Frangipani Flower Lovely Little Garden: Cerita Anak SMA: Sahabat
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart

Selasa, 17 Juli 2012

Cerita Anak SMA: Sahabat

Cerita Anak SMA adalah cerita tentang anak sulungku dan tentang kenanganku di SMA dulu.

Teras rumahku ramai dengan remaja-remaja berseragam putih abu-abu. Anak sulungku sedang bersama teman-temannya mengerjakan tugas kelompok. Sedikit mengintip aktivitas mereka yang begitu ceria penuh dengan gelak canda. Tangan mereka sibuk bekerja tapi olok mengolok diantara mereka memeriahkan suasana. Begitu akrab dan kompak. Sepiring pisang goreng yang aku hidangkan segera ludes mereka perebutkan. Padahal tanpa berebutpun pasti semua kebagian. Tapi begitulah cara mereka. Bercanda rusuh-rusuhan. Aku hanya tertawa geli melihat kelakuan mereka.


Melihat keceriaan mereka aku jadi teringat masa-masa SMAku dulu. Seperti itulah aku dulu kalau berkumpul dengan teman-teman. Rumahku juga selalu dipakai untuk belajar bersama membuat PR atau tugas-tugas kelompok. Bahkan kadang ada teman yang menginap di rumahku bila sedang menghadapi ulangan umum. Sesaat kemudian, akupun tergerak untuk menuliskan sebuah puisi untuk mengenang masa-masa indah dulu. Masa SMA yang indah....

SAHABAT

Aku bukan ingin hidup di masa lalu. Bukan pula berharap waktu dapat diputar untuk mengulang keindahan dahulu. Tapi berada disini, membuatku menoleh kebelakang bagai memutar kembali jalinan cerita kala muda remaja.

Aku memang tak punya kisah cinta di SMA kita. Tapi kisah persahabatan yang terjalin luar biasa menghiasi remajaku. Menjadi bagian dari kehidupanku kala itu dan tak pupus hingga saat ini. Mungkin banyak yang terlupa, tapi tak sedikit yang masih menghiasi hati . Rasa bangga menukar putih biru menjadi putih abu-abu adalah masa dimana kala itu penuh gejolak. Tak apa pernah dikecewakan karena maafkan bila mengecewakan. Saat itu tawa begitu lepas, tapi kadang menangis bagai menyesakkan dada. Sesekali melompat dalam girang, tapi kali lain tertunduk dalam sedih.

Waktu adalah ungkapan tentang suatu perjalanan panjang pada tiap-tiap kisah yang dikitarinya. Waktu terus menerus mengikuti setiap derap langkah manusia, termasuk aku yang berjalan dibawah naungannya. Dan saat aku tiba pada hari ini, di tempat ini, tolehanku ke masa lalu tak dapat merubah kekonstanan waktu. Dia akan terus berjalan dan tak akan berhenti walau sebentar. Namun kenangan kala itu akan tetap terlihat dalam rangkaian semesta raya. Persahabatan akan terukir dalam pahatan indah dikehidupanku.

Jabat erat sahabatku...


Beberapa waktu lalu kami mengadakan reuni angkatan 88 SMA Negeri 1 Karawang. Disanalah aku dulu mengenyam bangku SMA. Bertemu dengan teman-teman lama betul-betul membahagiakan. Reuni waktu itu betul-betul membawa kesan indah buatku. Ngobrol kesana kemari sambil mengamati teman-teman yang kebanyakan badannya sudah pada berkembang kesamping alias menggemuk. Pertanyaan utama pastilah tentang... berapa anakmu..? Sambil mengenang-ngenang peristiwa-peristiwa lucu bahkan menyedihkan. Seharian full tertawa. Lupa deh sama galau. Menceritakan kenangannya saja indah... bagaimana dulu pada masanya terjadi? Tentu saja masa SMA adalah masa remaja yang nano-nano rasanya. Pahit, manis dan asem....









Ada sebuah puisi yang aku buat untuk sahabatku di SMA. Aku tulis setelah persahabatan kami berjalan 20 tahun lebih. Aku pernah share puisi ini di grup SMANSA Karawang. Sebuah puisi yang tak kuberi judul waktu itu. Bicara tentang masa SMA tak mungkin bisa aku lupakan persahabatan kami ini. Sampai saat ini dia masih tetap menjadi teman baikku.

