Kali ini mau membicarakan yang agak seru aah. Kategori tulisan dewasa. Hehehe... Tulisan ini dibuat setelah beberapa kali berbincang dengan teman yang mengeluhkan masalah yang kurang lebih sama. Aku mencoba menuliskan sebatas yang aku ketahui.
Tentang apa sih?
Ini loh, tentang hubungan intim suami istri dalam rumah tangga. Lebih khusus lagi, adalah apa dan bagaimana hak seorang istri dalam mendapatkan kepuasan dalam berhubungan intim tersebut. Mengapa aku lebih mengkhususkan pada hal itu? Karena selama ini yang banyak ditulis adalah bagaimana kewajiban istri dalam melayani suami, sedangkan sebenarnya banyak para istri yang tidak mengalami kepuasan dalam berjima'.
Kebahagiaan dalam rumah tangga memang tidak ditentukan dengan puas tidaknya dalam berhubungan intim ini. Tapi hal ini juga tak bisa diremehkan atau bahkan diabaikan. Terbukti banyak rumah tangga yang memilih bercerai karena masalah ini.
Kebanyakan istri hanya berdiam diri dan menahan di dalam hati apa yang dia rasakan apabila berhubungan dengan kepuasan batiniah. Bahkan kadang sudah memasrahkan diri bahwa yang penting suami senang dan terpuaskan. Menyadari bahwa sudah menjadi kewajibannya melayani suami, tidak ingin mendapat dosa hanya karena tidak melayani suami, sebagaimana hadist berikut:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidak seorang suamipun yang mengajak istrinya ke ranjang lalu sang istri enggan memenuhi panggilannya melainkan yang di atas langit (Allah Ta’ala) marah kepadanya sampai suaminya ridha kepadanya,” (HR.Muslim).
Hal ini banyak terjadi pada pasangan muda. Mereka belum menemukan cara berkomunikasi yang pas mengenainya. Istri masih malu-malu mengungkapkan kebutuhannya, sedangkan suami kurang peka terhadap kebutuhan biologis istri. Istri lebih banyak menunggu pengertian suami, sedangkan suami merasa tak ada masalah karena istri diam saja.
Terkadang istri merasa suami mengabaikannya. Hanya berpikir bagaimana mereka mendapatkan kepuasan kemudian selesai. Tak lagi dihiraukan sang istri, hanya selesai kemudian tidur. Jangankan rayuan mesra, sekedar kata penutup atau ucapan terima kasih pun tidak. Pernahkah terpikir oleh suami yang melakukan hal itu, bahwa istri di dalam hatinya memendam kekecewaan?
Dalam kasus lain, terkadang seorang suami mengalami (maaf) ejakulasi dini, sehingga sulit menemukan titik temu untuk berhubungan intim. Diperlukan kerja sama yang baik antara suami dan istri untuk mengobati hal ini. Namun karena cara berkomunikasi masih belum pas, belum ada penyelesaian yang memuaskan. Istri lagi-lagi memendam kekecewaan, tanpa berani mengungkapkan.
Padahal, sebagaimana suami yang ingin terpuaskan dalam berhubungan intim, istripun demikian juga. Hak istri adalah sama dengan hak suami dalam mendapatkan kebahagiaan batiniah ini. Sebagaimana firman Alloh berikut ini:
“.... Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik...”(Q.S. Al-Baqarah: 228)
Ibnu Taymiyyah menyatakan : ”Seorang suami harus memberikan nafkah batin kepada isterinya secara makruf. Sebab, ia termasuk kebutuhannya yang paling utama; melebihi kebutuhannya terhadap makan. Nafkah batin yang wajib dipenuhi oleh suami menurut sebagian ulama paling lama empat bulan sekali. Sementara pandangan lain sesuai dengan kebutuhan isteri dan kemampuan suami untuk memenuhinya.”
