Frangipani Flower Lovely Little Garden: Sindrom Reuni
There is a lovely little garden in a corner of my heart, where happy dreams are gathered to nevermore depart

Rabu, 21 November 2012

Sindrom Reuni

Bismillahirrahmannirrahiim...

Kuhempaskan tubuhku pada bangku kereta api. Huufft... Akhirnya jadi juga kutempuh perjalanan ini. Perasaan lega menjalar ke seluruh tubuhku. Akhirnya terwujud juga perjalananku dengan suami menuju kota kenangan kami. Purwokerto. Setelah mempertimbangkan banyak hal termasuk, meninggalkan anak-anak selama kurang lebih 3 hari, sampai juga kami pada sebuah keputusan untuk berangkat menghadiri reuni akbar I.K.A.F.U Unsoed.

Kota sejuk di kaki gunung Slamet itu memang selalu lekat di hati menyimpan beribu kenangan. Tak hanya kenangan buat aku dan suamiku, tapi juga bersama teman-teman kuliah dulu. Menjadi anak kos semasa kuliah memang menyisakan memori yang tak bisa dilupakan begitu saja. Purwokerto pun bagai menyapa kami bersahabat di tiap sudut kotanya.

Perjalanan ini aku nikmati tiap saatnya. Menghargai waktu yang aku dan suamiku masing-masing berikan. Sama-sama berharap akan menemukan kebahagiaan baik buat kami berdua, maupun nanti dengan teman-teman di reuni akbar. Berharap kepergian kami ini bisa menjadi pupuk cinta buat kami berdua. Beberapa rencana kecil sudah kami buat untuk memaksimalkan waktu di kota kenangan itu. Walau akhirnya ada perubahan karena asyik berkumpul dengan teman-teman lama. Tak apa... malah jadi makin seru dan mantap.

Janjian dengan Irvano El Varisi dan Aan Rahman di stasiun Purwokerto. Irvan sebetulnya naik mobil dari Indramayu dan Aan naik kereta api juga dari Jakarta tapi beda kereta dengan kami. Irvan tiba pertama di stasiun, kemudian aku dan suami baru kemudian Aan. Kereta yang aku dan suami naiki tiba di Stasiun Purwokerto sekitar pukul 02.00 WIB. Nongkrong di warung depan stasiun menunggu kereta Aan sampai, dari jam 02.00 sampai jam 04.30, bersama suami dan Irvan rasanya sesuatu banget. Keramahan Purwokerto sudah kami rasakan pada sambutan dini hari itu. Bahkan soto khas Purwokerto bisa kami nikmati pada waktu sepagi itu. Dan rasanya pun enak. Menghangatkan badan ditengah udara dingin Purwokerto.

Oh ya... Aan Rahman dan Irvano ini adalah teman sekontrakan suamiku waktu kuliah dulu. Jadi kebayang bagaimana mereka saling merindukan satu sama lain. 2 tahun mereka satu atap. Sebetulnya mereka berempat dengan Alex. Tapi Alex berhalangan datang karena anak-anaknya sakit cacar. Tentunya banyak sekali kenangan buat mereka. Susah dan senang sudah mereka lewati bersama.

Aan Rahman adalah pemain bas betot di Opera Van Java yang tiap malam bisa kita lihat di TV. Beruntung kemaren ini OVJ sedang libur syuting. Jadi Aan bisa menghadiri reuni akbar ini. Aku ikut merasakan kebahagiaan pada saat mereka saling berpelukan erat, setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Kalau dengan Aan pernah 2 kali ketemu. Tapi dengan Irvan sudah 20 tahun tidak pernah bertemu.


Mas Teguh, Niken, Aan dan Irvan

Subuh kami berempat lalu menuju ke rumah Anne, teman kuliah yang asli penduduk Purwokerto. Anne sudah mempersilahkan kami untuk membersihkan badan dan sarapan pagi di rumahnya. Kini giliranku yang berpelukan erat dengan Anne. Dia adalah sahabatku pada masa kuliah dulu. Sayangnya Alex, Nawang dan Tresnawati tidak bisa datang. Pasti akan lebih seru kalau mereka ada.

di rumah Anne, keluarganya selalu hangat menyambut

Sekitar jam 10.00 WIB kami meluncur menuju ke kampus perjuangan di Kali Bakal. Sudah banyak teman-teman yang datang. Dan tentu saja teriakan dan tawa bahagia selalu membahana tiap bertemu dengan teman yang sudah 20 tahunan tidak bertemu. Melihat perubahan fisik mereka (juga aku sendiri... hehehe...) menjadi candaan khas dalam reuni itu. Sebagian lupa nama tapi ingat wajah. Dimaklumi sebab memang sudah berlalu lama sekali.

