang yatim piatu menganggap Rani adalah seorang kakak yang amat memperhatikan dan sayang padanya. Bukankah ini sebuah kebetulan yang indah. Allah Maha Tahu saat yang tepat untuk kami saling berdekatan dari hati ke hati. Keberadaanku diantara mereka memang lebih secara maya, namun hati kami merasakannya sebagai sebuah kenyataan. Aku makin menyayangi mereka berdua dari hari ke hari.


Kedekatan Harumi dan Rani 

Setelah mereka berdua menyadari bahwa masing-masing mereka mengenalku cukup dekat, mulai deh asyik dan serunya hubungan kami. Makin banyak kisah yang kami bertiga bagi. Kami bisa bercanda macam-macam dan mereka berdua makin terbuka akan pribadi mereka padaku. Aku menjadi seperti bunda mereka. Aku juga takjub pada cara Allah menjalinkan hati mereka layaknya saudara saja. Kadang geli juga rasanya, saat kakak 'menyebalkan' adik, adik curhat. Saat adik tak mau mendengarkan kakak, kakak cerita. Ujung-ujungnya mereka akan bilang,

"Bunda, Kak Rani susah dibilangin, tolong nasehatin tuh." Atau

"Bunda, tolong hibur Rumi, dia sedang sedih."

Apalagi sejak Harumi berkunjung ke tempat Rani di Bangka Belitung. Mereka berdua seperti berat berpisah. Di Bangka Rumi seperti menemukan keluarga baru. Dia diterima amat baik oleh Rani dan keluarga angkatnya. Sesuatu yang amat Rumi dambakan dalam hidupnya selama ini. Perhatian dan kasih sayang orang tua dan saudara. Bunda Niken ini jadi sibuk menenangkan kesedihan keduanya. Berada di tengah mereka benar-benar sebuah keindahan. Aku amat merasakan rasa hormat dan sayang mereka padaku.

Kunjungan Harumi ke Bangka Belitung

Lantas, apakah aku tak boleh merasa bangga saat Rumi bbm aku," Nama Bunda ada di Tugas Akhirku. Nama kak Rani juga."

Lebih lanjut Rumi mengatakan,"Bunda datang ya di acara wisudaku bulan Nopember nanti."

Huuaaaaaa..... Leleh sekali hatiku. Dalam hati bertanya-tanya,"Seberapa dalamkah aku bagi mereka, sampai Rumi menuliskan namaku di TAnya dan memintaku untuk hadir di acara wisudanya?" Padahal ketika Rumi mengatakan itu, dia belum pernah bertemu denganku sama sekali.

Aku baru bertemu dengan Rumi hari Kamis lalu (19 September). Kebetulan ada rekan blogger lain asal Cilegon, Mas Topics, yang hendak mampir ke rumah karena sedang dinas di Jakarta. Aku meminta Rumi bergabung supaya lebih ramai. Dari pertemuan itu, aku melihat Rumi lebih pendiam dari pada Rani. Tapi memang kelihatan kalau Rumi gadis yang kuat mentalnya.

Kopdar dengan mas Topics dan Harumi


Pelukan bunda buat Harumi yang membuat Rani mupeng.

Sementara Rani selalu tak henti memintaku untuk main ke Bangka dengan janji dia akan menjamin aku dan keluarga selama ada di Bangka, dan Rani mengatakan hal ini lebih dari sekali. Kesannya malah Rani mau bantu bunda supaya bisa rekreasi ke Bangka. ^_^


Duuuh, anak-anakku... Apalah bunda ini sampai kalian berdua menghargai bunda sedemikian rupa. Rasanya bunda hanya memberikan sedikit saja perhatian bunda pada kalian. Tapi kalian begitu luar biasa meletakkan bunda pada tempat yang kalian hormati. Trima kasih ya, anak-anakku.