Memenuhi kewajiban akan kebutuhan batin istri adalah termasuk sedekah dan ibadah yang harus dilakukan oleh suami secara baik. Kalau suami menyadari hal ini, maka dia akan menggauli istrinya dengan niat yang lebih besar, yaitu bersedekah dan mendapat pahala, tidak hanya sekedar memuaskan nafsu saja.
Mari para istri speak up your mind, tak perlu malu mengajak, meminta atau merayu suami untuk berhubungan intim. Halal kok. Dan bagi para suami agar lebih memperhatikan kebutuhan bilogis istri dengan membangun komunikasi yang baik dan terbuka, agar keharmonisan rumah tangga bisa terbina dengan baik dan seimbang. Lebih peka pada isyarat-isyarat sang istri, karena tidak semua istri bisa mengungkapkan perasaannya akan hal ini.
Dari Abi Dzar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Dan di dalam kemaluan salah seorang di antara kalian adalah sedekah.” -Maksudnya dalam jima’nya (hubungan intim) terhadap istrinya- Maka mereka (Sahabat) berkata:”Wahai Rasulullah! Apakah salah seorang di antara kami mendatangi keluarganya (menunaikan syahwatnya/jima’) dan dia mendapatkan pahala?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Bukankah apabila dia menunaikannya (jima’) di tempat yang haram dia akan mendapatkan dosa?” Maka demikian juga seandainya dia menunaikannya di tempat yang halal (istrinya) maka dia akan mendapatkan pahala." (H.R Muslim)Seorang istri bisa memusuhi atau membenci suaminya karena merasa hanya sebagai tempat untuk memuaskan syahwatnya saja. Harapan istri akan perhatian dan keseimbangan dalam pemuasan hubungan batin tidak terpenuhi. Hal ini bisa menjadi seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bahkan bisa merembet ke masalah-masalah yang lain. Masalah kecil bisa menjadi besar, karena perasaan yang terpendam ini. Oleh karena itu pernikahan harus dibangun untuk menciptakan saling pengertian, kerukunan dan persatuan dua hati.
Mari para istri speak up your mind, tak perlu malu mengajak, meminta atau merayu suami untuk berhubungan intim. Halal kok. Dan bagi para suami agar lebih memperhatikan kebutuhan bilogis istri dengan membangun komunikasi yang baik dan terbuka, agar keharmonisan rumah tangga bisa terbina dengan baik dan seimbang. Lebih peka pada isyarat-isyarat sang istri, karena tidak semua istri bisa mengungkapkan perasaannya akan hal ini.
Memang demikian seharusnya. Harus ada komunikasi yang baik, langsung atau dengan isyarat.
BalasHapusBanyak cara untuk menyamakan langkah ha ha ha ha.
"Mau berapa lagu nich," itu juga sebuah isyarat bersama untuk menentukan jumlah rondenya.
Jika salah satu pihak sudah sampai di ujung dunia sedangkan yang satu belum maka ada cara lain untuk memuaskannya, sesuai selera.
Salam hangat dari Surabaya
Malah speechless saya baca komen pakde. Hehehe...
HapusIya itu hanya sebagai contoh saja. Tiap pasangan tentu berbeda kan. Ada yang santun, adapula yang dengan canda-canda mesra dan gaul. Intinya berkomunikasilah dengan baik.Nggak perlu saya ajari wong anak saya hanya 2 yang disana lebih.
HapusHehehe...
HapusBetul memang. Yang penting berkomunikasi dua arah. Supaya bisa menemukan titik temu.
Memang bikin spechless hahaha
HapusNah kaaan, bener ya mbak Niar.. ^_^
HapusSepakat sama Pakde. Sepertinya harus ada komunikasi terlebih dahulu ya. Hehehe. Belum berpengalaman. Hehehehey...
HapusBiasakan komunikasi dua arah sejak awal, mas Qefy. Nanti akan terbangun hubungan yang baik.