Makin siang makin meriah acaranya. Acara utama siang itu adalah pemilihan ketua I.K.A.F.U. Tapi kehebohan obrolan, candaan, gelak tawa, teriakan rindu... itu semua yang membuat hangat suasana reuni. Panitia menyiapkan makan siang dengan menghidangkan semua makanan khas Purwokerto yang memang kami semua rindukan. Ada mendoan, dage, soto sokaraja, dan lain-lain. Dan rasanya enaaak semua. Betul-betul bisa melepas kerinduan kami terhadap makanan khas Purwokerto yang dulu sehari-hari menjadi menu kami.



Acara dilanjut malam hari di kampus FISIP Grendeng. Ada hiburan dari alumni untuk alumni. Saatnya bernostalgia dengan sejarah perjuangan kampus, musik dan tarian. Makin malam makin meriah suasananya. Lagi-lagi panitia mempersiapkan segalanya dengan baik dan memuaskan. Mulai dari suasana ruangan, makan malam dan hiburannya. Aku suka. Dan kelihatannya teman-teman pun demikian. IKAFU memang mantap dan keren deehh....!

Mas Wawan nyanyi sambil nyelonong di depan kami-kami yang hendak foto bersama


Asli produk Fisip, kata Ali


IKAFU memang mantaaap....!

Capek... tapi bahagia. Tak dirasa kurang tidur sejak menempuh perjalanan dari Jakarta. Rasanya tak ingin melewatkan waktu barang sebentar tanpa berbincang dengan teman-teman. Reuni akbar kemaren benar-benar membawa bahagia dihati para alumni. Rasanya aku tidak mendengar ada keluhan terhadap acara yang ada. Semua lebih mengutamakan silaturahmi dengan teman\teman dan dosen. Acara selesai sekitar jam 00.00 WIB.

Hari minggu adalah waktuku berdua suami. Sebab kemaren kami lebih asyik dengan teman-teman main kami dulu. Anne berbaik hati meminjamkan sepeda motornya untuk kami pakai berkeliling Purwokerto. Napak tilas ceritanya.... Ini sungguh-sungguh waktu yang amat berharga buat ku dan suami. Aku pribadi merasa damai dalam kebersamaan ini. Makan siang di sebuah restoran bermenu utama bebek. Makanan kesukaanku. Mas Teguh betul-betul ingin menyenangkanku hari itu. Terimakasih ya say... I love you...





bebek asap, ca phok coy, lalap, sambal

Kami juga menyempatkan mampir ke rumah pak Bejo. Mas Teguh dan teman-temannya dulu biasa latihan band di studionya pak Bejo. Dan mengajak Budi anaknya pak Bejo sebagai drummer di grup band mereka. Ibunya Budi baik sekali kepada mas Teguh dan teman-temannya. Dan sebagai anak kost, rumah Pak Bejo inilah tempat singgah yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Ibunya Budi selalu menyiapkan makan untuk teman-teman anaknya. Makanya Mas Teguh ingin bertemu dengan keluarga pak Bejo yang sudah begitu menerima dia dan teman-temannya dulu. Kami janjian dengan Irvan yang baru turun dari Baturaden, untuk ketemuan di rumah pak Bejo. Irvan adalah gitaris dulu. Main gitarnya jago. Dia juga sama suka numpang makan di rumha pak Bejo. hehehe.....

Malah di rumah pak Bejo kami bertemu dengan musisi asal jepang Mr. James Chu yang sudah berkolaborasi dengan Waljinah dan Didi Kempot. Mr. James Chu sedang membuat rekaman di rumah pak Bejo. Jangan salah lhoo.. peralatan rekaman pak Bejo lengkap dan modern. Di Purwokerto paling ngetop. Bahkan musisi Jepang seperti Mr. James Chu saja berkali-kali datang ke studio pak Bejo. Pasti itu juga karena rasa kekeluargaan yang ditunjukkan pak Bejo dan keluarganya.