Rani 23 tahun, Rumi 20 tahun. Mereka berdua akan menjadi kakak bagi Luthfan, Astri, Hilman, Fanni dan Kayla. Luar biasa bukan jalinan yang diberikan oleh Allah pada kami. Beberapa bulan lalu kami tak saling kenal, tapi sekarang, aku bunda bagi 5 anak kandungku dan bagi Rani juga Rumi.

Alhamdulillahirrabil Alamiin.







115 komentar:

  1. Terus Devon yang nomor berapa nih..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... nomer berapa ya... Kan sebelahan sama Fanni.

      Ini ntar datang satu lagi yang manggil emak, bakal nanya juga urutan ke berapa ^_^

      Hapus
    2. belum lagi datang si RD dan Topics
      hmmm banyak amat anaknya...

      Hapus
    3. Hehehehe... Lah memang sudah biasa urus anak banyak sepertinya.

      Hapus
    4. Aaaarrrrrrrggg terharu bundaaa....

      Makasih bunda sudah menjadi bagian dari keluarga baru rumi,,,, Mkasih bunda sudah mau menerima rumi apa adanya dengan segala kekurangan rumi,,,

      i love u bunda,,,, :-*

      Hapus
    5. I love you too Rumi.

      Makasih juga sudah percaya sama bunda ya.
      Peluk Rumi.

      Hapus
    6. aku juga mau jadi anaknya ah
      kebagian nomor urut berapa inih..?

      Hapus
    7. Sedang didata dulu nih, mas Rawins. Hihihi....

      Hapus
    8. bunda...
      aku ingin merajuk juga. galau juga sampai hari ini kalau ingat kejadiah hari itu.. TT

      Hapus
    9. Iyaaaa nih mas. Oseng terongku merana mas Ridwan nggak jadi datang. Hihihi...
      Tapi ya nggak apa-apa mas. Namanya juga tugas. Kapan aja mas Ridwan mau main, silahkan saja.

      Hapus
    10. Loh terus aku yang keberapa ya?? ikut mikir :D

      Hapus
    11. Aiiiihh... kalau punya anak secantik dan sepintar mbak Hana... alangkah senangnyaaa...

      Hapus
  2. Lhah, gue kan waktu itu udah daptar Bun! Tapi jadi si Bungsu ... Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak bungsu yang ini suka ngilang sih... ^_^

      Makanya sering-sering sungkem sini ya Andi. Hehe

      Hapus
  3. cielah emak ini anaknya buaanyak amat,
    hey siapa itu yang pakai jaket hitam cakep bangeeets yee ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyeeee.... Kalo anak yang ini kabur-kaburan melulu buat tebar pesona.

      Jaket hitam cakep? Mana...? Mana...? :p

      Hapus
    2. oh mas topik itu yang pakai jaket hitam tha. hihi

      bunda... aku anak ke berapa ya ini? :S
      pita baru tau ternyata Rani itu ada sungguhan... bukan rani yang pita tulis ternyata..
      Nah, Mas topik! mau pilih Rani yang manaa? #eh

      Hapus
    3. Mom,kalo minten anak kenapa nih .....^_^

      Hapus
    4. Aiihh... Jadi seneng deh anak-anak semua ngumpul di sini.
      Urut umur aja kalo gitu. Hihihihi... Ayoo baris Pita...!

      Iyaaa... Itu mas Topics-nya. Pita jangan terkesima gitu dong ^_^

      Hapus
    5. Minteeeeennn!! Lama sekali nggak mampir ke taman bunda nih. Wuiiihh... Kangennya ^_^

      Bunda curiga nih... Jangan-jangan tulisan ini di share di Bloof ya. Siapakah pelakunya? Soalnya Minten tiba-tiba datang di tulisan ini.

      Tapi asyik...asyik... Anak-anak bunda pada berkunjung. Sukaaak... Makasih ya...

      Hapus
    6. Waaaah ada kak pita bund.. *tebarpesona* :p

      Hapus
    7. Cie... Cieee... Mas Topics pasang action...