Hapuscara selanjutnya ini gimana ya ? aku masih belum bisa membayangkan dan mencerna nih ?
Hapushahahaha yang masih SINGLE atau masa Pengenalan pasangan ini bisa menjadi materi pemberdayaan Keluarga yang akan dibangun kelak nanti. Saya suka artikel ini karena ditulis dengan dalil dalil yang jelas dengan penyampaian yang santun. Tidak VUlgar. Lebih kepada pendidikan atau edukasi sex bagi seluruh keluarga. Mencerdaskan. Saya suka sekali
HapusSelanjutnya senyum manis aja mas Djangkaru.
HapusBuat bahan referensi dulu ya pak Asep. Dicatat dan diingat.
HapusTrimakasih menyukai tulisan ini. Semoga bermanfaat.
Nyimak aja deh..
BalasHapusBekal kedepan ^_^
Iyo Leeee... dicatet yooo ^_^
HapusAyo cataat Leee buat bekal :)
HapusTole sih bekalnya udah banyak tuh mbak Niar. Tinggal prakteknya aja yang belum.
HapusTante mugniar ya jelas di catat to yaa.. Hihi
HapusAamiin mak
Mak udah kepengen dapat undangan nih :p
HapusOppss saya belum ada surat kawin #Kabur ahh....
BalasHapusEeehh... sendalnya ketinggalan nih mas Jaswan. hahaha
Hapusuhuk-uhuk.
BalasHapusBagi para istri-istri jangan malu dong. Halal kok hehehe
masih single bunda
Waah, malah batuk. *sodorin madu
HapusDicatet ya mas Yitno, buat nanri kalau berumah tangga.
Dengan bangga saya mengundang sahabat untuk mengikuti kontes unggulan di BlogCamp. Salah satu hadiahnya adalah voucher menerbitkan buku. Silahkan cek http://abdulcholik.com/2013/11/01/kontes-unggulanproyek-monumental-tahun-2014/
BalasHapusSalam hangat dari Surabaya
Mikir proyek dulu ya pakde. Merajut impian dulu.
HapusMenyimak..entah kapan bisa praktek...:D
BalasHapusSantai aja mbak. Nanti juga tiba waktunya ^_^
Hapusnggak bisa sembarangan praktek tuh Mbak En
HapusHalalkan dulu ya mas Pakies ^_^
HapusTelp suami ahh...*ehh :p
BalasHapusHahahaha... buruaaan ^_^
Hapusterus siapa yang mau telphone aku ya ? aduuuuuh......:)
HapusLooh.. salah sambung ya?
Hapus:D
BalasHapus:p
Hapushahahahahaha.. ngakak dulu ah.. #jadi agak sensi.. pengen cepet polanggggg.. jiahhhh. maknyus deh bund tema-nya.. syalala banget..
BalasHapus*linjeri taruh dimana ya..?* hahahahahahahahahaha.. *lariiiii*
Hihihi... pas banget ya momentnya... ntar malam Jum'at nih... uhuuuuy
HapusAyooo para istri, jgn malu2 k suamimu, speak up your mind... Siap2 ntar mlm nunggu dicolek istri...#eh
BalasHapusSuper bgt bun... hihiiiii....
Hahahaha.... Istri mas Anton suruh baca ini dulu ya ^_^
Hapusmanggut2 menyimak...
BalasHapusMudeng nggak mak? hihihi
HapusOhhhh
BalasHapusWOW jadi malu..
Ha ha ha
Embuh Bu Niken, gimana ya..so far sih saya berani blg minta gimana2nya dan ditawarin gt ha ha ha
Wk wk kw
Asyiiik... terus terang ya mbak Hani.
HapusAlhamdulillah, kalau finishing always say tkanks and sebelumnya ada intro dari kedua belah pihak. Hihiii kaya lagu saja ada intronya. Dari awal suamiku sudah menjelaskan bahwa kegiatan ranjang bukan dari satu pihak tapi kedua belah pihak.