Mr. James Chu sedang memainkan sitar Jepang duet dengan gitarnya Irvan


 bersama keluarga pak Bejo


Dari rumah pak Bejo kami mencari oleh-oleh dulu baru kemudian ke rumah Anne untuk mengembalikan motor dan mengambil barang-barang yang kami titipkan di sana. Sambil menunggu jadwal kereta datang  kami lanjut ngobrol dengan keluarga Anne.

Kereta berangkat pukul 21.00. Laju kereta membawa kami meninggalkan kota Purwokerto dengan segala kenangan indahnya. Makin banyak kenangan indah di kota itu. Selalu ada niat untuk kembali mengunjunginya. Dan membuat kisah-kisah indah lain. 

Reuni selesai. Tapi gaung dan hingar bingarnya masih terasa sampai saat ini. Di Grup Reuni Akbar I.K.A.F.U masih ramai teman-teman saling upload foto dan berkomen canda ceria. Serasa kena sindrom reuni. Ketawa-ketawa sendiri melihat foto-foto dan candaan yang dilanjut di dunia maya melalui facebook. 

Hmmm.... friends... I miss you already....

Spesial aku ucapkan terima kasih buat Ali Murtadlo, Diana Dewi (Anne) dan Titi Hastuti yang sudah memberikan perhatian lebih kepada kami berdua. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan rizki yang berlimpah.






60 komentar:

  1. wah asyiknya reuni
    bisa ketemu teman2 yg dulu jg pernah muda
    suka serasa masih pada muda lho mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Kang Haris...
      sejenak merasa muda kembali.
      seru dan rame...

      Hapus
  2. Acara reuni selalu membuat kita bahagia karena bertemu teman2 lama, ada yang sering ketemu, ada yang jarang dan bahkan ada yang belum pernah bertemu lagi setelah kuliah ya jeng.

    Saya sudah dua x mempertemukan keluarga besar Ipung karena saya berhasil menyusun Buku Silsilah keluarga Besar mereka.
    Pertemuan yang mengumpulkan balung pinisah itu sangat mengesakan karena bertemu sesama saudara satu trah.

    Apik kisahnya dengan dukungan gambar yang ciamik.

    kami mungkin juga akan ke Purwokerto lagi kapan-kapan. Insya Allah

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pakde... semua menyatu merasa sama, tak perduli sudah menjadi apa atau belum menjadi apa. Sama2 merasakan belajar di tempat yg sama dengan dosen yang sama. jadi seru banget.

      Wah ga mudah lho menyusun buku silsilah keluarga besar, kami sudah mencoba membuat dan belum selesai sampai sekarang.

      Purwokerto memang layak buat di datangi lagi.
      Trimakasih pakde. salam kembali.

      Hapus
  3. Hmm baru tau nih kalau Bunda anak FISIP, eh ini ceritanya Reuni plus Honey Moon ya, kok Luthfan gak ikutan hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luthfan jagain adik2nya Kang. Lagian ntar kasian dia malah ngga bisa ikut menikmati acara.

      Hapus
  4. wow bener2 sesuatu bagnet yaa bund, nunggu di stasiun lama, langsung ketemu temen2 dari siang sampek malem keren:D

    wah pacaran lagi niyee berduaan sama misua :D

    purwokerto rumahanya pakdhe niar lho bund deket stasiun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhooo... rumah pakde dekat stasiun...? Di Kober bukan...? Rumah Anne juga dekat stasiun.. jangan2 tetanggan sama pakde Niar yaa.. hehehehe... :D

      Hapus
    2. ndak tau bunda, lupa daerah mana, wong udah lama banget ke purwokertonya :D

      Hapus
  5. Satu kata...
    bener-bener nekaaadddd....

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh salah... tiga kata... *typo

      Hapus
    2. Arek Suroboyo siji iki pancen nganyelke...
      Yo beeeeen...!