      Hapus
    8. batal ketemu kang topik hari itu. mungkin ada waktu lain ya kang... :)

      Hapus
    9. @Bunda: siyaap graak ^_^
      @Cak ridwan: iya nih... smoga kapan hari bisa ketemu ^_^

      Hapus
    10. Habis dari Yogya, palingan mas Topics ke Jakarta lagi.

      Hapus
    11. hbis dr jogja, anyer telah menanti maaaak ^_^

      Hapus
  4. Menuliskan nama di Tugas Akhirnya ???
    Ini sebuah penghargaan dan penghormatan yang tinggi ya Bu ...

    Menggambarkan betapa berartinya bu Niken untuk mereka ... walaupun (sebagian besar) hanya melalui interaksi alam maya ...
    dan inilah yang saya selalu sebut sebagai ...

    The Beauty of Blogging

    Salam saya Bu Niken

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh... Saya terharu dan tersanjung Om. Saya jadi semakin yakin, perhatian kecil yang kita berikan pada saat yang tepat, bisa berarti besar bagi orang lain.

      Tapi, semoga hal ini tidak menjadikan kesombongan bagi diri saya. Sebab saya juga belajar banyak dari anak-anak muda ini.

      Terima kasih Om. Salam kembali.

      Hapus
    2. selalu sepakat dengan komeng Om Nanang.
      Sayapun menuliskan nama-nama di TA karena nama tersebut berpengaruh besar dan sangat berarti dalam perjalanan hidup.

      Hapus
    3. Itulah mas Pakies... Mengapa saya merasa tersanjung, bahkan ada rasa malu. Layakkah nama saya ada di TA Harumi.

      Hapus
  5. Subhanallah... Terima kasih Bunda, lagi2 Bunda membuat rani terharu bahagia saat membaca tulisan Bunda, kalau tidak salah ini kali ketiga rani jadi tokoh dalam blog Bunda, rani Aamiin kan semua do'a dan harapan diatas. Foto diatas ngga buat rani mupeng kok hihihi secara rani udh puas peluk dan cium adek rumi qiqiqiqi, bersyukur rani bisa memiliki Bunda dan Adek Rumi tapi lebih beruntung rumi tuh dapet pelukan dari Bunda huuuuuaaaaaaaaa, Bunda... salam Buat yang jaket hitam :) sekali lagi terima kasih Bunda dan buat adek rumi i always love you :) muuuuuaaacchh buat Bunda dan adek rumi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah, bikin pagi ini menjadi terkesan! Sangat-sangat inspiratif dan hubungan kalian sangat dekat. Semoga selalu dimudahkan salam segala urusan. Aamiin...

      Hapus
    2. Hai Rani... Kita memang paling gampang terharu ya. Dikit-dikit melow.... Hihihi...

      Semoga apa yang terjalin baik ini bisa berlangsung terus ya.

      Peluk Rani...

      Hapus
    3. Subhanallah...

      Aaaaaaarrrgghhhh pagi ini membuat air mata rumi jatuuh,,,'
      Ya Allah Beruntung bangeeettt rumi berada di antara kalian yang menyayangi rumi apa adanya,,,,

      Kk Rani terima kasih sudah mengizinkan rumi liburan ke bangka, diajak jalan keliling bangka gratiiisss, mkan gratiiss bareng bersama keluarga... benar2 terharuu,,, :-*

      Semoga persaudaraan diantara kita tetap terjaga,,,

      always love u mom dan sister,,, :-*

      Hapus
    4. @Mas Qefy: Terima kasih doanya. Insya Alloh kami akan menjaga baik apa yang sudah Alloh jalinkan ini.


      @Harumi: Banyak hal yang bisa kita ambil hikmah dalam hidup kita. Saat Rumi sedih tak ada orang tua di sisi Rumi, Alloh pertemukan dengan orang-orang yang mencintai Rumi dengan tulus. Semangat ya, nak. Lanjutkan kuliahmu. Kini ada bunda, kak Rani dan keluarga di Bangka yang mensupport Rumi.