BalasHapusBunda...oooow...so sweaat menuturkannya,
Aaiiihh.. indahnya mbak Astin. Begini nih yang seharusnya yaaa. Jadi sana senang sini senang.
HapusDari semua komen mungkin ini yg paling menarik menurut saya..
Hapus:P
Menggambarkan sebuah keharmonisan, ya mas Wahyu
Hapushadeeehh maljum maljuuuummm... postingan Bunda Lahfy bikin semangat kerja di kantor ngedrop, pengin buruan pulang wkwkwkkk...
BalasHapusPulang kantor mandi yang wangi ya mbak Uniek... Ayoo maljuum
Hapushihihiii... Bunda Lahfy bikin mupeng euuyyy :D
Hapusmupeng mau ngapain mbak Uniek.. hihihi
Hapusoke bunda menarik banged dehh
BalasHapusMenarik apa nih mbak Giarti?
HapusNah ya, catet! :D
BalasHapusPakai stabilo yo mbak Phie ^_^
Hapusbetul itu mb, setujuh selapan sampe sepuluh dengan tulisannya :D
BalasHapusStop sampai sepuluh aja aah mbak Lita ^_^
HapusAahhhh... legaaa..... ntar malam lagi ahh...
BalasHapuswkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
makasih Bund, Nice post, Gan!
bunda emuach dehhh
Bisa nambah dong ntar ya Noorma.
HapusMmuaach juga aah buatmu
klo biasa cuma silent reader, kali ini jadi pengen komen hahahaha
BalasHapuspernah baca humor, sama2 baca pulak, jadi pihak sono noh kadang2 kasih kodenya kayak yg di cerita humor itu wkwkwkwk *buka rahasia*
*yang, mau isi pulsa dong."
ada yang pernah baca cerita humornya gak? xixixixi
hihihi.. pakai kode pulsa ya... Lucu juga.
HapusTernyata tulisan ini sanggup membuat dirimu keluar dari silent reader. Asyiik
Bisa nitip isiin ya ^_^
Hapusikut menyimak bun... :) Alhamdulillah sudah terpenuhi dengan pas, lahir maupun batin... mohon doanya, semoga selalu.. :)
BalasHapusAlhamdulillah.. ikut seneng deeh Iyha ^_^
Hapusduh, masih single *nutup muka* haha
BalasHapusJangan ngintip tapiii ^_^
Hapusmantaaaaap maaak :D.....intinya adalah ngobrooool :D...ama suami sendiri aja malu, hehehe...mau nambah berapa lagu (pinjem istilah pakdhe cholik :D) kan bisa diatur...kalau sudah begini, merasa beruntung jadi orang super kebo kayak saya yang tau persis apa yang kumau :D...kalau kode kita, "are we, are we?"....'D..
BalasHapusHahaha... dapat lagi nih kode baru... Lucu maaak...
HapusIya mak.. kalau bisa ngobrol nyambung kan jadi rapi jali gituuu
Setuju banget. Dulu saya punya pendapat, istri berhak menolak kalau tidak ingin/selera. kalau suami yang pengertian, dia harus mampu membangunkan selera si istri. Sebagai ibu bekerja (dulu) sempat berpikiran hubungan pasutri jadi semacam beban karena sudah lelah seharian di kantor. tapi suami saya "lelaki" sejati. Dia bisa merubah rasa ngantuk menjadi rasa yang gimana....gichu..... jadi nggak bisa nolak deh. :)
BalasHapusLelaki-nya nggak usah pakai tanda petik kali mak Elisa. Hihihi...
HapusNggak bisa nolek dan ya ya yaaa.. gitu ya maak ^_^
waah yang rame bapak-bapak euy...
BalasHapusYang silent reader lebih banyak lagi maak
Hapusbelum nyandak kuping :D
BalasHapusHihihi... kayak mau masuk sekolah ya...