Adalah persahabatan yg membawa kita pada hari ini
Rasa syukur bahwa aku mempunyai seorang kamu
disalah satu sudut hatiku
Denganmu aku bisa bercerita...
segala apa yang menjadi warna dalam hari-hariku.
Bersama kita belajar bahwa hidup adalah perjuangan
yang harus dimenangkan.....
bahwa harapan boleh kita miliki
sebagai kekuatan untuk meraih sesuatu yg lebih baik

Satu dua kesalahan...
seakan hanya menjadi pemanis sebuah pertalian
Rasa saling memahami adalah bukti ada ketulusan
dalam persahabatan kita

Waktu.... biarlah bergulir dengan sendirinya
dan kita lihat....
bahwa kita akan tetap saling mengisi

Tetaplah menjadi sahabat
sebab aku ingin tetap berbagi warna dalam hari-hariku.


                                           *********************

Di teras depan anakku dan teman-temannya masih ramai dengan gelak candanya. Banyak doa dan harapan yang pasti terangkai dari para orang tua mereka. Jalan kalian masih panjang, nak... Kerjakanlah tugas dan kewajiban kalian dengan penuh tanggung jawab. Maka kalian akan memetik hasilnya kelak.



27 komentar:

  1. Wah senengnya yang pernah sekolah SMA..
    sayang aku gak ngalami masa2 SMA... hiks..
    lulusan SD inpres...

    puisi membuat air mataku mengalir deras...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha.... lebay banget...! Kebanyakan makan cilok ya mas...
      Dulu makan bangku SD inpres habis berapa..?
      Ini aga gombal buat lap air mata.... hihihi...

      Hapus
  2. waduh senangnya reunian.. dulu bunda yg mnjalani masa SMU skrg anaknya udah duduk di bangku SMU yak, kalo gt anaknya suruh posting cerita juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak sulungku itu ngga suka nulis mbak... sukanya olah raga. hehehe...

      Hapus
  3. hik hiks jadi pengen reunian :) meutianya lagi bobo saya yang gantiin komennya ya bun :) salam blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiiaaaahh... komen bisa diwakili yaak... nanti kalau meutianya udah bangun disuruh komen juga yaaa... :)

      Hapus
  4. Bundaa Puisinya kereen banget..
    menusuk kedalam jantungku..
    indahnya persahabatn ya..

    Jadi inget sahabat2 sma nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau ada yang tertusuk oleh puisi bunda... hihihi... tapi ngga sakit khan tusukannya...?!

      Hapus
  5. seru kayaknya ya bisa seru2an reuni breng tmen2 SMA dahulu bun..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya doong...seru banget... ngga pernah ketemu sudah 20 tahunan...ceritanya nggak habis-habis... hehehe

      Hapus
  6. Balasan
    1. Renyah...? Iya mas tadi baru aku goreng soalnya... hahaha...

      Hapus
  7. Balasan
    1. Indahnya nostalgia masa SMA... hehehe...

      Hapus
  8. kakak membuatku kangen dengan masa SMA. Tapi kenapa identik dengan cerita cinta ya kak? Entah itu cinta dalam lingkaran kekasih.. ataukah cinta lain yang lebih seru, cinta persahabatan. Aaahhh... rindu sahabat-sahabatku. Rindu guru-guruku.

    Ya, bukan ingin diri memutar waktu agar mampu sekali lagi hidup dalam ruang masa lalu. Bukan itu.. Aku hanya ingin mengenang, mengabadikan sekali lagi memori-memori itu. Refleksi akan sebentuk ruang dimana aku belajar tentang persahabatan.. kasih sayang.. tanggung jawab.. hingga tentang mengejar mimpi-mimpi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah masa remaja... Selalu menyisakan kenangan yang bercampur rasa. Pada masa itu kita sedang jatuh bangun menguatkan hati menghadapi perkembangan cara berpikir kita...

      Hapus
    2. Masa-masa pembentukan karakter. :)

      Hapus
    3. Maka apabila salah dalam pembentukannya, akan hancurlah masa depannya. Karakter yg bagaimanapun harus berlandaskan pada nilai-nilai agama yang kuat.

      Hapus
  9. Balasan
    1. Puisi tentang persahabatn di SMA... Semoga bisa terungkap bagaimana perasaanku waktu SMA dulu. Makasih ya mbak Enny... :)

      Hapus
  10. Aku sekarang masih SMA kelas XI punya pesan gak?

    Agar masa SMA selalu terkenang indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbanyak pertemanan. Aktif dalam kegiatan sekolah. Kenanagn akan eratnya pertemanan masa SMA lbh indah dr pada menghanyutkan diri pada cinta monyet.

      Kenangan akan keaktifan mengikuti kegiatan sekolah, akan bisa membanggakan sampai kapanpun, bahkan bisa menjadi cerita utk anak2 kelak.

      Itu pengalaman yg saya alami pribadi... :)

      Hapus
  11. informasi yang sangat menarik dan mengagumkan yah utnuk itu salam kenal dari saya dan jangan lupa kunjungan baliknya
    Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

    BalasHapus
  12. tulisannya bagus,,, nice post...

    BalasHapus