      Hapus
    5. Saya terharu baca postingan ini...#peluk Kang Qefy ah, yang tiga hari gak mandi

      Hapus
    6. moga rani juga suatu saat bisa ketemu bunda dan melampiaskan semua kerinduannya. sukur kalau bisa berkumpul utuh keluarga bunda ditambah rani sama rumi...

      Hapus
    7. @mas Insan: Peluk mas Qefy... hiiih curigaaaah...

      @mas Ridwan: ditambah mas Ridwan juga dong, biar makin rame.

      Hapus
  6. Wahhh jadi ikutan meleleh nich mbaca critanya...hhhhmmm...sptnya mereka memang 2 gadis yg luar biasaaa...sstt, Bun, boleh minta no HP-nya ga? #loh apa maksudnyaa? Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meleleh gara-gara beli es krim di Gombong makannya di Purwokerto ya. Hehehe...

      Boleh aja no hape. Tapi mosok saya go publik di sini. ^_^

      Hapus
  7. Persahabatan blogger emang ajib ya bunda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Ika. Ajib banget dan kadang terasa unbelievable. But real ^_^

      Hapus
  8. bun, wajahnya mirip ya sama mbak rani.. hidungnya tuh mirip banget...

    wah, asyik nih kopdar terus..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mirip? Iyakah? Saya sampai liat foto kami berdua lagi nih. qiqiqi... Kirain malah bundanya lebih manis dari pada Rani #upps... ngumpet dibali monitor

      Mas Awal kemaren kopdar sama mas Topics kekenyangan makan sate ya?

      Hapus
    2. beneran mirip kan?

      iya kopdaran, ditraktirin lagi bun..

      Hapus
    3. Seneng ya kopdar dan ditraktir. Sekarang yg nraktir sedang kebingungan over weught ^_^

      Hapus
  9. Bunda memang inspiratif banget! Seneng banget baca postingan ini, sungguh! Rumi sama Rani sangat beruntung bisa ketemu Bunda. Bunda, jagain mereka ya... Beneran ini mah. Mudah-mudahan kita juga bisa ketemu semuanya. Ya Allah.... Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Qefy: Alhamdulillah,,,, Beruntung mendapat orang2 yang menyayangi rumi apa adanya seperti bbunda, ka rani, mas qefy dan yang lainnya,,,,

      Mas di buku TA rumi juga looh.... :-)

      Hapus
    2. @Mas Qefy: Saya juga beruntung bertemu mereka kok mas Qefy. Rasanya bahagia sekali sekarang ini.

      Insya Alloh saya akan jaga mereka sebisa saya. Semoga suatu saat ada kesempatan buat kita bertemu bersama.

      Hapus
  10. Hihihihi dibilang Mas Sabda hidung kita mirip Bunda.. Tapi tetap manisnya rani yg menang hahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiih... ini nih yang sulit bunda terima. Hahaha... #peluk Rani

      Hapus
  11. Nikeeen...terharu bacanya, dan lagi-lagi kagum dengan berbagai 'kebetulan' yang dianugerahkan Tuhan...semua mungkin bila dia berkehendak ya!
    Smoga silaturahmi ini bisa terus terjalin, bukankah lebih banyak saudara akan membuat kita merasa kaya?
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bintang, memang begitu luar biasa kalau tangan Alloh bekerja. Pertemuan yg tak pernah disangka2 bisa menjadi begitu indah.

      Hapus
  12. banyak anak kan banyak rejeki. apalagi anaknya udah gede gede mau punya selusin juga ga terlalu ngerepotin banget kaya ncit ncip. sama repotnya ding cuma udah beda haluan ya, bukan soal ngompol dan tak mau minum susu lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tiap tahap perkembangan anak selalu ada repotnya. Tapi memang ngurus anak 1 sama anak banyak, sama capeknya. Hehehe... Bagaimana mensyukuri pemberian Alloh aja, mas Rawins.