      Hapus
  6. Reuni adalah ajang menjalin silaturahmi yang menyenangkan. Sekian tahun dahulu mengenyam pendidikan di tempat yang sama lalu bertemu kembali. Hmmm..., pasti seru ya Bu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal dulu...
      Trimakasih add nya di fb.
      Begitulah kenyataannya... susah senang yang dulu dilalui, sekarang menjadi indah saat diceritakan kembali.

      Hapus
  7. Serunya ya Bun...
    Saya mau ngadain reuni belum kesampaian sampe saat ini T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Esti...
      Makanya masih kena sindromnya niih...

      Hapus
  8. Senangnya reuni ya, Nu Niken. Kalo saya hanya bisa membayangkan. Karena di kampus belum pernah ada reuni, hehehe.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. senang...senang.. Alhamdulillah menyambung silaturahim. Semoga membawa keberkahan buat kami semua.

      Hapus
  9. kerasa bahagiannya dirimu dan semua yang menghadiri reuni itu mba...
    reunian memang selalu merupakan moment indah untuk bertemu kembali dg teman2 lama, dimana kita pernah bersama2 menghabiskan waktu, ya menimba ilmu, ya bermain, ya segalanya deh.... reuni memang begitu membahagiakan ya mba...

    pasti sekarang udah fresh banget dunk setelah berbulan madu yang kesekian kalinya.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, mau nulis bahagia kok jadi bahagian ya? hihi... tolong diedit mba... :D

      oya, btw, dirimu anak FISIP toh mba?

      Hapus
    2. ahaaaiiii... kita sama-sama taulah rasanya... ya khan mbak Al...?
      Jadi rasa mendesak2 di hati melihat report perjalananmu dengan teman2 kemaren hilang sudah dengan perjalananku ini. Long weekend kita sama2 seru khaan...?! hehehe...

      Iyaa aku Fisip... memang mbak Al juga...?

      Hapus
  10. waduh bunda alumnus unsoed toh
    yo sama mba....
    aku mlh orang pwt ,rmhku kalibakal
    skrng memang tinngal di cilacap
    kita sama ya ...aku dan suami juga ketemu di kampus hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho...lho... kok asli Kalibakal sih...?
      Di sebelah mana? Aku dulu kos di pancurawis terus pindah sarwodadi.
      Jurusan apa dulu Pink...? Cinlok juga rupanya... qiqiqi..

      Hapus
  11. Seruuuuuuuuu......
    ~adha~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo adikku Adha... tuuh khan dirimu memang luar biasa ya ramahnya... Sampai2 kesini pun menyapa kakakmu ini.

      Sukses selalu buat Adha. Salam persahabatan...

      Hapus
  12. hayukk reuni sama saya bun #eh :lol:
    kapan main ke denpasar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuuk lah mas Ari...
      Pengen ah kapan2 ke Denpasar. Lumayan ada ampirannya.. :D

      Hapus
  13. Inget statsiun purwokerto jadi inget warung SORJEM...(ngingsor
    jembatan) yang melayani kantong kelas mahasiswa indekos...

    s

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal dimana sekarang mas Ahmad Fauzi...? Guru ya...?

      Hapus
  14. soo sweet....
    klo aku buat buku biografi, pasti nama mas dan mbak kubuat dlm satu bab khusus.. he he krna banyak ceritanya.. dari mulai pinjem motor item itu untuk ngapel sampe suka duka 'mburuh' bareng.. dll.. dll dsb. .dsb....

    --arfie---

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... boleh tuh dibuat buku biografi....
      'mburuh' bareng sih apa...?
      makasih kunjungannya ya Arfie...

      Hapus
  15. pulang k rumah bawa kenangan manis sekaligus getuk goreng n tempe mendoannya....tak terlewatkan yaa bund :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betuuul... pulang serasa segar lagi.
      getuk goreng memang beli kemaren, tapi tempe mendoan ngga bawa. cuma makan mendoannya aja di sana. :D

      Hapus
  16. That's what frends are for ...
    Bukan begitu Bu Niken ...

    Saya bisa merasakan kehangatan reuni ini ...
    dan juga saya bisa merasakan keeratan emosi Bu Niken dan Pak Teguh ... ketika menapaki tempat-tempat kenangan ...