HapusTak liat2 kok yang komen banyak kaum hawanya ya, hehehe
BalasHapusAda yang mengatakan, kepuasaan suami adalah kepuasan seorang istri dalam melayani seorang suaminya # iki jare Umi loh Bun, hehehe
Postingan ini pas banget, soale malam Jum'at
Dikatakan Umi itu benar, Kang Sofyan. Tapi dgn catatan, istri juga bisa merasakan kepuasan jima' bukan hanya kepuasan suami dalam jima'.
Hapuskok banyak yang komen "Malam jumat" ini kenapa sih Bun? *tampang polos*
BalasHapussuamiiii mana suamikuuuuu :D
Eeaaaa... itu loh Sari... Ada perang-perangan ^_^
Hapusmana istriku :D
HapusLoh,... emang mas Djangkaru belum menikah? Malah baru tau saya
HapusKalau istri berdosa bila mengabaikan kebutuhan suami, negitu pun suami, ia berdosa kalau mengabaikan kebutuhan istrinya. Banyak yang gak sadar itu. BAnyak suami yang merasa berhak dipuaskan sementara istrinya mengira ia hanya bertugas melayani. Saya pernah posting tentang ini mbak:
BalasHapus6. Tidak memberi kebutuhan seksual istri.
Dalam suatu hadits disebutkan:
“Jika seseorang di antara kamu bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan. Kemudian kalau ia menyelesaikan kebutuhannya (puas) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, maka janganlah ia buru-buru mencabut (penisnya) sampai istrinya menemukan kepuasannya.” (HR. Abdur Razaq dan Abu Ya’la, dari Anas)
Ini ada di link:
http://mugniarm.blogspot.com/2011/07/10-perilaku-durhaka-suami-terhadap.html
10 Perilaku Durhaka Suami terhadap Istri. Itu judul buku yang saya kutip waktu itu. Ada istri yang komennya bikin saya terenyuh mbak, dari istri yang diabaikan suaminya di postingan itu. Postingan itu termasuk salah satu postingan saya yang banyak pembacanya via Google.
Iya mbak Niar... Begitulah yang banyak terjadi. Padahal yang namanya hak juga diikuti dengan kewajiban. Suami menuntut hak, berarti dia juga harus menjalankan kewajibannya. Begitupun sebaliknya.
HapusIslam begitu jelas mengatur hubungan suami istri ini agar kedua belah pihak merasa bahagia.
Ke TKP deh mbak... Meluncuur ^_^
Waduh! suami mana suami *nyari di kolong ranjang* hahaha..
BalasHapusAlhamdulillah, selama ini aku to the point aja, Mbak #eh hahaha
*jadi kangen suamiku* eaaa :))
Looh kok suami mak Sari di kolong ranjang...? Hayooo lagi main petak umpet yaaa ^_^
HapusKalau bisa to the point berarti udah sip tuh mak
Saya ama suami suka salaman dulu, Mbak. Hahahahaaa.... :D Sebagai simbol kesepakatan kedua belah pihak. :D
BalasHapusDeal or no deal! Gitu yaa mak Octa
HapusKalau Fenny malah lebih sering yang minta, hihii padahal usia terpaut jauh dan sejauh ini jauh dari konsep "melayani" karena Fenny malah merasa yang "dilayani". Kuncinya memang komunikasi
BalasHapusSudah halal, jadi bisa saling seimbang dalam hal yang satu ini. Tak perlu merasa tabu, ya mbak Fenni
Hapus*nyiimaak aja*
BalasHapusPelajaran nih buat nanti, hehe.. makasih Umii ^^
Boleh Ranii. Disimak dulu yaaa
HapusMakasih kembali ^_^
menyimak dengan serius..#ups...
BalasHapusSemoga bermanfaat ^_^
Hapusbunda....
BalasHapusajarkan aku mengerti tentang wanita sekarang, hingga aku bisa mengamalkannya suatu hari kelak, dan semoga menjadi sumber pahala tak terhingga untuk seorang guru yang mengajarkan kebaikan....