      Hapus
    2. Biasanya yang kaya gini juga mau daftar tuh Mba. he,,,, he,,, he,,,,

      Hapus
    3. Lah kan memang udah daftar tuh diatas.

      Hapus
  13. Wanita-Wanita Luaaaaaaarrrr Biasaaaa... :) *Salut...*

    BalasHapus
  14. alhamdulillah... turut bahagia membaca tulisan ini... titip salam untuk kedua gadis cantik mbak Niken ini ya... semoga lestari jalinan silaturahmi ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka berdua membaca komen ini. Salamnya pasti diterima.

      Aamiin, terima kasih doanya.

      Hapus
    2. wa'alaikum salam mba mechta... salam kenal yaaaa.. :-)

      Hapus
  15. sangat terharu saya bunda, mngingatkan saya lewat sebuah blogging saya kenal seseorang dan saya dah anggap seperti kakak saya sendiri yang kebetulan saya nggak punya sosok kakak perempuan, dari blogging terjalisn sebuat tali persaudaraan nggak hanya di dunia maya tapi juga sampai di dunia nyata, adalah mb' rihar diana (dhanaarsega.blogspot.com)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang persahabatan maya kadang membuat takjub. Bisa menjadi begitu dekat.

      Salam buat mbak Rihar Diana.

      Hapus
  16. sumbhanallah, sebuah kebetulan yang pasti telah ditakdirkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua berjalan atas ijin Allah. Barakallah.

      Hapus
  17. bunda, gak mudah lo bisa menerima orang yang bahkan baru kita kenal di dunia maya, walau itu sudah bertahun lamanya. dunia maya penuh kepalsuan. walau begitu bunda bisa menunjukkan jalan pikiran yang positif. aku sudah pernah bertemu dengan orang yang katanya peduli, tapi nyatanya tidak. bunda, aku bangga kenal bunda. terimakasih ya ALLAH atas segalanya. atas pertemuan dan izinNYA bisa Insyallah satu buku dengan bunda.

    bunda, sekali lagi maaf ya aku gak bisa datang hari itu, padahal izin sudah diberikan dengan syarat pekerjaan pagi harus selesai. macet bikin jadwal yang harusnya selesai jam satu jadi selesai jam tiga sore. semoga lain kali gak mengecewakan lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks... Aaahh.. mas Ridwan bikin melow nih. Rasanya aku biasa saja kok mas. Malah kadang bawel ya. Kok betah sih dibaweli. Hehehehe... Maklum kan, emak-emak dengan segala pernak perniknya ^_^

      Aku juga seneng bisa satu buku sama mas Ridwan, Insya Alloh. Semoga niat baik kita itu mendapat ridha Alloh.

      Aku ngerti banget kondisi mas Ridwan hari itu. Jakarta memang begitu ya... Bikin kopdar jadi berantakan. Mainlah kapan aja mas Ridwan sempat. Oseng terong bisa segera disiapkan ^_^

      Hapus
  18. KB ( keluarga besar ) memang mengasyikkan Bunda, semoga kekeluargaannya nanti bertambah.....

    BalasHapus
  19. Balasan
    1. Belum menjadi kenangan sebetulnya, tapi memang indah.

      Hapus
  20. Subhanalloh Bund. sungguh, suatu kisah yang sangat mengharukan bagi saya...# lho kok haru sih? iya, Bunda telah menjadi inspirasi buat putri-putrinya, berawal dari persaudaraan di dunia maya, menjadi keluarga di dunia nyata...alangkah indah Bund...semoga barokah dan nikmat selalu tercurah...aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulus saja dalam menjalin silaturahim. Alloh sudah mengatur semuanya.

      Aamiin, terima kasih doanya Khusna. Saya sering ketemu Khusna di blog teman-teman.