    Kalau di tempat saya ... secara bercanda ... jika ada teman yang menikah dengan satu angkatan (bahkan satu kelas) ... ini biasa disebut ... Petani Subsisten ... (menggarap "lahan" sendiri)

    hahaha ...
    Salam saya Bu Niken

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan satu lagi saya perhatikan ...
      dimana-mana ... kalau reuni itu ...
      (terutama yang sudah berpisah 10 - 20 tahun keatas )
      Selalu saja memakai peneng kertas nama di dada ya Bu ...

      Supaya ingat namanya ... hehehe

      Hapus
    2. Beda deh kalau om Trainer Nh yang bicara...
      Lebih gimanaaaa gitu... hehehe...

      Petani Subsinten...? Hahahaha... ada-ada ajaah...
      Khan ga usah susah2 cari lahan lain tho om...

      Iya betul om... peneng nama itu bermanfaat sekali. Apalagi itu reuni akbar, jadi ada banyak kakak kelas dan adik kelas. Dari pada nanya2 terus, khan mending baca aja sendiri di penengnya...

      Makasih ya om Nh.. Salam kembali..

      Hapus
  17. ketemu teman lama kita jafi merasa muda lagi ya he..he...
    semoga pertemanannya awet ya

    BalasHapus
  18. Wah menu kulinernya BEBEK ASAP yah. Wah wah kok saya baru dengar ya apa saya nya aja yang Jadul alias tidak mengikuti perkembangan zaman. Hiheihiheiheiehiheiheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak Asep... Bebek Asap. Jadi aromanya tetap aroma bakar, tapi neneknya ga menyentuh arangnya. Khan lebih sehat thooo...

      Hapus
  19. Reuni yang mengasyikkan dan penuh kenangan, apalagi pasangan juga berasal dari fakultas yang sama. Jadi ngiri! Sehingga kalau reuni salah satu ya harus mengalah karena berbeda tempatnya hehehe ... Salam hangat dari Bandung ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reuni berangkat sama suami. Terasa sekali nyamannya. Kan pergi sama muhrim sendiri. Jadi ngga kuatir ada fitnah ini itu.

      Salam hangat kembali dari Jakarta. :)

      Hapus
  20. seru banget kayaknya reuniannya. aku masih satu kali reuni sama temen sma, itu juga masih belum sepuluh tahun kita berpisah. penampilan masih cenderung sama. moga reuni yang akan datang bisa seseru reuni bunda.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reuni ini sudah 20 tahunan tak bertemu mas... Jadi sudah banyak yang berubah.
      Tapi keakrabannya luar biasa... :)

      Hapus
  21. reuni selalu membawa ksan ya mbak :)

    BalasHapus
  22. waaahh... kita sehati mb, aku juga barusan posting ttg reuni. Klo kita banyak kesan, pasti pas reuni jd lebih menyenangkan ya... biasanya byk tambahan pelajaran hidup pasca reuni, spt di postingan saya mb.. #promosi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung ke tkp sebelum jawab komen ini. hehehe...
      Hakekat reuni kan menyambung tali silaturahim yang terputus, jadi pasti ada hikmah yg bisa kita ambil.

      Hapus
  23. Suasana reuninya ramai. Pastinya seru ya, Bund.

    Aku koq malah fokus liatin foto bunda yang sama suami ya? hihihih
    Mesranya iiiiih, ihiiiir. .. :D

    Aku koq malah jadi kangen makan dage ya, Bun. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. 20 tahun lebih ga ketemu Idah... pasti seru lah...

      Hehehe... itu baru di foto.. gimana aslinya cobaaa...

      Kemaren disediakan dage sama panitia. Enaaak banget...

      Hapus
  24. mudik itu begitu ya mba, capek, kurang istirahat tapi seruu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak. Sampai jakarta sempat meriang badan karena kecapek'an dan kehujanan. Tapi Alhamdulillah skrg udah pulih.

      Hapus
  25. Waa serunya ketemu temen2 masa kuliah...maklum ngekos. Bangun tidur barreng,kadang tidur jg bareng,sarapan bareng tugas bareng juga.huhuhj Jd kangen juga deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakit ya yg ngurusin teman sekost. Dibeliin makan sama teman sekost...
      Begitulah... jadi anak kost betul2 melatih kemandirian.

      Hapus