Aamiin Ya Rabb...
HapusSemoga apa yang aku tulis ini bermanfaat buat kita semua. Tak bermaksud menggurui sebab dalam kehidupan ini kita kan memang perlu saling menasehati dan mengingatkan kepada kebaikan.
kadang pengalaman orang lain itu bisa jadi guru yang baik kan bund. terimakasih sudah berbagi.. :)
HapusBetul, mas Ridwan... Tinggal kita bisa mengambil hikmah atau tidak dari pengalaman orang lain itu
HapusPelajaran penting banget nih. Dicatet baik2 dalam memori :D
BalasHapusSipp, KakaAkin.
HapusPerlu stabilo gak?
Bisa menjadi bekal kalau saya menikah nanti nih. Terimakasih atas sharing ilmunya.
BalasHapusMeminta dan diminta wajib dan halal ya ?
Ya iyalaah, harus sama-sama halal.
HapusBetul Niken, komunikasi itu tidak hanya membicarakan masalah anak atau kebutuhan sehari-hari, tapi juga masalah seks yang seringkali ditabukan oleh banyak orang.
BalasHapusCara tiap pasangan mungkin berbeda.
Tapi yang pasti, seiring berjalannya waktu, suami isteri pasti akan lebih mudah untuk mengkomunikasikan hal-hal yang termasuk kategori sensitif seperti ini. Udah nggak malu-malu lagi soalnya...hehe
Sepakat mbak. Kita memang harus menemukan titik temu dalam berkomunikasi. Bagaimana supaya bisa diterima satu sama lain.
HapusSaya sudah membaca artikel ini dan ada banyak poin yang masih harus didiskusikan lagi. Namun secara umum saya setuju dan mendukung apa yang seharusnya menjadi HAK seorang istri dalam Hubungan Suami Istri. Sudah Halal bagi pasangan yang sudah resmi menikah.
BalasHapusSalah satu catatan saya di sini adalah bahwa masa masa awal usia pernikahan memang ada semacam target atau BEBAN untuk memiliki anak. Jadi dalam pandangan dan prespektif saya sih Hubungan Intim pasangan yang baru menikah KONON Fokusnya adalah bagaimana agar segera memiliki "hasil". Bisa jadi mereka kurang menikmati Hubungan Intim Suami Istri karena ada "target" dan itu menjadi beban. Lain halnya yang sudah memiliki ANAK yang cukup. Misalnya sebuah pasangan suami istri sudah merasa cukup dengan Jumlah anak yang dimilikinya, maka Hubungan Suami Istri sudah tidak "wajib" lagi. Pakai tanda kutip ya. Ini artinya Hubungan Intim ibarat rekreasi atau hobi yang menyenangkan.
Kalau ada masukan, mohon jangan sungkan, pak Asep. Dengan senang hati saya amat terbuka.
HapusBisa jadi seperti itu keadaan yang melatarbelakanginya. Tapi mungkin juga tidak. Yang jelas, pada awal pernikahan, begitu banyak penyesuaian yang harus dilakukan. Memang diperlukan rasa saling terbuka untuk memberi dan menerima.
Terima kasih untuk tambahan yang positif ini.
nah ini nnih baru emansipasi wanita :d
BalasHapusEmansipasi?
HapusIni kan cuma bicara hak yg dibenarkan dalam Islam. Bukan ingin kesetaraan.
widih udah kaya baca artikel majalah dewasa.