      Hapus
  21. subhannallah,,memang bener kata om NH, the beauty of blogging memang luar biasa. Semoga jalinan silaturahminya dapat selalu terjaga ya bunda.
    Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Salam kenal kembali Mbak Intan... :)

      Hapus
    2. Aamiin, terima kasih doanya, Intan.
      Salamkenal kembali.

      Hapus
    3. Aamiiin....
      terima kasih bu inta,,, :-)

      Hapus
  22. Lapangnya taman hati Jeng Niken merengkuh bunga Rani dan Rumi semakin mempercantik taman keluarga. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah sekali merengkuh mereka, sebab mereka begitu perhatian dan hormat pada saya. Tapi, semua ini atas ijin Alloh.
      Salam kembali.

      Hapus
  23. Itulah cinta mbak. setitik cahaya cinta bisa menerangi banyak hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cinta adanya di dalam hati, tak perlu mencarinya kemana-mana.

      Hapus
  24. Terharu membaca kisah dua gadis anak Mbak Niken. Semoga hari-hari mereka dalam menapak masa depan selalu dalam perlindungan Allah. Dan aku kagum pada dirimu, Mbak, bisa memposisikan diri sebagai ibu bagi mereka, begitu. Duh dirimu sendiri langka lho, Mbak Niken..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Rani dan Rumi memang anak-anak yang kuat dan ulet.

      Aku kan memang ibu-ibu, mbak Evi. Kalau disuruh berperan jadi bapak, mungkin bisa kacau balau ^_^

      Hapus
  25. Kedekatan dan kehangatan seperti inilah yang seharusnya ditumbu-suburkan di kalangan masyarakat Indonesia. Saling mengerti,menghormati dan menghargai. Jangan tawuraan saja.
    Terima kasih artikelnya yang hangat
    Salam sayang dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedekatan seperti ini bisa membawa kebahagiaan, jadi kenapa tidak, ya pakde.

      Terima kasih mampirnya. Lama pakde nggak ke taman saya :)

      Salam kembali dr Jakarta

      Hapus
  26. Semoga selalu diberi kebahagiaan ya, Bund. Senang membaca kisahnya. . .

    BalasHapus
  27. Menarik sekali, saya juga merasa mempunyai seseorang yg saya anggap sebagai bapak sendiri.. ^^
    Enak juga kalau dapat fasilitas gratis kalau berkunjung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Bersyukur ya mas Wahyu.

      Enak banget kalau nanti kesampaian. Hihihi...

      Hapus
  28. seneng ya mbak, dipertemukan dengan dua gadis cantik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka anak-anak baik, dan kuat dalam perjuangan hidup. Saya belajar banyak dr mereka.

      Hapus
  29. Alahmdulillah,,,, walau hanya di dunia maya, namun persahabat dan persaudaraan lebih mengenal dan memekas. Dan banyak mendatang inspirasi.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Indra, hubungan kami makin erat saja dari hari ke hari. Semoga membawa keberkahan.

      Salam kembali.

      Hapus
  30. Mbak Niken..hai ..ketemu lagi... sepertinya postingan mbak Niken ini ttg sahabat semua deh..aku kok jadi ngiri gitu yah...karena aku punya pengalama buruk mbak niken ttg pertemuan di dunia maya...hikkss kok ujung2nya curcol yah... kata2 nyesel ketemu dan jgn pernah berharap jadi temennyaitu yg menjadi rasaku ini jadi takut menyapanya kembali....Maksut hati pingin aku benahi pertemannan tapi apa daya makk...semua berakhir pilu dan gak bisa disambung lagi...hikksss...pingin tau deh resepnya mbak Niken ini bisa mnyemai Cinta persahabatan dgn baikk... Jadi terharu aku baca postingan ini mak :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertemanan dunia maya memang bisa menjadi bermacam-macam kisah. Pengalaman mbak Giarti, mungkin itu cara Alloh menunjukkan bahwa seseorang itu baik atau tidak untuk diri mbak Giarti. Ambil hikmahnya saja mbak. Tapi jangan kemudian jadi takut untuk membuka pertemanan dengan yang lain. Masih banyak teman-teman blogger/dunia maya yang juga baik dan tulus. Kadang kita hanya perlu memberikan "telinga" kita untuk mendengar. Tapi bisa bermanfaat buat orang lain.

      Tak ada tips/resep khusus kok. Mungkin buat sebagian orang, saya juga pernah menyakiti atau mengecewakan.

      Hapus
  31. Membacanya, sungguh saya ikut bahagiaaaaa banget. Demikian indah sebuah persaudaraan. Dari dunia maya menjadi nyata. Salam hangat dari Jogja untuk Mbak Harumi nggih, Bund.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Pak Azzet ikut bahagia... Alhamdulillah. Luar biasa cara Alloh mempertemukan.

      Hapus
    2. wa'alaikum salam mas akhmad....

      salam kenal yaa...

      Jogjanya dimna mas>> saya juga wong jogja looh... :-)

      Hapus
  32. Kok enggak bilang-bilang saya kalau punya anak gadis gede? :p

    BalasHapus
  33. Waah ada Rumi di sini. Sudah lama saya gak nengok Bloof. Biasanya saya mainnya di Bloof Makassar. Dulu sempat tegur2an sama Rumi di Bloof, lupa ya tentang apa waktu itu. Mungkin Rumi sudah lupa ^__^

    Barakallah ... senang sekali mbak Niken kedua gadis ini nganggap mbak Niken seperti ibu mereka.

    Kakak Topics sempat ketemu mbak Niken juga toh? Waah ... senangnya kopdar ya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, mbak Niar. Trimakasih.

      Rumi ingat sama bunda Mugniar katanya :)

      Mas Topics manggil saya emak tuh mbak. Hehehehe...

      Hapus
    2. Bunda Mugniar : Rumi ingaaat dunkzz... :-)
      Bunda apa kabar ??
      Masih stay di Makasar bunda ??

      Hapus
    3. Waah masih ingat ya ,,, ahamdulillah :)
      Aih si kakak itu, masa sama saya dipanggilnya TANTE mbak ... aish hehehe

      Hapus
    4. Lagian mbak Niar manggilnya, kakak sih. hihihi...

      Hapus
  34. Waahh asiknya... memiliki teman blogger yang klop itu rasanya sesuatu. Saya ada beberapa, tapi belum pernah kopdar bunda, soalnya jaraknya jauh-jauh. Mudah-mudahan suatu saat nanti bisa terwujud. Salam silaturahim ya bunda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga suatu saat bisa kopdar, ya Ry... Supaya bisa sambung silaturahim.

      Hapus
  35. Wah senengnya mbak Niken punya "2 anak gadis" yang demikian mencintai mbak Niken spt mencintai ibu mereka sendiri.
    Subhanallah... begitu indah cara Allah mempertemukan mbak dan mereka berdua ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mbak Reni... Takjub dengan Kuasa Allah dalam mempertemukan dan menjalinkan sebuah hubungan.

      Hapus
  36. semua orang menginginkan anak yang shalih/shalihah namun hal tersebut bukan pekerjaan yang mudah. walaupun sy belum menikah tp tdak dapat kupungkiri hal tersebut sangat saya inginkan. mudahan anak kita semuan dapat berguna dunia akhirat. salam kenal bunda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali mas Akbar.

      Semoga kelak mas Akbar akan diberi kepercayaan oleh Alloh atas anak2 yg sholeh dan sholehah.

      Hapus
    2. aminn....mudahan semua dipermuadah dan berjalan sesuai qodrat-Nya.

      Hapus
    3. aminn mudahan semua berjalan dengan mudah sesuai qodratnya.

      Hapus