BalasHapuskadang bukannya suami yang kurang peka tapi istri yang kurang pandai dan memberikan sinyal jika sedang butuh di service :) intinya kedua belah pihak harus saling menjaga komunikasi agar kedua belah pihak terpuaskan :)
Duduk berdua dan saling terbuka dengan segala unek2, dengan rasa terbuka menerima kritikan dan permintaan pasangan. Kemudian cari jalan tengah. Hihihi... kayak yang jago aja nih saya ^_^
Hapuswah bunda.. ini saya baca postingannya belajar banget nih.. #hik lagi mens,libur duyuuu
BalasHapuseh baca komennya temen2 malih ngikik je..hihihii ^^
TFS yah bund :)
Eeaaaa... nanti habis mens kan bisa mulai merayu ya... hihihi...
HapusKomen teman2 memang bikin ngikik yaaa
hihii.........nyengir baca koment2nya...:p
BalasHapusbtw, alhamdulilah sudah gak ada masalah...tau sama tau, dari bahasa tubuh saja ups...
makasih sharenya bund...nambah semangat...^_^
Wuiiih... mantap nih mak Nunung. Sudah menemukan kata sepakat ya mak. Lanjuut ^_^
Hapusbersyukur bagi istri yang punya suami pengertian, mau diajak berfikir terbuka dan perhatian ke istrinya. apalagi suami yang selalu bertanya setelah berhubungan, menanyakan mana kekukranagnya, mana kelebihannya. sama juga dengan istri, menanyakan mana kekurangannya mana kelebihannya....hal itu perlu dicoba dan dibiasakan...inshaa Alloh, dalam menghadapi urusan rumah tangga yang lainpun juga lancar-lancar saja.
BalasHapusBetul mbak Khusna... saling menghargai satu sama lain. Apalagi kalau semua itu didasarkan pada menjalankan ibadah. Insya Alloh berkah.
HapusHuaaa..... ketinggalan momen....
BalasHapusNumpang ngikik aja deh banyak komen komen lucunya.
Makasih Bun ... dah mewakili suara kaum hawa...
Belum ketinggalan kok mbak Titi... Ini masih rame
Hapusmakasih kembali deeh
hehehe baru baca... ikutan ketawaketiwi aja deh. Apalagi baca komen2nya hihihi...
BalasHapusyang penting ada timbang rasa ya mba.
Betul mbak. Yang imbang gituuu
HapusBila hal ini bisa dimengerti oleh kedua pasangan, dan terjadi komunikasi aktif antar kedun=anya, maka akan terbangun suasan harmonisasi dalam rumah tangga. Dan anak-anak pun akan menjadi bahagia hidup bersama orang tuanya yang mesra. Nice Mba.
BalasHapusSalam,
Insya Alloh demikian. Memang hal ini hanya salah satu variabel dalam kebahagiaan berumah tangga, tapi tetap bisa berhubungan dengan banyak hal kalau tidak diharminiskan.
HapusSalam kembali
Jika Anda Ingin Mendapatkan Bonus Freechip Awal Hanya di S1288Poker,com
BalasHapusClaim Bonus Anda Di Sini , Bonus Langsung di Berikan Kepada Anda
Dan Dapatkan User ID Anda Untuk Bermain Game Kami
HUBUNGI KAMI:
livechat: www,s1288poker,com
pin bb: 7AC8D76B ( New )
keren nih hehe terima kasih
BalasHapussengangat terus ngeblognya mazz..
BalasHapusKabar Baik Untuk Para pencinta Game
BalasHapusKarena di Bulan januari ini Sudah keluar Game RPG Online Terpopuler Se-Asia
Penasarankan Game nya Seperti apa???
Kalian bisa dilihat game nya dari link di bawah yaaa
makasih gan buat infonya dan semoga bermanfaat
BalasHapusbagus bos artikelnya dan menarik
BalasHapuskeren mas buat infonya dan salam sukses selalu
BalasHapusok mantap sob buat infonya dan salam kenal
BalasHapusMenarik sekali, perlu saya coba ini..
BalasHapuskebetulan lagi cara tentang hal ini.
Mau mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah???
BalasHapusModal Kecil bisa mendapatkan hasil yg luar biasa...
semoga sukses terus gan buat usahanya
BalasHapus